
*
*
"Nanti kita mau langsungan pulang atau mampir makan malam dulu mas?" tanya Niar sembari berjalan menuju mobil.
"Langsung pulang saja ya, kasian Kayla di rumah sama bi Imah."
"Tapi nanti kita mampir beli jagung bakar di ujung jalan sana ya mas."
"Iyaa apa lagi? Kamu minta di beliin apa aja kalau aku masih mampu membayarnya pasti aku beliin. Masih untung istriku cuma minta di beliin ini itu, coba kalau seandainya kamu minta di bikinin candi kurun waktu semalam kayak roro jonggrang, gimana coba?"
niar tersenyum tipis. "kamu ini mas ada-ada aja."
Yusuf pun mengecup senyum manis istrinya. "Ayo masuk." titah Yusuf sembari membuka pintu mobil.
"Makasih."
Mereka pulang, namun sebelum pulang mampir membeli jagung bakar di ujung jalan, oleh-oleh untuk Kayla dan bi Imah dirumah.
*
"Kayla sayang, Papa pulang nih Papa bawain oleh-oleh buat kamu." ujar Yusuf sembari mengedarkan pandangannya mencari sosok Kayla.
Kayla langsung beranjak dari sofa depan televisi. "Papa Mama kok baru pulang?"
"Tadi mampir beli oleh-oleh buat kamu sama bi Imah, oya bi Imah mana?"
__ADS_1
"Bi Imah munculah!!" teriak Kayla.
Bi Imah berjalan tergopoh-gopoh dari dapur. "Iya non ada apa?"
"Sini bi makan jagung bakar sama-sama."
"Saya bawa ke belakang saja non." tolak bi Imah halus.
Kayla menarik lengan bi Imah. "Sini saja bi, ngapain di belakang sih?"
"Baik non." bi Imah akhirnya menuruti kemauan Kayla.
Yusuf Niar Kayla dan bi Imah makan jagung bakar bersama sambil ngobrol sampai larut malam.
"Tidur yuk mas udah larut malam nih."
"Iya non."
Yusuf dan Niar tidur duluan, Kayla dan bi Imah masih lanjut bergadang.
Menjelang pagi Niar bangun lebih dulu. "Bangun mas sudah pagi biasanya kalau minggu pagi kamu gowes." lalu Niar menepuk pelan pipi Yusuf dan Niar tersentak kaget saat merasakan pipi Yusuf yang panas. "Kamu demam mas."
Niar menuruni ranjang lalu ke bawah mengambil obat turun panas dan kompres.
Niar membantu Yusuf meminum obat turun panas. "Bangun dulu mas minum obat dulu biar panasnya turun."
Yusuf meminum obat dan kembali berbaring,
__ADS_1
Niar segera mengompres dahi Yusuf.
"Perasaan tadi malam kamu nggak apa-apa mas kok tiba-tiba sekarang demam tinggi kayak gini." gumam Niar "Aku panggilin dokter ya?" lanjutnya.
Yusuf menggeleng samar. "Nggak usah, paling setelah minum obat juga sembuh."
"Tapi kalau yang di rasakan tambah parah kamu bilang aku ya jangan di tahan."
"Iyaa."
"Ya sudah kamu tidur lagi saja mas."
"Maunya di temenin kamu."
"Dasar manja!" Niar kembali berbaring di samping Yusuf.
Yusuf akhirnya tidur lagi, setelah Yusuf tidur Niar ke bawah untuk membuat bubur buat Yusuf, setelah bubur sudah siap Niar ke atas lagi, ternyata Yusuf masih terlelap, akhirnya Niar memutuskan untuk mandi.
"Selamat pagi sayang sudah enakkan sekarang?" tanya Niar sembari memeriksa dahi Yusuf lalu mengecupnya.
"Pagi juga sayang, kamu kok sudah cantik sih?"
"Sudah dong, sarapan ya mas aku sudah buatin bubur buat kamu, duduk dulu aku suapin."
Yusuf menurut saja dia duduk di ranjang dan makan bubur di suapi oleh istri tercinta.
bersambung....
__ADS_1