
*
*
"Ooo,, kalau begitu aku mandi dulu."
"Mandi dan dandan yang cantik!"
Niar menyatukan alisnya. "Emang mau kemana mas?"
Yusuf tersenyum. "Nggak kemana-mana sih."
Niar mengecup senyum Yusuf. "Okey aku akan dandan yang cantik tapi kamu harus ngajak aku makan malam di luar ya." bisik Niar.
"Okey, sekalian sama anak-anak ya."
"Nggak romantis dong." protes Niar.
"Weekend aku akan ajak kamu dinner dan jalan-jalan ke tempat yang romantis." bujuk Yusuf.
"Siapp, kalau gitu aku mandi dulu."
Yusuf mengangkat tubuh Niar lalu berjalan menuju kamar. Itu adalah kebiasaan Yusuf selalu menggendong Niar serta memanjakannya.
Niar pun mandi dan dandan. Satu jam kemudian Niar telah siap.
"Yuk mas kita berangkat, anak-anak sudah siap belum?"
__ADS_1
"Pah Mah ayo keburu malam nih." teriak Erlang dari bawah.
Yusuf terkekeh. "Ternyata mereka sudah siap dari tadi sayang."
Mereka segera berangkat menuju sebuah restoran. Mereka baru datang di restoran dan bertemu Andi dan Rina istrinya serta Ardi anak semata wayangnya.
"Hai Ndi kalian di sini juga." Niar mengulurkan tangan dan bersalaman serta memeluknya sesaat, mereka sudah lama tidak berjumpa.
"Kak Niar." Andi juga meraih uluran tangan kakaknya. "yuk gabung sama kita."
Mereka akhirnya gabung bersama Andi dan keluarga, mereka makan malam sambil ngobrol dan bercanda hangat.
"Kok sekarang jarang ke rumah kakak sih Ndi?" tanya Niar.
"Sibuk kak, ngurus kerjaan ngurus keluarga, oya kak weekend ke rumah Andi ya."
"Ada acara apa Ndi?"
"Okey kakak akan datang bersama anak-anak."
"Terus gimana dengan dinner romantis kita?" bisik Yusuf di telinga Niar.
"Kan bisa weekend berikutnya mas." jawab Niar juga berbisik.
"Ya sudah." ujar Yusuf pasrah.
*
__ADS_1
Makan malam telah usai mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
"Sayang, masa' dinnernya di undur sih?" protes Yusuf lagi.
"Terus kamu maunya gimana? Besok?"
Yusuf mencebik. "Sudahlah."
"Jangan cemberut dong sayang nanti gantengnya hilang." Niar tersenyum jahil menggoda Yusuf.
Yusuf langsung mencium senyum Niar. "Masih berani godain suamimu lagi? Tak cium lagi nih."
Niar melingkar tangannya di pundak Yusuf. " Kenapa tidak berani. Dansa yuk mas, sudah lama kan kita nggak dansa."
Tanpa menjawab Niar, Yusuf langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Niar lalu mulai dansa. Yusuf memandangi wajah Niar dan tersenyum lembut, kemudian Yusuf mendekatkan kepalanya hingga dahi mereka bersentuhan. "Kamu cantik sekali sayang.. i love you so much."
Niar tersenyum manis. "I love you too, suamiku."
Yusuf mencium mesra senyum manis istrinya, Niar pun membalas ciuman Yusuf.
Mereka berdansa sambil terus ngobrol.
Niar menatap dalam mata Yusuf. "Teruslah seperti ini sayang, jangan pernah marah lagi, hatiku rasanya sakit sekali jika kamu sedang marah."
Yusuf mengecup kening Niar "Aku janji tidak akan marah lagi sayang, asalkan tidak ada laki-laki lain di hatimu."
"Tidak akan ada laki-laki manapun yang bisa menggantikan posisimu di hatiku mas, kamu adalah suami terbaik sedunia juga Papa terbaik sedunia."
__ADS_1
"Hatiku rasanya bahagia sekali sayang kalau kita sedang berdua seperti ini, dan bermesra-mesraan denganmu adalah hal paling membahagiakan buat aku." ujar Yusuf lalu memeluk erat tubuh Niar, dan Niar pun membalasnya pelukan Yusuf tak kalah erat.
Bersambung...