Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Daniel 11


__ADS_3

Yusuf langsung naik darah, dia melayangkan kepalan tangannya ke pipi Daniel. "Kamu gila!! Mencintai istri orang, sudah aku menduga kalau selama ini kamu ada rasa pada istriku."


Daniel tersenyum kecut. "Memang aku gila, gila karena cinta yang salah tempat, tapi aku bisa apa? Aku bahkan tidak bisa menolak perasaanku sendiri."


Niar segera menarik lengan Yusuf. "Sabar mas, ini tempat umum."


Yusuf menatap Niar. "Dan kamu Niar, aku tunggu kamu di rumah sekarang juga!"


Yusuf pergi meninggalkan Niar begitu saja. Padahal biasanya dia selalu bersikap lembut,


menggandeng tangannya dan membukakan pintu mobil untuknya. Niar menjadi takut, selama mereka menikah Yusuf belum pernah secemburu ini.


"Ini semua gara-gara kamu!" ucap Niar kepada Daniel.


"Maafin aku Niar, aku tidak menyangka kalau jadi kayak gini, aku tidak tau kalau suamimu ada disini."


Tanpa mau mendengar penjelasan dari Daniel lagi, Niar juga pergi dia pulang ke rumah meskipun dengan rasa takut.

__ADS_1


Kurang lebih setengah jam kemudian Niar sampai rumah dan Yusuf sudah sampai duluan. Niar segera menyusul Yusuf di kamar, Niar membuka pintu dan Yusuf sudah berdiri di dekat jendela dengan raut wajah sedih.


Niar melangkah dengan ragu menuju jendela kamar. "Maafin aku mas, demi Tuhan aku tidak ada perasaan apa-apa pada Daniel, sedikitpun tidak ada."


"Tapi kenapa kamu mau di sentuh-sentuh sama dia!! Aku kecewa sama kamu!"


"Aku sudah mengelak mas."


"Buktinya dia bisa menyentuh tanganmu."


Yusuf memperlihatkan sebuah kotak yang dia kantongi dari tadi lalu membukanya di hadapan Niar. "Sebuah cincin yang cantik untuk jari manismu, sudah aku persiapkan sebagai kejutan untuk ulang tahun pernikahan kita yang ke 12, namun semua hancur berantakan setelah aku melihat pertunjukan tadi. Yusuf melempar cincin itu keluar jendela dan tercebur di kolam renang belakang rumah.


"Aku terlanjur kecewa padamu!" Yusuf pun pergi, dia kembali ke kantor dengan hati yang hancur.


Setelah Yusuf pergi, Niar lari menuju kolam renang, sambil menangis dia menceburkan diri ke kolam lalu mencari cincin yang di buang Yusuf tadi. Niar sudah mengelilingi kolam namun cincin itu tidak ketemu, Niar sudah putus asa.


Tiba-tiba ada seseorang yang memberi cincin itu, entah bagaimana caranya dia melompat pagar belakang rumah.

__ADS_1


"Ini cincin kamu."


Niar meraih cincin tersebut dari tangan Daniel. "Makasih, silahkan anda pergi! Aku tidak mau keadaan semakin kacau kalau anda tetap disini."


"Sekali lagi maafin aku Niar." Daniel pun pergi melompat pagar lagi.


Dengan basah kuyup Niar kembali ke kamar, duduk bersandar dinding, Niar terus menangis sambil memandangi cincin itu.


Sampai sore Niar tidak mengganti pakaiannya dia masih memakai baju basah tadi, lama-lama tubuhnya menggigil.


Yusuf pulang dari kantor lalu memasuki kamar dan mau mandi, dia melihat istrinya menggigil, menangis dan memandangi cincin pemberianya tadi.


Secepat kilat Yusuf langsung mendekati istrinya. "Sayang, kamu mengambil cincin tadi? Sampai basah kuyup begini? Kamu Tidak ganti baju? Kamu bisa demam sayang, sekarang kita mandi terus ganti baju ya."


Niar hanya menggeleng samar, dia masih menangis dan Yusuf pun memeluknya. "Maafkan aku sayang, aku sudah terbakar api cemburu, seharusnya aku tidak marah padamu, seharusnya aku marah pada Daniel,


dia yang sudah lancang berani menyentuh istri orang."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2