Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Yusuf nyaman di kontrakan


__ADS_3

"Sayang, kamu udah mulai doyan makan ya?" tanya Yusuf setelah duduk di samping Niar.


Niar menoleh. "Loh, kamu udah pulang mas? Iya nih doyan dikit-dikit mungkin karena suasananya mendukung kali ya, sini mas aku ambilin makanan kita makan sama-sama."


Yusuf menatap makanan yang mereka bawa dengan penuh binar. "Kelihatanya enak nih."


"Pasti enak dong."


Mereka makan sambil bercanda hangat dan penuh kebahagiaan.


Ibu yusuf diam-diam mengikuti Yusuf lagi sampai di danau, dia melihat dari kejauhan sebenarnya dia iba melihat kebahagiaan anaknya, tapi mau gimana lagi dia juga tidak ingin mencoreng nama baik keluarganya.


Akhirnya Ibu Yusuf pun kembali pulang ke rumah. Di rumah dia juga merasa kesepian karena Yusuf sekarang lebih sering di kontrakan Niar, Yusuf selalu pulang malam dan pagi-pagi sudah pergi lagi, seolah-olah di rumah hanya numpang mandi dan numpang tidur saja.


"Andai aku sudah punya menantu, punya cucu yang lucu-lucu aku pasti tidak kesepian seperti sekarang, nggak-nggak aku juga nggak mau punya menantu si wanita murahan itu sudah kere tidak berpendidikan!" batin Ibu Yusuf.


Ibu Yusuf akan menyusun rencana lagi.


*


Yusuf pulang ke rumah seperti biasa dia langsung naik ke kamar dan istirahat, dan pagi-pagi Yusuf sudah siap berangkat kerja.


"Yusuf kemana saja kamu? selalu pulang malam, pagi-pagi sudah pergi lagi, kamu sudah tidak peduli lagi sama Ibumu ini?

__ADS_1


Yusuf berjalan ke arah meja makan. "Kalau Yusuf tidak peduli sama Ibu, Yusuf pasti sudah pergi dari dulu Bu."


"Kelak kamu akan mengerti kenapa ibu begini!"


"Sudahlah Bu! Yusuf males debat, Yusuf berangkat kerja saja." ujar Yusuf lalu mencium punggung tangan Ibunya.


"Kamu nggak sarapan dulu?"


"Nanti sarapan disana saja." kalimat terakhir Yusuf lalu dia keluar dari rumahnya menuju kontrakan Niar.


Seperti biasa Yusuf berangkat ke kontrakan Niar dulu dan sarapan disana.


Yusuf ke dapur terlebih dahulu. "Sarapannya sudah siap belum bi?"


"Sebentar lagi tuan."


"Masih di kamar tuan." jawab bi Imah sembari mengaduk masakannya.


"Nanti kalau sudah siap panggil aku ya bi, aku ke kamar dulu." ujar Yusuf lalu dia meninggalkan dapur menuju kamar Niar.


Bi Imah mengangguk. "Baik tuan."


Yusuf membuka pintu kamar dia melihat Niar sedang berdiri di dekat jendela sambil melamun, Yusuf segera memeluk Niar dari belakang menempelkan dagu di pundak Niar. "Selamat pagi sayang, pagi-pagi sudah ngelamun, ngelamunin apa sih?

__ADS_1


ngelamunin aku ya? baru di tinggal semalaman udah kangen?"


Niar mendengkus. "Pagi-pagi sudah hallu!"


Yusuf mengusap perut Niar. "Sudah dong sayang jangan mikir yang berat-berat inget kata dokter."


Niar mencubit pipi Yusuf. "Iya ya, bawel!"


Yusuf mengusap pipi bekas cubitan Niar. "Aww, nakal kamu ya awas aja tunggu pembalasanku!" Yusuf membalikkan tubuh Niar lalu mengecup kening, pipi dan bibirnya. "Masih berani cubit lagi? Atau malah mau nantangin aku?"


Niar mengangkat kedua tangannya. "Enggak, aku nyerah, ampun. Ayo mas sarapan dulu nanti kamu kesiangan loh."


"Okay." Yusuf membopong Niar sampai dapur.


Bi Imah telah selesai menata masakannya di meja. "Silahkan tuan sudah siap."


"Makasih bi." ujar Yusuf.


Niar hanya menunggu Yusuf makan, dirinya memakan sepotong roti dan minum susu.


Selesai sarapan Niar mengantar Yusuf sampai teras. "Hati-hati mas, nanti kalau istirahat makan siang aku di beliin rujak ya kayaknya seger siang-siang makan rujak di danau."


"Iyaa nanti aku mampir beliin buat kamu."

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih di tunggu kelanjutannya ya🙏🙏🙏


__ADS_2