
*
Yusuf sudah berada di sampingnya Niar pun merasa lebih tenang dan beristirahat kembali,
saat Niar istirahat Dokter datang.
"Dok bagaimana kondisi istri saya? Takutnya ada luka dalam." tanya Yusuf pada Dokter yang menangani Niar.
"Mari ke ruangan saya pak, saya akan menjelaskan disana."
"Baik dok."
Dokter keluar dari kamar rawat Niar menuju ruangannya beserta Yusuf yang mengikuti di belakangnya.
"Silahkan duduk pak."
Yusuf menarik kursi lalu duduk.
"Begini pak untuk luka luar bu Niar mungkin bisa segera pulih, tapi--." Dokter menggantungkan kalimatnya.
Yusuf mencondongkan tubuhnya. "Tapi apa dok? Apa ada luka dalam?"
"--Akibat kecelakaan itu bu Niar mengalami kelumpuhan pada kakinya."
Yusuf langsung shock. "Apa dok?! Lumpuh?"
"Tapi kelumpuhan bu Niar tidak permanen, bu Niar masih bisa di sembuhkan asal rajin minum obat dan terapi." ujar Dokter.
Yusuf belum bisa berkata apa-apa dia masih shock.
__ADS_1
"Kalau anda bersedia kami akan menyiapkan ahli terapi ke rumah anda dan kontrol kesini satu kali dalam satu minggu.
"Baik Dok saya setuju, lakukan yang terbaik untuk istri saya Dok."
"Baik pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin."
Yusuf menjabat tangan Dokter tersebut. "Terima kasih Dok, saya kembali ke ruangan istri saya dulu."
"Sama-sama pak, silahkan."
Dengan langkah yang berat Yusuf kembali melangkah menuju ke kamar Niar.
"Bagaimana kalau Niar tau kondisinya pasti dia akan shok dan sedih drop." gumam Yusuf sembari terus melangkah.
Yusuf memutuskan untuk tidak memberi tau Niar dulu tentang kelumpuhanya sampai Niar pulih.
"Ibu, Andi ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian." ujar Yusuf sembari duduk di kursi ruang tunggu di depan kamar Niar.
Ibu berjalan mendekat. "Ada apa?"
"Niar mengalami kelumpuhan." jawab Yusuf pelan namun masih bisa di dengar oleh Ibu dan Andi.
Ibu dan Andi juga shock saat mendengar jawaban dari Yusuf.
"Tapi kata dokter itu sementara, masih bisa pulih asal rajin terapi. Yang jadi permasalahan saat ini adalah bagaimana caranya supaya Niar jangan sampai tau dulu kalau dia lumpuh. Takutnya kondisinya akan drop, kita akan memberi tau ketika Niar sudah agak pulih. Jadi mohon kerjasamanya."
"Baik Kak aku setuju sama Kak Yusuf."
"Ibu juga setuju."
__ADS_1
Yusuf beranjak dari kursi. "Terima kasih Bu, Andi. kalau begitu aku masuk dulu."
Yusuf kembali melangkah lalu masuk ke kamar Niar.
Niar masih belum bangun, dia mengambil laptop dari dalam tasnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya sambil menunggu istrinya.
Beberapa menit kemudian Niar bangun tapi pura-pura masih tidur, dia tidak mau mengganggu konsentrasi suaminya yang sedang bekerja, Niar menunggu sampai pekerjaan suaminya selesai.
Beberapa jam kemudian pekerjaan Yusuf selesai dia menutup laptopnya lalu menoleh ke arah Niar. "Loh sayang, kamu sudah bangun?"
"Sudah dari tadi mas." jawab Niar.
"Kok aku tidak tau?"
Niar memanyunkan bibirnya. "Kamunya sibuk gitu!"
"Iya ya maaf, jangan ngambek dong nanti cantiknya hilang."
Niar mengangkat kedua tangannya lalu menatapnya dengan miris. "Aku sekarang sudah tidak cantik mas, tanganku, kakiku banyak luka."
Yusuf meraih tangan Niar lalu mengecupnya. "Hei, siapa bilang kamu tidak cantik?
Bagiku kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku temui di dunia ini. Apapun keadaan kamu aku akan selalu mencintai kamu, kamu adalah segalanya bagiku, hanya kamu yang akan menemani aku sampai akhir hayat, aku akan menghabiskan sisa hidupku hanya bersamamu. Apa pun keadaanmu kamu jangan takut dengan suka rela aku akan menerimanya."
Bersambung....
Jangan lupa klik jempol, love dan share ya
terima kasih šš
__ADS_1