
*
*
Semakin hari Kayla semakin dekat dengan Daniel sudah seperti Ayah dan anak, Karena Daniel sudah menganggap Kayla seperti anaknya sendiri pengganti Mesya.
Rasa sayang Daniel kepada Kayla lama-lama menumbuhkan rasa sayang juga terhadap Mamanya Kayla, namun dia belum menyadarinya.nDia baru menyadarinya setelah melihat kemesraan Yusuf dan Niar di depan matanya, dia merasa cemburu.
Kayla dan Erlang sekolah seperti biasa, kali ini yang menjemput mereka bukan hanya Niar sendiri tapi bersama suaminya, karena hari ini hari sabtu, Yusuf tidak kerja dan mereka mau langsung terusan ke puncak Bogor untuk
liburan keluarga.
Jam pulang sekolah telah tiba namun Yusuf dan Niar belum sampai sekolahan kerena mereka terjebak macet.
Hampir setengah jam mereka baru sampai,
anak-anak bersama Daniel di taman dekat sekolah, Yusuf dan Niar menyusul mereka ke taman, Yusuf datang dengan bergandengan tangan dengan Niar, itu yang membuat Daniel menjadi cemburu.
"Kenapa Niar datang bersama suaminya sih? biasanya sendiri." batin Daniel.
"Apa yang aku fikirkan, wajarlah kalau mereka bergandengan tangan mereka kan emang suami istri. Seharusnya aku sadar diri karena telah jatuh cinta sama istri orang, tapi tidak bisa aku pungkiri kalau Niar itu cantik, menarik dan semakin aku mengenalnya aku semakin menyukainya. Mungkin benar pepatah jawa bilang 'Witing tresno jalaran soko kulino' semakin dalam aku mengenal Niar rasa ini tumbuh dengan sendirinya, tapi kenapa itu tidak terjadi pada perasaanku sama Eva dulu? Malah sama istri orang." batin Daniel lagi.
__ADS_1
"Pak Daniel baik-baik saja? Dari tadi bengong terus."
Daniel tersentak kaget. "Oh, maaf aku baik-baik saja."
"Terima kasih pak Daniel anda sudah menjaga anak-anak saya."
"Sama-sama bu, saya sudah menganggap Erlang dan Kayla seperti anak saya sendiri."
"Kalau begitu kami pamit dulu pak Daniel."
"Silahkan."
Erlang dan Kayla bersalaman lalu meninggalkan Daniel yang masih duduk di bangku taman.
Mereka pun berangkat ke puncak menikmati Weekend bersama orang-orang tercinta.
Yusuf sudah membeli sebuah Villa disana beberapa bulan yang lalu, jadi mereka langsung menuju Villa.
Kurang lebih tiga jam mereka telah sampai di Villa, tak lupa mereka membawa bekal makanan dan perlengkapan yang di butuhkan.
Karena kali ini bi Imah tidak ikut, Niar lah
__ADS_1
yang menyiapkan makanan untuk mereka nanti malam di bantu oleh Kayla.
Malam telah tiba Niar sudah menyiapkan jagung bakar, ikan bakar dan yang lainya,
mereka makan bersama, bercanda, main tebak-tebakan dan nyanyi bersama. Menghabiskan Weekend bersama orang tercinta memang menjadi kebiasaan Yusuf.
Malam telah larut anak-anak sudah mulai ngantuk.
"Mah kita masuk yuk, Kayla ngantuk."
Niar beranjak dari tempatnya lalu menuntun Kayla dan Erlang. "Ya sudah yuk kita masuk."
Kayla dan Erlang masuk ke kamar masing-masing.
Yusuf dan Niar masih di ruang tengah nonton televisi dan ngobrol.
"Daniel perhatian sekali ya sama Erlang dan Kayla?" tanya Yusuf setelah menyeruput kopi buatan istrinya lalu meletakkan cangkir tersebut di atas meja.
Niar menyandarkan kepalanya di pundak Yusuf. "Mungkin karena dulu Kayla dan Mesya sangat dekat, jadi dia sudah menganggap Kayla seperti anaknya sendiri, emang kenapa mas? Ada yang aneh?"
Bersambung....
__ADS_1