Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Staff OB nakal 3


__ADS_3

*


*


"Ada apa bi?" tanya Niar setelah membuka pintu.


"Di bawah ada yang nyariin tuan." jawab bi Imah.


"Suruh tunggu sebentar ya bi!" titah Niar dan di angguki oleh bi Imah. "Baik mbak."


Bibi turun dan Niar masuk ke kamar lagi. "Sayang, itu di bawah ada tamu."


Yusuf mengernyit. "Siapa ya? Perasaan aku tidak janjian dengan siapa-siapa."


"Dari pada penasaran, mending kita turun sekarang." kata Niar dan di setujui oleh Yusuf.


Mereka menuruni tangga menuju ruang tamu.


Dan ternyata yang datang adalah pak Irwan bersama anaknya yang masih kecil seumuran dengan Kayla.


"Ngapain kamu ke sini??!!" tanya Yusuf dengan nada meninggi.


Pak Irwan langsung beranjak dari sofa. "Pak tolong jangan pecat saya pak, saya butuh pekerjaan itu untuk menghidupi anak saya pak, kalau saya nganggur gimana dengan masa depan anak saya pak."


Yusuf berjalan lalu duduk di sofa beserta Niar di sebelahnya, berseberangan dengan pak Irwan. "Seharusnya sebelum kamu berbuat nekat kamu juga pikirkan terlebih dulu dampaknya!"

__ADS_1


pak Irwan kembali duduk di sofa. "Jujur pak saya sudah lama pisah dengan istri saya, saya manusia biasa punya rasa rindu bercinta dengan wanita."


"Kamu tetap salah! Seharusnya kamu cari istri lagi bukan istri orang yang jadi korban!!"


"Sekali lagi saya minta maaf pak, tolong ijinkan saya kembali bekerja pak, saya janji akan menjadi karyawan yang lebih baik lagi."


"Keputusan saya tetap tidak akan berubah!" Yusuf masih kekeh dengan keputusannya.


Niar menarik tangan Yusuf dan agak menjauh dari pak Irwan.


Niar mengusap lengan suaminya. "Terima saja mas, kasian anaknya masih kecil seumuran dengan Kayla. Tidak ada salahnya memberi kesempatan sekali lagi? Kalau dia mengulanginya lagi barulah kita tegas sama dia."


Yusuf menatap Niar. "Tapi yang jadi korban tadi itu kamu loh."


Niar tersenyum tipis. "Tidak apa-apa aku sudah maafin dia."


"Benerrr."


"Baiklah kalau itu mau kamu, aku akan memperkerjakan dia kembali." ujar Yusuf pasrah lalu dia menatap pak Irwan lagi. "Oke, saya akan memberi kesempatan sekali lagi buat kamu, itu pun karena permintaan istri saya, kamu sudah menginjak-injak harga dirinya tapi istri saya masih berbaik hati dan memaafkan kamu, dan saya akan menerima kamu kerja di kantor kembali."


Senyum Pak Irwan langsung terbit di sudut bibirnya. "Terima kasih banyak pak, terima kasih banyak bu."


"Tapi ingat, gunakan kesempatan itu baik!!"


"Baik pak saya janji, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, kalau begitu saya permisi pulang pak."

__ADS_1


Pak Irwan beranjak dari sofa beserta putrinya lalu berjalan menuju pintu utama.


"Semua sudah beres, dan sekarang aku mau nagih janji sama kamu."


Yusuf mengernyit. "Janji apa? Perasaan, aku nggak janji apa-apa sama kamu."


Niar mencubit pipi Yusuf. "Janji kamu yang katanya mau gendong aku setiap hari."


Yusuf pun mengangkat tubuh Niar menaiki tangga menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar Yusuf tidak menurunkan Niar di ranjang tapi memangkunya terlebih dahulu. Yusuf menyingkirkan anak rambut Niar yang menutupi telinganya. "I love you." bisik Yusuf di telinga Niar.


"I love you too sayang." Niar mengusap pipi Yusuf lalu mengecup bibirnya. Yusuf pun membalas kecupan Niar dengan menghisapnya lembut.


"Ciumanmu selalu membuat aku kecanduan mas." bisik Niar tepat di depan wajah Yusuf.


*


Pagi menjelang, seperti hari-hari biasa Yusuf bangun dan mandi, Niar menyiapkan baju kerja Yusuf terus turun menyiapkan sarapan.


Semua sudah berkumpul dan sarapan pun telah siap, mereka sarapan bersama dan berangkat dengan tujuan masing-masing,


Yusuf ke kantor dan anak-anak ke sekolah.


Tinggallah Niar hanya dengan para pembantu,

__ADS_1


Niar merasa kesepian karena kemarin dia masih nemenin suaminya kerja.


Bersambung...


__ADS_2