
*
*
Dosen yang mengajar Niar adalah 'Eva Anindita' sahabat Niar waktu masih duduk di bangku SMA.
Di kelas mereka bertatap muka namun hanya masih bisa saling melempar senyuman,
setelah kelas selesai mereka baru histeris karena sudah puluhan tahun tidak bertemu.
Mereka berjabat tangan dan berpelukan.
"Eva, gimana kabar kamu? Udah lama nggak ketemu, hebat kamu ya sekarang udah jadi Dosen." ujar Niar sembari duduk di kursi kantin.
Eva meletakkan tasnya disebelah nya. "Seperti yang kamu lihat sekarang, kamu sendiri kabarnya gimana? Dulu nggak kuliah kenapa sekarang udah tua malah kuliah? Dunia terbalik."
Niar pun melakukan hal yang sama. "Kamu tau sendiri kan Va, dulu aku mana punya biaya untuk kuliah, untuk makan sehari-hari aja pas-pasan, ayahku cuma tukang parkir."
"Terus sekarang kamu udah nikah?" tanya Eva heboh.
"Sudah dong, aku bisa kuliah kan juga di biayain suamiku."
"Sudah punya anak berapa?" tanyanya lagi.
"Dua, tapi udah pada besar dan mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, aku kesepian terus mutusin buat kuliah."
"Emang rencananya habis kuliah kamu mau kerja?"
__ADS_1
Niar meringis. "Enggak sih, yaa biar punya kegiatan da nambah-nambah ilmu pengetahuan hehe.."
Eva membelalakkan matanya. "Gila kamu!! Kuliah cuma buat ngisi waktu sama biar nambah ilmu pengetahuan doang?"
"Biarin! Suamiku ngijinin kok kamu yang sewot, oya kamu sendiri udah nikah belum?" tanya Niar mengalihkan pembicaraan.
Seketika wajah Eva berubah agak murung.
"Maaf Va, aku salah ngomong ya?" tanya Niar hati-hati.
Eva menggeleng cepat. "Enggak kok, aku sudah menikah dan juga sudah punya anak satu."
"Terus kenapa kamu jadi murung gitu?"
Eva sedikit menunduk. "Aku nikah tapi bukan dengan laki-laki pilihanku Yar, aku di jodohin."
Eva tersenyum tipis. "Its' oke."
"Kapan-kapan main ke rumahku ya? Ajak anakmu biar anak kita saling kenal."
"Oke. Weekend ya?" Eva langsung menyetujuinya.
"Ajak suamimu sekalian biar kenal sama suamiku juga."
Senyum tipis Eva berubah menjadi senyum kecut. "Suamiku paling nggak mau Yar,
jangan kan pergi ke rumah temen, kita liburan sekeluarga aja belum pernah."
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya, oya kamu sekarang tinggal di mana?"
"Di komplek blok Z kamu sendiri?" Eva balik bertanya.
"Aku di komplek Cempaka, udah sore nih aku pulang duluan ya, suamiku pasti sudah dirumah."
"Nebeng dong."
Niar terbelalak kaget. "Arah rumahmu kemana rumahku dimana, beda jalur tau! Tapi ya udahlah aku anter kamu dulu sekalian biar tau dimana rumahmu."
Niar mengantar Eva pulang ke rumahnya dulu, sekitar setengah jam mereka sudah sampai.
"Mampir dulu yuk?"
"Enggak, makasih keburu sore, kapan-kapan ya? Dah.." Niar melambaikan tangan sambil melajukan mobilnya kembali.
Eva juga melambaikan tangannya lalu memasuki rumahnya.
*
"Gimana hari pertama di kampus? Kok pulangnya sore banget?" tanya Yusuf setelah istrinya memasuki kamar mereka.
Niar duduk di sebelah Yusuf. "Semua berjalan lancar mas, tau nggak mas tadi Dosen yang ngajar aku adalah Eva, temen SMAku dulu jadi seneng deh aku kuliah disana." ujar Niar antusias.
Yusuf tersenyum lalu tangannya terangkat untuk membelai rambut istrinya. "Syukurlah kalau kamu senang aku juga ikut senang, kamu belum jawab pertanyaanku yang tadi?"
"Aku pulang sore karena tadi aku nganter Eva dulu ke rumahnya, sekalian biar tau dimana rumahnya."
__ADS_1
Bersambung...