
Niar tersenyum manis, Yusuf pun mengecup senyum manis itu, dan berlanjut sampai bercinta.
Malam semakin larut mereka semua terlelap,
ada maling yang berhasil masuk rumah tanpa ketahuan oleh satpam, ketika maling itu memulai aksinya kebetulan Ibu bangun karena merasa haus dan ke dapur untuk mengambil minum.
Ibu mendengar ada suara di ruang kerja Yusuf, dia memeriksanya dan benar saja ada maling masuk.
Sontak ibu langsung teriak dan seisi rumah kaget, si maling langsung membius ibu namun terlambat seisi rumah sudah bangun.
Namun maling itu berhasil melarikan diri.
Yusuf segera menolongnya ibunya yang pingsan, membopongnya masuk kamar dan berusaha menyadarkannya.
Yusuf menepuk-nepuk pelan pipi Ibunya. "Bu.. bu.. bangun Bu!"
Niar membuka tutup botol minyak kayu putih lalu mengarahkannya di depan lubang hidung Ibu.
Perlahan Ibu membuka matanya. "Yusuf, ada maling masuk rumah kita." ujar Ibu panik.
"Ibu tenang dulu, malingnya sudah pergi Bu sekarang Ibu aman."
Niar mengusap lengan Ibu. "Ibu tidak apa-apa kan?"
"Ibu tidak apa-apa cuma sedikit shock."
Yusuf menoleh ke arah Bibi. "Bi tolong ambilin air putih!"
__ADS_1
Bibi mengangguk cepat. "Baik tuan."
"Apa yang sudah di ambil maling itu mas?" tanya Niar.
"Aku belum memeriksanya sayang,
tapi biarlah yang penting kalian semua selamat." jawab Yusuf.
Bibi datang beserta segelas air putih di tangannya. "Ini tuan air putihnya."
Yusuf meraih gelas berisi air putih itu dari tangan Bibi. "Terima kasih bi, bi tolong panggilkan pak Suryono suruh dia kesini sekarang juga!"
Suryono adalah satpam di rumah Yusuf, usianya sudah tua dan sudah waktunya ganti yang lebih muda.
"Baik tuan." Bibi segera memanggil pak Suryono.
"Ini Bu minum dulu supaya lebih tenang."
Yusuf beranjak dari ranjang Ibunya. "Kita bicara di ruang kerja saya pak, tunggu saya disana."
"Baik tuan." Pak Suryono keluar kamar menuju ruang kerja Yusuf.
"Sayang, kamu jaga Ibu dulu ya, aku mau bicara sama pak Suryono." ujar Yusuf lalu keluar menuju ruang kerjanya.
"Iya mas."
"Pak Suryono. Kenapa sampai ada maling masuk anda tidak tau?" tanya Yusuf setelah duduk di kursi ruang kerjanya.
__ADS_1
Pak Suryono menunduk. "Maaf tuan saya tadi ketiduran."
Yusuf beranjak dari kursi. "Anda ceroboh pak! Seharusnya kalau anda sif malam, siangnya anda tidur! Supaya malamnya tidak ngantuk dan bisa jaga rumah dengan baik."
"Sekali lagi saya minta maaf tuan."
Yusuf kembali duduk di kursi. "Mungkin sudah waktunya anda istirahat dari pekerjaan ini, usia anda sudah tidak memadai."
"Maksudnya saya di pecat tuan?" tanya pak Suryono khawatir.
"Bukan di pecat tapi di berhentikan karena usia anda sudah tidak bisa di andalkan untuk menjaga rumah."
Pak Suryono meraih tangan Yusuf. "Tolong jangan pecat saya tuan saya butuh pekerjaan ini."
"Nanti saya kasih pesangon dan gunakan pesangon itu untuk buka usaha jadi meskipun pak Suryono tidak bekerja tapi punya penghasilan sendiri, dan tolong gunakan pesangon itu sebaik mungkin."
Pak Suryono melepas tangannya. "Baik tuan, sekali lagi saya minta maaf."
"Seminggu lagi tolong ke sini ambil pesangonnya pak." ujar Yusuf dan dapat anggukan dari pak Suryono. "Baik tuan, terima kasih banyak."
"Baik, silahkan keluar kami mau istirahat kembali." ujar Yusuf.
Pak Suryono keluar dari ruang kerja Yusuf, tak berselang waktu lama Yusuf pun juga keluar dari ruang kerjanya menuju kamar.
Mereka kembali ke kamar dan istirahat.
Keesokkan harinya Yusuf segera mencari pengganti pak Suryono, satpam muda, gagah yang mampu di andalkan menjaga rumahnya.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungannya๐๐ jangan lupa klik jempol love dan share ๐๐