Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Niar hamil lagi?


__ADS_3

"Atau perlu ibu ingat kan lagi?"


"Itukan dulu Bu, aku janji tidak akan mengulanginya lagi." ujar Kirana membuat Ibu dan Yusuf mendengkus.


"Kami terlanjur kecewa sama kamu!"


Beberapa menit kemudian ada seorang laki-laki yang datang, dan gadis kecil itu memanggilnya "Ayah" laki-laki itu ternyata adalah suami Kirana.


Kirana meninggalkannya karena memang laki-laki itu berselingkuh dengan wanita lain dan dompetnya mulai menipis.


Sudah beberapa hari ini dia mencari keberadaan Kirana dan anaknya.


Kirana membelalakkan matanya saat melihat kedatangan seorang laki-laki yang saat ini masih berstatus suaminya. "Mas Rey?'


Rey langsung menarik lengan Kirana. "Ternyata benar dugaan ku kalian disini,


ngapain kamu di sini? Mau balikan sama mantanmu itu?"


"Tunggu-tunggu, aku tidak akan balikkan sama wanita ini." potong Yusuf.


"Kalau iya kenapa? Aku memang ingin kembali sama mas Yusuf. Dia orangnya lembut nggak kayak kamu kasar sama wanita!" Kirana berujar dengan nada meninggi membuat Rey tersulut emosi. "Berani kamu?!"


"Kenapa tidak?! Kamu yang mulai duluan, kamu menghianati aku duluan."


Rey semakin mencengkram kuat lengan Kirana membuat Kirana merintis kesakitan. "Lagian kamu jadi istri berani ngelawan suami, banyak kemauan!"


"Cukup! Jangan bertengkar disini. Sekarang tolong bawa istri anda pergi! Dia sudah menghancurkan rumah tangga saya." potong Yusuf lagi.


Mau tidak mau akhirnya Rey menyeret Kirana pergi dari rumah Yusuf.

__ADS_1


Tinggallah Yusuf yang masih duduk memegangi kepalanya frustasi.


Ibu membuang napas lega. "Akhirnya mereka pulang juga, Ibu lega. Wanita gila itu benar-benar bikin pusing keluarga kita."


"Kita harus cari Niar kemana Bu?"


"Ayo kita cari sekarang."


Yusuf dan ibunya mencari Niar kemana-mana, namun hasilnya tetap nihil, hingga larut malam belum juga ketemu. Mereka memutuskan untuk pulang dan besok baru mencari lagi.


Niar ngontrak rumah di sebuah komplek


dia hanya berdua bersama Erlang.


Hidup berdua seadanya, akhir-akhir ini Niar sering pusing dan mual serta muntah di pagi hari. Niar memutuskan untuk beli tes kehamilan ke apotek.


Yusuf diam-diam menyuruh banyak anak buahnya untuk mencari keberadaan Niar,


kurang dari satu minggu mereka berhasil menemukan keberadaan Niar.


Niar dan Erlang hendak pergi dia membuka pintu dan ternyata sudah ada Yusuf berdiri di depan pintu, Niar berusaha menutupnya kembali namun gagal Yusuf menahan pintu itu supaya tetap terbuka.


Mau tidak mau akhirnya Niar membiarkan pintu itu tetap terbuka. Erlang langsung memeluk Papanya.


Yusuf mengangkat tubuh Erlang. "Erlang kangen Papa ya?"


Erlang mengangguk.


Yusuf menatap Niar. "Sayang, ayo kita pulang."

__ADS_1


"Aku tidak mau!" jawab Niar cepat.


"Semua sudah beres sayang, permasalahan sudah selesai." ujar Yusuf membuat Niar menyatukan alisnya. "Maksudnya?"


"Kirana sudah pergi bersama suaminya, sekarang kita pulang dan hidup bersama-sama seperti dulu."


"Terus gadis kecil itu?" tanya Niar.


"Gadis kecil itu anak mereka bukan anakku, anakku cuma Erlang."


"Siapa bilang anak kamu cuma Erlang?"


Yusuf mengernyit. "Maksud kamu?"


Niar tidak menjawab pertanyaan Yusuf, Niar masuk kamar dan mengambil hasil tes kehamilan itu lalu memperlihatkan kepada suaminya, Yusuf kaget bercampur bahagia.


"Kamu hamil sayang? Ini beneran? Aku tidak mimpi kan?" tanya Yusuf memastikan.


Detik berikutnya Yusuf langsung membopong Niar dan berputar-putar.


Niar memekik. "Turunin aku mas! Nanti jatuh."


Yusuf tidak peduli kata-kata Niar dia tetap berputar-putar dan akhirnya Niar pusing dan mual-mual, Yusuf segera menurunkan Niar.


"Maaf sayang aku terlalu bahagia, terima kasih kamu telah bersedia menjadi ladang untukku, tempatku menanam benih."


Bersambung...


Terima kasih buat semua yang sudah setia mengikuti karya saya šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2