Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Daki gunung 4


__ADS_3

*


*


Yusuf masih terus mengusap punggung putrinya. "Kayla sayang, sudah jangan menyalahkan diri sendiri, ini kecelakaan kita berdo'a semoga kakakmu tidak apa-apa."


Mereka menunggu diluar dan akhirnya Dokter yang menangani Erlang keluar.


"Bagaimana kondisi anak saya Dok?" tanya Yusuf.


"Mari silahkan bapak ibu ikut ke ruangan saya." jawab Dokter ramah.


Yusuf dan Niar mengikuti langkah Dokter menuju ruangannya.


"Silahkan duduk." titah sang Dokter sembari dirinya juga duduk di kursi berseberangan meja dengan Yusuf dan Niar.


Yusuf dan Niar menuruti perintah Dokter, mereka segera menarik kursi lalu duduk di kursi tersebut.


"Begini pak, bu. Pasien terperosok jurang cukup dalam dan benturan perut di bagian pinggang menghantam batang pohon juga sangat keras mengakibatkan fungsi ginjalnya rusak dan harus melakukan transplantasi ginjal." ujar Dokter membuat Yusuf dan Niar shock, bahkan Niar kembali menangis.


"Ambil ginjal saya dok." ujar Yusuf.


"Ambil juga ginjal saya dok." Niar menimpali.

__ADS_1


Dokter mengangguk paham. "Baik kalau begitu bapak dan ibu harus melakukan serangkaian tes, untuk jadi pendonor harus mengikuti tes apakah ginjal anda benar-benar cocok dengan pasien."


"Pasti salah satu di antara kami cocok Dok karena kami orang tua kandungnya."


Dokter pun memanggil suster dan berselang waktu lama suster sudah memasuki ruangan Dokter. "Silahkan tes bersama suster." ujar Dokter dan langsung di setujui oleh Yusuf dan Niar.


Yusuf dan Niar menjalani serangkaian tes dan hasilnya masih menunggu.


Sambil menunggu Yusuf dan Niar memasuki kamar rawat Erlang.


Niar duduk di kursi sebelah ranjang sembari mengusap lembut lengan putranya. "Erlang sayang malang sekali nasibmu nak.


Yusuf berdiri di sebelah istrinya yang duduk di kursi. "Erlang sayang kamu bertahan ya Papa akan donorkan ginjal Papa buat kamu."


Niar menoleh untuk menatap putrinya. "Ginjal kakakmu rusak karena dia menghantam batang pohon terlalu keras dan harus transplantasi ginjal yang masih sehat."


"Kayla juga mau ikut tes Mah siapa tau ginjal Kayla cocok." ujar Kayla dan di balas gelengan cepat oleh Yusuf. "Nggak usah nak, kamu masih muda biar ginjal Papa saja yang di ambil."


"Kayla mau tes Pah." kekeh Kayla lalu dia menunduk. "Ini semua juga salah Kayla."


*


"Bagaimana hasilnya Dok? Salah satu dari kami ada yang cocok kan?" tanya Yusuf pada Dokter ketika hasil tes sudah keluar.

__ADS_1


"Ginjal bu Niar tidak cocok dan ginjal mbak Kayla juga tidak cocok." jawab Dokter.


"Berarti ginjal saya cocok kan dok?" tanya Yusuf lagi.


Dokter menghela nafas pelan lalu memijit pangkal hidungnya. "Begini pak, dengan berat hati saya sampaikan, ginjal anda memang cocok dengan pasien tapi--." Dokter menjeda kalimatnya seakan tidak tega untuk menyampaikan kabar buruknya.


"Tapi apa dok? Masalah biaya?" tanya Yusuf cepat.


Dokter menggeleng. "Bukan masalah biaya pak, ginjal anda memang cocok tapi saat ini anda sedang mengidap penyakit serius."


"Apa dok penyakit serius?" Niar menutup mulutnya. "Selama ini suami saya baik-baik saja Dok."


"Saat ini pak Yusuf menderita penyakit Leukemia stadium dua, jadi pak Yusuf harus segera menjalani pengobatan agar bisa di sembuhkan."


"Bagaimana dengan ginjal buat anak saya Dok? Apa tidak bisa walaupun saya sakit tapi ginjal saya tetap di ambil."


"Tidak bisa pak, pendonor ginjal harus bebas penyakit, kita harus mencari pendonor lain."


Niar menangis dia semakin sedih Erlang belum punya pendonor dan Yusuf Leukemia.


"Saya sangat menyarankan pak Yusuf sesegera mungkin menjalani pengobatan, kalau di tidak segera menjalani pengobatan maka stadium akan berlanjut dan mengakibatkan kematian."


Niar semakin terisak hingga tubuhnya bergetar.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2