Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Kekasih niar telah kembali


__ADS_3

Laki-laki tampan yang duduk di teras kontrakkan Niar. Dia adalah Juna kekasih Niar yang setahun lalu pergi meninggalkan Niar untuk merintis karir di luar negeri, dia kembali dan sudah sukses, dia ingin segera meminang Niar pujaan hatinya yang sudah lama dia rindukan, dia tidak tau kalau semua sudah berubah.


"Maaf, anda siapa?" tanya Yusuf saat sudah di teras kontrakan Niar.


Juna menegakkan tubuhnya. "Seharusnya saya yang nanya anda siapa? Pagi-pagi sudah kesini?"


Niar keluar, Juna langsung memeluk Niar. "Sayang, gimana kabar kamu?"


Yusuf mengepalkan tangannya kuat-kuat lalu menarik tangan Niar. "Apa-apaan ini? Lepaskan Niar!"


Juna menarik kembali tangannya Niar. "Anda yang apa-apaan? Punya hak apa anda melarang-larang saya?"


Yusuf menatap Niar. "Sayang, dia siapa?"


"Apaan sayang-sayang!!" sahut Juna, lalu Juna menatap Niar. "Niar, siapa dia?"


Niar menghempaskan kedua tangan Yusuf dan Juna bersamaan. "Hentikan! kalian diam! Kalian tenang duduk dulu biar aku jelasin."


Juna meraih kembali tangan Niar. "Nggak. Aku nggak mau dia disini, suruh dia pergi sekarang juga."


Yusuf juga menarik kembali tangan Nair. "Aku tidak akan meninggalkan kalian berdua disini! siapa anda berani-beraninya ngusir saya?"


"Saya itu 'pacar' Niar PAHAM!!!" jawab Juna dengan menekan kata 'pacar'.


Yusuf menatap Niar lagi. "Benar itu sayang?"


"Benar mas." jawab Niar jujur, memang begitu adanya.


Yusuf melepaskan tangan Niar. "Aku nggak ngerti sama kamu!"


Yusuf hendak pergi, namun tangannya langsung di tarik Niar. "Jangan pergi dulu mas! dengerin aku dulu."

__ADS_1


"Udahh, biarin dia pergi." sahut Juna.


Yusuf mengeraskan rahangnya serta mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Anda makin kesini makin kelewatan!"


"Emang kenapa?!" tantang Juna. "Saya tidak akan kelewatan kalau anda pergi dari sini!"


Yusuf meletakkan kasar makanan yang ia bawa tadi. "Sudahlah, Aku males ribut, aku mau berangkat kerja, nih sarapannya."


"Nggak usah repot-repot nanti biar aku yang beliin sarapan buat Niar." sahut Juna.


Yusuf malah sengaja memanas-manasi juna dia memeluk Niar lalu mengecup keningnya.


Juna tidak tahan melihat pertunjukan itu dia menarik paksa tangan Yusuf, tanpa aba-aba Juna melayangkan kepalan tangannya di pipi Yusuf.


Yusuf tidak mau kalah dia langsung membalasnya dan terjadilah perkelahian di antara mereka.


Niar mencoba melerai keduanya. "Stop..!! Stop..!! Tolong hentikan!"


Mereka sepertinya sudah kerasukan setan, tidak ada yang memperdulikan kata-kata Niar.


Niar langsung pingsan sudut bibirnya berdarah.


Yusuf dan Juna langsung berhenti, mereka panik dan saling menyalahkan.


"Ini semua salah kamu!" ujar Juna nyolot.


"Salah kamu lah, kamu yang mulai duluan!" sahut Yusuf tak kalah nyolot.


Yusuf mengangkat tubuh Niar.


"Biar aku bawa ke rumah sakit." ujar Juna.

__ADS_1


"Nggak usah biar aku saja!" sahut Yusuf.


"Aku saja!! Niar pasti lebih suka kalau aku yang menolongnya." Juna masih ngotot.


"Aku saja, kamu kan nggak bawa mobil."


Juna terdiam sejenak. "Tinggal ambil bentar juga bisa deket kok."


"Kelamaan!" ujar Yusuf dan dia langsung membopong Niar masuk mobil.


"Eh... Eh... Ngapain kamu ikut masuk?" tanya Yusuf saat melihat Juna sudah berada di dalam mobilnya.


"Menjaga Niar lah... ngapain lagi!" jawab Juna santai.


Yusuf menghembuskan napasnya berat. "Terserah kamu lah."


Yusuf segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Sampai di rumah sakit dokter langsung menangani Niar dan mereka menunggu di luar, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Dokter pun keluar.


"Gimana keadaan Niar dok?" tanya Yusuf pada Dokter yang menangani Niar.


"Tidak apa-apa, hanya shock sebentar lagi juga siuman, kenapa pasien bisa sampai seperti ini?"


"Ini semua salah dia Dok." sahut Juna.


"Bukan Dok, ini semua salah dia, dia yang mulai duluan." jawab Yusuf, dia tidak terima dengan tuduhan Juna.


"Kalau kamu nggak nempel-nempel sama pacar saya, saya juga tidak akan seperti ini." Juna mulai emosi lagi.


"Sudah..Sudah.. jangan bertengkar disini! pasien butuh istirahat." ujar Dokter untuk melerai keduanya.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa gayss selalu dukung dan like aku tanks šŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2