Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Bulan madu 1


__ADS_3

Pesta resepsi telah usai mereka pun pulang kerumah, sampai dirumah Niar menuntun Erlang menuju kamar.


Ibu merentangkan kedua tangannya hendak menggendong Erlang. "Erlang sini bobo sama Oma ya?"


Erlang mengeratkan pegangan di tangan Mamanya. "Nggak mau!"


"Loh Erlang kan anak cowok sudah besar pula nggak baik bobo sama Mama."


"Nggak apa-apa Bu, biar Erlang tidur sama kami." sahut Niar.


"Bobo sama bibi mau den?" tanya bi Imah.


Erlang menggeleng.


Andi berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Erlang. "Ooo... Om Andi tau, Erlang mau bobo sama Om ya?"


Erlang mengangguk


"Ya sudah kalau Erlang maunya bobo sama Om Andi, yuk istirahat semua pada capek."


Mereka masuk kamar masing-masing.


Yusuf sengaja menunggu semua masuk kamar. Setelah semua masuk kamar


Yusuf langsung mempobong Niar naik tangga menuju kamar.


"Sayang dansa lagi yuk." ujar Yusuf setelah memasuki kamarnya.


Niar mengernyit. "Tadi kan sudah dansa, dua jam masih kurang?"


"Yang tadi nggak ada ciumanya, ayolah." bujuk Yusuf.


"Iyaa." ujar Niar pasrah.


Mereka nyalain musik pelan dan mulai dansa.


Mereka saling memandang berciuman mesra dan bercumbu lagi.

__ADS_1


*


Pagi menjelang Yusuf bangun duluan, dia memandangi wajah Niar yang masih terlelap


mengecup keningnya dan mengusap pipinya. "Bangun sayang udah pagi!"


Niar membuka matanya perlahan lalu beringsut hendak ke kamar mandi, namun Yusuf segera menarik tangannya. "Kamu mau kemana sayang?"


"Mandi dong mas, terus bikin sarapan buat kamu."


Yusuf memeluk istrinya lagi. "Nggak usah repot-repot kan sudah ada pembantu."


Niar terkekeh. "Setelah nikah ternyata kamu makin manja ya melebihi Erlang."


Yusuf mengecup puncak kepala Niar. "Wajar dong kita berpisah cukup lama, rasa rinduku padamu belum bisa terobati begitu saja, oya sayang kamu mau bulan madu kemana?"


Niar mendongak. "Bulan madu?"


Yusuf melonggarkan pelukannya. "Iya kita berdua bulan madu."


Dahi Yusuf berkerut. "Kenapa?"


"Nggak bisa kalau kita hanya berdua,


Erlang gimana?"


"Ya sudah kita bulan madunya rame-rame." ujar Yusuf pasrah.


Niar tergelak. "Bulan madu kok rame-rame."


"Terus kamu maunya gimana?"


"Iya rame-rame saja makin seru."


"Kemana?"


Niar berpikir sejenak. "Enaknya kemana ya? Kalau ke Lombok gimana?"

__ADS_1


"Boleh juga aku juga belum pernah kesana."


Niar melepas pelukan Yusuf. "Mandi yuk, aku duluan atau kamu duluan?"


"Barengan dong." jawab Yusuf.


"Yuk tapii--." Niar menggantungkan kalimatnya.


"Tapi apa? Masih males? Ya udah kita tidur lagi aja."


"--Tapi aku maunya di gendong sampai kamar mandi."


Yusuf menoel hidung Niar. "Hmm, dasar! Tadi ngatain aku manja, kamu sendiri malah lebih manja."


Yusuf menggendong Niar ke kamar mandi dan mandi bareng.


Setelah mandi mereka turun untuk sarapan.


mereka menuruni tangga sambil bergandengan tangan.


Semua sudah ngumpul dan sarapan bareng-bareng, Setelah selesai sarapan mereka melanjutkan dengan ngobrol-ngobrol.


Yusuf membuka pembicaraan. "Mohon perhatian semua berhubung cuti saya masih satu Minggu lagi rencananya kita mau bulan madu ke Lombok, semua ikut aja ya?"


"Maaf kak, aku nggak bisa ikut, lusa aku berangkat lagi ke Palu." ujar Andi.


Niar menyatukan alisnya. "Cepet banget Ndi, kakak masih kangen sama kamu."


"Andi disana hanya 6 bulan kak, menghabiskan masa kontrak sambil menunggu kantor cabang yang di Jakarta selesai di bangun, setelah itu Andi akan menetap di Jakarta."


Niar mengangguk. "Oh gitu ya."


"Jadi kita semua berangkat besok, Andi ke palu kita ke lombok, Ibu ikut kita kan?"


Bersambung...


Jangan lupa like dan share ya terima kasih šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2