Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Orang ketiga 1


__ADS_3

"Mau merebut suamimu lah


ups, salah lebih tepatnya calon suamiku."


"Jangan harap kamu bisa merebut mas Yusuf dariku."


Kirana mengibaskan tangannya. "Helloooo... kamu belum tau siapa aku, aku bisa lakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang aku mau, termasuk menyingkirkanmu dari kehidupan mas Yusuf!"


Ibu Yusuf akhirnya juga ikut keluar. "Ada apa ini?"


Kirana mendekati Ibu. "Kirana datang lagi bu, calon menantu Ibu."


"Kamu ini bicara apa?!"


"Aku serius Bu, aku ingin balikan sama mas Yusuf." ujar Kirana santai.


"Sebaiknya kamu jangan ganggu Yusuf lagi! Dia sudah bahagia bersama istri dan anaknya."


"Apa? Bahagia? Dia cuma wanita malam Bu, wanita murahan!"


Niar menjadi geram. "Aku memang wanita malam, tapi setidaknya aku tidak jahat pada orang lain, aku tidak matre seperti kamu yang rela meninggalkan tunangannya demi laki-laki lain yang lebih kaya!"


Kirana mengangkat tangan dan hampir mendarat di pipi Niar namun di tahan oleh ibu Yusuf. "Jangan ada kekerasan di rumah ini!"


"Tapi dia lancang Bu!"


"Memang kenyataannya kan??!" ujar Niar.


"Diam kamu!" Kirana sudah menggunakan nada tinggi.


"Hentikan! Sebaiknya kamu pergi Kirana! Aku nggak mau ada keributan di rumah ini!"

__ADS_1


"Ok. Kirana akan pergi atas permintaan Ibu, karena Kirana menghormati Ibu, sebagai calon mertua Kirana."


"Silahkan pergi! Masih ingat jalan pulang kan?"


Kirana pergi dengan muka kesal, ternyata Ibu Yusuf lebih membela wanita itu.


Ibu menatap Niar. "Niar kamu tidak apa-apa kan?"


Niar menggeleng. "Tidak apa-apa Bu."


Ibu lalu menarik lengan Niar. "Ayo masuk."


Mereka masuk rumah serta menutup pintu lalu berjalan menuju sofa.


"Niar, lain kali kalau wanita itu datang kamu jangan keluar ya, wanita itu bisa nekat


kamu harus hati-hati." ujar Ibu setelah duduk di sofa.


"Iya Bu terima kasih."


Sorenya Yusuf pulang dan Niar menyambutnya dengan hangat, Niar mengambil alih tas kerja Yusuf. "Capek?"


Yusuf mengecup kening istrinya lalu berjalan masuk rumah sambil merangkul pundak Niar. "Capek fisik sih tidak tapi capek hati."


Niar mengernyit. "Maksudnya?"


"Tadi Kirana ke kantor sayang."


Niar membulatkan matanya. "Masa sih mas? Tadi dia juga ke sini loh."


Yusuf membelalakkan matanya lebar-lebar. "Apa?! Tapi kamu nggak apa-apa kan sayang?

__ADS_1


Kamu di apain sama dia?"


"Dia hampir menampar aku, tapi Ibu segera mencegahnya."


"Sayang, lain kali kalau wanita itu datang kamu jangan keluar ya, aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu, dia orangnya nekat." ujar Yusuf menasehati istrinya.


"Iyaaa tadi Ibu juga bilang begitu kok,


yuk mandi."


"Yuk." Yusuf langsung membopong Niar naik tangga menuju kamar.


Niar mengalungkan kedua tangannya di leher Yusuf. "Kamu nggak capek mas? Seharian kerja sekarang pulang kerja kamu gendong aku."


"Enggaklah sayang, sebelum mandi bercinta dulu yuk." bisik Yusuf.


Niar tersenyum. "Nanti malam aja ya, sekarang kamu capek, lebih baik kamu mandi terus makan malam baru deh bercinta sepuasnya."


"Tapi aku maunya sekarang."


Niar terkekeh. "Sabar dong, kamu nggak mau bermain sama Erlang dulu? Dari tadi dia nungguin Papanya loh."


"Sekarang Erlang dimana sayang?"


"Main sama bi Imah di kamarnya." jawab Niar.


Yusuf menurunkan Niar di ranjang. "Ya sudah aku mandi dulu terus nyusul Erlang."


Yusuf masuk kamar mandi dan Niar menyiapkan baju tidur untuk suaminya.


Selesai mandi Yusuf turun dan ke kamar Erlang. "Hai anak Papa yang ganteng."

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan share ya terima kasih šŸ™šŸ™


__ADS_2