Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Yusuf sangat perhatian


__ADS_3

*


*


"Niar.... kamu dimana?" teriak Yusuf sembari terus berjalan mencari keberadaan Niar.


"Kita berpencar aja Kak." ujar Andi dan disetujui oleh Yusuf.


Akhirnya mereka berpencar, Yusuf menelusuri kota pakai mobil dan Andi mencari di sekitar komplek kontrakan.


Di tengah jalan Yusuf baru teringat kemungkinan Niar berada. "Mungkin Niar di makam Ayahnya" batin Yusuf.


Yusuf putar arah lalu menuju makam, dan ternyata benar Niar memang ada di makam Ayahnya sedang menangis.


Yusuf mendekati Niar lalu berjongkok di belakangnya sembari mengusap punggungnya. "Sayang, maafin aku yang telah membuat kamu sedih dan menangis seperti ini."


"Tinggalkan aku sendiri!" titah Niar tanpa menoleh.


"Aku tidak mungkin ninggalin kamu sendiri dalam keadaan seperti ini Niar."


Niar menoleh dengan derai air mata. "Kamu kan yang membuat keadaanku terpuruk seperti ini. Tolong, aku masih ingin sendiri!"


"Baiklah. Aku akan pergi." ujar Yusuf sembari menegakkan tubuhnya lalu berjalan meninggalkan Niar sendiri di makam Ayahnya. Tapi dia tidak pulang, Yusuf tetap menunggu Niar di luar makam.


*


Setelah menunggu berjam-jam akhirnya Niar keluar dari makam dan Yusuf segera menghampirinya. "Sayang, ayo kita pulang."


Niar mengernyit. "Kenapa kamu masih di sini?"


"Nungguin kamu dan anak kita."


"Aku sudah bilang kalau aku ingin sendiri!"

__ADS_1


Yusuf meraih tangan Niar. "Izinkan aku menemani kamu Niar."


Niar menghempaskan tangan Yusuf. "Enggak!! Aku kecewa sama kamu!"


"Sayang, tolonglah mengerti, aku diposisi yang serba salah. 'Jaga Ibumu, jadilah anak yang berbakti!' Itulah janjiku dan amanah Ayahku sebelum meninggal."


Niar menatap Yusuf. "Terus bagaimana dengan amanah dari Ayahku?"


"Aku akan terus menjaga kamu dan anak kita." jawab Yusuf.


"Kamu kira itu gampang, hanya menjaga saja itu tidak cukup, anak kita butuh status, pengakuan yang sah dari negara, terus bagaimana kata orang-orang kalau mereka tau aku hamil di luar nikah?"


Yusuf kembali meraih tangan Niar hendak menuntunnya masuk mobil. "Nanti aku pikirkan jalan keluarnya, sekarang kita pulang dulu."


Niar juga kembali menghempaskan tangan Yusuf. "Aku tidak mau!!."


Karena Niar menolak di tuntun, akhirnya Yusuf mengangkat tubuh Niar paksa, dia membopong Niar hingga memasuki mobilnya.


Sampai di kontrakan Yusuf mengambil makanan untuk Niar tapi Niar menolak, Yusuf tetap berusaha menyuapi Niar, baru dua sendok Niar muntah karena memang sejak hamil Niar belum doyan nasi.


Yusuf mengelus elus perut Niar dan berkata


"Sayang, jangan nakal-nakal dong kasian Mama." Yusuf kembali ke dapur membuat susu hangat untuk Niar.


Yusuf kembali dari dapur beserta segelas susu hangat di tangannya. "Ini sayang susunya di minum, atau kamu mau makan sesuatu? biar aku beliin."


Niar menggeleng. "Aku nggak mau apa-apa."


Andi pun datang dia baru pulang setelah berkeliling kompleks. "Kakak tidak apa-apa? kak Niar dari mana? kita bingung nyari Kakak."


"Kakakmu tadi di makam Ayah." sahut Yusuf.


Andi berjalan mendekati Kakaknya. "Kakak kangen sama Ayah? Jangan terlalu sedih Kak, kasian Ayah, Ayah pasti sedih kalau melihat kakak seperti ini. Ya sudah susunya di minum Kak terus istirahat Kakak pasti capekkan."

__ADS_1


Niar meminum susu sedikit lalu berdiri hendak ke kamar.


Sebelum Niar melangkah Yusuf segera memeluk Niar. "Istirahatlah sayang, tidur yang nyenyak maafin aku yang belum bisa membahagiakan kamu."


Niar tidak bisa berkata apa-apa dia menangis dan membalas erat pelukan Yusuf.


Yusuf melonggarkan pelukannya. "Aku pulang dulu, besok pagi aku mampir kesini lagi."


Niar mengangguk. "Hati-hati.


Yusuf mencondongkan tubuhnya lalu mengelus serta mencium perut Niar. "Temenin Mama ya nak."


Yusuf menegakkan tubuhnya kembali lalu berjalan keluar dari kontrakkan Niar.


*


Yusuf menepati janjinya, pagi-pagi dia sudah datang lagi membawa sarapan.


Andi sudah bangun dia sedang bersiap-siap hendak lari pagi.


"Pagi Ndi" sapa Yusuf.


"Pagi kak." jawab Andi sembari mengikat tali sepatunya.


Yusuf celingukan mencari Niar. "Kak Niar dimana?"


"Kayaknya masih di kamar Kak belum bangun."


Bersambung....



Hay gayss gimana makin seru kan?? ikuti terus kelanjutan ceritanya ya,, tanks šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2