Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Indahnya kebersamaan


__ADS_3

Yusuf membuang napas kasar. "Jangan nanyain dia lagi!"


Niar menatap Yusuf. "Kasian kalau masih di luar, dia itu orangnya baik loh, dulu dia sayaaaang banget sama aku."


"Sudah cukup! Jangan memujinya di depanku."


Niar mencubit pipi Yusuf gemas. "Iya ya."


"Aww Aww sakit tau, awas kamu ya nanti tak cium lagi!"


Pintu kamar terbuka, munculah sosok Juna di ambang pintu lalu berjalan ke arah ranjang. "Niar, kamu sudah sembuh? kok sudah bisa ketawa-tawa?"


"Sudah kok cuma bibirku masih sedikit sakit." jawab Niar.


Juna berdiri di sebelah ranjang. "Aku pulang dulu ya, keluargaku nyariin karena tadi aku belum pulang ke rumah. Begitu sampai di Indonesia aku langsung ke kontrakan kamu."


Niar mengangguk. "Iya mas hati-hati."


Juna berjalan lagi keluar kamar dan pulang ke rumahnya.


*


Beberapa jam kemudian Yusuf dan Niar juga pulang, mereka langsung ke apartemen.


"Selamat datang tuan, nyonya." sambut bi Imah setelah membuka pintu apartemen.


Niar melangkah masuk ke dalam. "Terima kasih bi."


"Tolong bikinin minuman bi!" titah Yusuf pada bi Imah.


"Tidak usah aku belum haus."


"Ya sudah masak saja bi buat kita nanti malam."


"Tidak usah masak lah mas, aku belum bisa makan."

__ADS_1


"Tapi aku mau makan di temenin kamu."


"Terserah kamu." ujar Niar pasrah.


"Masa setiap hari kamu nggak makan sayang?" tanya Yusuf.


"Tidak apa-apa kan masih bisa minum susu, makanan ringan dan buah yang bisa masuk." jawab Niar.


"Ya sudah, kalau butuh apa-apa jangan sungkan-sungkan panggil bi Imah ya."


"Iyaaa."


"Istirahat dulu sayang aku anter ke kamar ya."


"Yuk, aku juga capek masih lemas."


Yusuf menuntun Niar masuk ke kamar lalu membaringkan tubuh Niar. Niar menarik tangan Yusuf. "jangan pergi dulu mas!"


Yusuf duduk di tepi ranjang. "Iya sayang, jadwalnya masih biasa kok pagi siang sore aku pasti disini temenin kamu."


Yusuf melonggarkan pelukannya. "Aku bikinin susu ya? Biar perut kamu ada isinya."


"Nanti aja mas masih males, toiletnya di mana mas?"


Yusuf menoleh ke arah toilet. "Itu disana, kamu mau ke toilet?"


"Iya mau pipis, tapi aku maunya di gendong ke toiletnya." ujar Niar manja.


Yusuf mencubit hidung Niar. "Sekarang kamu manja ya, ayo sini aku gendong sampai toilet."


Yusuf mengangkat tubuh Niar lalu melangkah menuju toilet. "Sudah sampai, sana masuk!"


"Tapi tungguin ya nanti baliknya gendong lagi." ujar Niar sebelum menutup pintu toilet.


"Iyaa, kamu makin gemesin deh."

__ADS_1


Niar menutup pintu, hanya butuh beberapa menit, Niar sudah keluar dari toilet dan di gendong lagi sampai ranjang.


"Minum susu dulu ya biar aku suruh bi Imah buatin." tanya Yusuf setelah membaringkan tubuh Niar di ranjang.


"Nggak mau! aku maunya kamu yang buatin."


Yusuf mengusap pipi Niar. "Kok tambah manja sih? Sebentar aku bikinin dulu, mau susu sama apalagi?"


"Susu aja." jawab Niar cepat.


Yusuf keluar kamar menuju dapur lalu mulai membuat susu.


Bi Imah yang melihat Yusuf sedang menakar susu, lalu bi Imah mendekat. "Biar saya saja tuan yang bikin susunya."


Yusuf menoleh. "Tidak apa-apa bi hanya bikin susu doang, bi Imah lanjutin masak saja biar cepat matang aku sudah lapar bi."


Bi Imah mengangguk. "Baik tuan."


Yusuf telah selesai lalu Yusuf masuk lagi ke kamar beserta susu hangat di tangannya. "Ini sayang susu hangatnya."


Niar meraih susu hangat dari tangan Yusuf. "Makasih mas."


Yusuf mengamati Niar yang sedang meminum susunya. "Sayang, nanti temenin aku makan ya."


Niar menghentikan kegiatannya. "Iyaa, emang sudah siap makanannya?"


"Belum sih mungkin sebentar lagi."


Niar menaruh gelasnya di atas nakas. "Nanti setelah makan langsung pulang ya, ini sudah larut malam aku nggak enak sama Ibu kamu."


"Ibu kan sudah tau kalau sekarang aku sedang bersama kamu."


"Terus ibu marah nggak?"


Bersambung...

__ADS_1


Hay gayss,, mohon maaf bila masih banyak kata yang salah,, tanks šŸ™šŸ™


__ADS_2