
Yusuf membopong Niar ke kamar mandi.
Niar mengalungkan kedua tangannya di leher Yusuf. "Kebiasaan kamu mas. Nekat!"
Yusuf tersenyum. "Tapi kamu suka kan?"
"Wanita mana yang nggak suka coba?"
*
Yusuf menarik tangan Niar. "Sini sayang duduk di pangkuanku."
Niar berjalan menuju ranjang dimana Yusuf sedang duduk disana. "Mau ngasih hadiah lagi mas?"
"Enggak. Masa hadiah sering-sering jadi nggak spesial dong."
Niar telah sampai di depan Yusuf lalu menuruti kemauan suaminya, duduk di pangkuannya.
Yusuf menempelkan dagunya di bahu Niar. "Besok, dua hari aku nggak pulang ya?
Kamu tidur sendiri, dan jagain anak-anak."
Niar menoleh dengan dahi berkerut. "Mau kemana mas?"
Yusuf mengecup pipi istrinya. "Ketemu rekan kerja di Jogja terus lanjut ke Solo, jadi kalau harus bolak-balik nanggung kan tempatnya berdekatan."
Tangan Niar terangkat untuk membelai wajah Yusuf. "Iyaa, pasti aku jagain anak-anak, kamu juga jaga diri disana, jangan lupa bawa oleh-oleh khas sana ya."
Yusuf mengecup kening istrinya. "Oke."
__ADS_1
Niar turun dari pangkuan Yusuf. "Yuk istirahat, sudah malam besok kerja lagi."
Mereka menaiki ranjang, dan Niar tidur di dekapan hangat suaminya.
*
Keesokkan harinya Yusuf berangkat ke Jogja,
tidak lupa Yusuf menyuruh satpam-satpamnya untuk menjaga rumah lebih ekstra.
Ini adalah kesempatan yang bagus buat Irfan
dia bisa lebih leluasa mendekati Niar, wanita yang belum ia kenal namun sudah berhasil mencuri hatinya.
Niar di rumah bersama anak-anaknya, beserta
Malamnya Niar hendak ke minimarket di dekat rumah di seberang jalan, Niar jalan kaki.
Niar keluar sendirian itu adalah kesempatan buat Irfan bisa jelas memandang wajah cantiknya. "Selamat malam mbak, mau kemana mbak?"
"Malam, ini saya mau ke minimarket sebentar." jawab Niar.
Irfan membuka gerbang lalu Niar keluar, Irfan terus mengamati setiap langkah Niar.
Saat hendak menyeberang Niar masih di tepi jalan namun ada mobil melaju begitu kencang hampir menabrak dirinya.
Irfan yang melihat itu langsung menarik tangan niar untuk menyelamatkan wanita itu sampai mereka terjatuh di pinggir jalan depan gerbang.
Saat mereka terjatuh Irfan bisa memandang wajah cantik itu sangat dekat sekitar lima centi meter saja, Irfan juga memeluk tubuh indahnya, bisa menyentuh kulit halusnya dan mencium aroma wangi tubuhnya. Semua itu membuat dirinya semakin tergila-gila, dan terobsesi ingin memilikinya.
__ADS_1
Niar yang menyadari posisi mereka, dia segera menegakkan tubuhnya lalu berdiri.
Irfan juga segera menegakkan tubuhnya. "Maaf mbak saya lancang, anda baik-baik saja kan? Tidak ada yang terluka kan?"
"Tidak apa-apa, terima kasih sudah menyelamatkan saya."
Niar beranjak hendak masuk ke dalam rumah namun tangannya langsung di tatik Irfan. "Maaf siku tangan kanan anda terluka biar saya obati dulu."
Niar melepas tangan Irfan. "Tidak usah nanti biar di obati bibi di dalam."
Niar masuk ke dalam dan meminta bibi mengobati luka di siku tangan kanannya.
Niar membuka pintu kamar bi Imah. "Bi Imah."
"Iya mbak." bi Imah segera keluar kamar lalu melihat luka di siku Niar. "Aduh mbak tanganya kenapa?"
"Tadi jatuh dijalan, tolong di obati bi!"
"Iya mbak sebentar saya ambil obatnya dulu." BI Imah segera mengambil obat dan mengobati luka di siku tangan kanan Niar.
Sedangkan Irfan di pos masih saja terbayang-bayang dengan kejadian tadi,
semua seperti mimpi, dia bisa memeluk tubuh indah itu walau sesaat.
Bersambung...
Terima kasih buat semua yang sudah setia mengikuti karya saya šš
jangan lupa klik jempol love dan share ya š
__ADS_1