Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Mengenal papa


__ADS_3

"Biarlah waktu yang akan mengenalkan Erlang sama Papanya." ujar Niar.


Yusuf menatap Niar "Erlang? Nama anak kita Erlang sayang?"


Niar mengangguk. "Iya mas, namanya Erlangga Samudra."


Yusuf tersenyum sumringah. "Kamu memberi namaku di belakang nama anak kita?"


"Iya mas, selamanya namamu akan melekat pada diri Erlang."


"Terima kasih sayang."


"Kamu ngapain disini mas?"


"Tadi aku habis ketemu rekan bisnis yang kebetulan nginep juga di hotel ini, kamu sendiri ngapain disini?" tanya Yusuf.


"Aku tadi malam habis menghadiri pesta resepsi mas Juna." jawab Niar.


Yusuf membulatkan matanya. "Juna menikah?"


"Iya, dan sebentar lagi aku juga akan kembali ke Bogor."


Yusuf meraih tangan Niar. "Aku mohon sayang jangan pergi lagi, aku nggak sanggup kalau harus berpisah dengan kalian lagi."


Niar melepas genggaman tangan Yusuf. " Enggak bisa mas, aku sudah nyaman disana, hidup bertiga bersama bi Imah dan Erlang."


"Jangan tinggalkan aku lagi sayang, tanpamu separuh jiwaku seakan pergi bersamamu."


"Tapi nyatanya kamu masih tetap hidup kan sampai sekarang."


"Oke. Tapi izinkan aku membawa Erlang sebentar, aku ingin mempertemukan Erlang dengan Oma nya."

__ADS_1


"Enggak! Aku nggak setuju, Ibumu sangat membenci aku dia pasti juga akan membenci anakku."


"Itu tidak akan terjadi, karena Erlang adalah cucunya."


Niar menatap Yusuf. "Kamu yakin?"


"Sangat yakin, ibu sudah lama menginginkan cucu." ujar Yusuf mantap.


"Tapi sebentar saja ya? Dan aku juga tidak mau turun aku nunggu di dalam mobil."


"Iya." jawab Yusuf singkat.


Saat itu juga mereka langsung berangkat ke rumah Yusuf, seperti kesepakatan tadi, Niar menunggu di mobil bersama bi Imah.


Yusuf turun dari mobil dan membopong Erlang masuk rumah, Erlang sudah mulai nempel sama Papanya.


"Yusuf, kamu bawa anak siapa itu?" tanya Ibu setelah melihat Yusuf memasuki rumah beserta anak kecil di gendongannya.


"Coba perhatikan anak ini Bu." pinta Yusuf.


Yusuf terkekeh. "Ya jelas miriplah, karena dia memang Yusuf Junior."


Ibu membelalakkan matanya. "Maksudnya?"


Yusuf menoel hidung Erlang. "Si ganteng ini adalah anak Yusuf, cucu Ibu."


Ibu Yusuf langsung memeluk Erlang dan lagi-lagi Erlang menolaknya.


Ibu mendesah kecewa. "Sayang, ini Oma nak, nenek kamu, kamu namanya siapa?"


"Namanya Erlangga Samudra Bu panggilanya Erlang." jawab Yusuf.

__ADS_1


"Nama kamu bagus sekali nak, Oma gendong kamu boleh?" ujar Ibu sembari merentangkan kedua tangannya hendak menggendong Erlang.


Erlang menggeleng cepat.


Ibu mengedarkan pandangannya. "Oya, mamanya mana kok nggak ikut?"


"Niar menunggu di mobil Bu, dia nggak mau turun takut akan terjadi banyak masalah lagi."


"Biar Ibu yang membujuk Niar."


Yusuf menarik pergelangan tangan Ibunya. "Bu..bu.. nggak usah bu, kami cuma sebentar."


Ibu menghentikan langkahnya. "Memangnya kalian mau kemana? ninggalin Ibu sendirian?"


"Niar mau balik ke bogor Bu dan Yusuf yang akan mengantarnya."


"Terus cucu ibu?" tanya Ibu.


"Ikut mamanya Bu." jawab Yusuf.


"Ibu mau bertemu Niar." Ibu melanjutkan langkahnya hingga sampai di mobil lalu mengetok pintu mobil, sontak Niar kaget, dia memberanikan diri membuka pintu mobil. ""Ada apa bu?"


Ibu Yusuf langsung memeluk Niar. "Niar tolong maafkan Ibu, selama ini Ibu banyak salah padamu."


Niar hanya diam di peluk Ibunya Yusuf. "Niar sudah memaafkan ibu kok, jauh sebelum Ibu minta maaf."


Ibu meraih tangan Niar. "Jangan bawa cucu Ibu pergi Niar, Ibu nggak mau jauh-jauh dari cucu Ibu."


"Maaf bu, kalau itu Niar nggak bisa,


hidup disana jauh lebih damai, saya lebih bahagia disana."

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih buat para pecinta novel yang sudah mampir di novel ku😘😘 jangan lupa like&share ya🙏🙏🙏


__ADS_2