
Yusuf membalikkan badan Niar dan membalas pelukankan istrinya.
Yusuf baru menyadari kalau selama Ibu meninggal dia agak dingin dengan istrinya. "Maafin aku sayang akhir-akhir ini aku dingin sama kamu."
Niar mendongak. "Tidak apa-apa mas aku ngerti kok."
Yusuf melonggarkan pelukannya. "Yuk, siap-siap kita berangkat jam sepuluh loh."
Niar mengeratkan pelukannya kembali. "Aku masih kangen sama kamu mas."
"Aku punya kejutan buat kamu di bali nanti."
"Apa itu?" tanya Niar penasaran.
"Apa yaaaa..?" Yusuf tersenyum lalu menoel hidung Niar. "Kalau di kasih tau sekarang namanya bukan kejutan."
"Yuk siap-siap, sekarang kita ke kamar lalu packing." ujar Yusuf untuk mengalihkan rasa penasaran Niar.
"Okey." Mereka ke kamar. Mandi lalu siap-siap, setelah semua selesai mereka turun menghampiri bi Imah.
Niar langsung ke kamar bi Imah. "Bi Imah sudah siap belum? Ayo berangkat sekarang, nanti ketinggalan pesawat."
"Baik mbak." Bi Imah mengangkat tasnya lalu keluar dari kamar.
Mereka berangkat berlima.
*
__ADS_1
"Sekarang kita istirahat dulu sebentar, nanti sore kita ke pantai." ujar Yusuf sembari menyeret koper menelusuri lorong hotel menuju kamarnya.
Erlang langsung bersorak gembira. "Yeeee asiiikkkk ke pantai."
"Aku sudah bawa mainan Pah nanti kita bikin istana pasir ya?" ujar Kayla pada Papanya dengan antusias.
Yusuf membungkuk lalu mengusap puncak kepala Kayla. "Iyaa, sekarang kalian istirahat dulu sama bi Imah."
Anak-anak masuk kamar di temani bi Imah,
Yusuf dan Niar di kamar sebelahnya.
Yusuf merebahkan tubuhnya di atas ranjang. "Kita istirahat sebentar sayang."
Niar mencebikkan bibirnya. "Katanya tadi mau ngasih kejutan?"
Yusuf terkekeh. "Masih ingat saja kamu. Kejutannya besok malam sayang."
Yusuf tersenyum miring. "Tunggu tanggal mainnya!"
"Kayak mau nonton bioskop saja harus menunggu tanggal mainnya!"
*
Mereka akhirnya istirahat sejenak melepas penat. Satu jam kemudian Erlang dan Kayla sudah mengetok kamar Yusuf, mereka sudah tidak sabar mau bermain di pantai.
Tok tok tok "Pah."
__ADS_1
Niar beranjak dari ranjang lalu berjalan menuju pintu serta membukanya. "Loh, anak-anak Mama kok sudah bangun?"
Kayla langsung menarik tangan Niar. "Ayo Mah kita ke pantai sekarang." rengeknya.
"Sebentar, Mama ganti baju dulu dan bangunin Papa, kalian juga ganti baju terus mainannya di siapin oke." ujar Niar dan di angguki keduanya.
Anak-anak kembali ke kamar, Niar pun masuk lagi ke kamar dan membangunkan Yusuf. "Bangun mas, anak-anak sudah tidak sabar mau ke pantai."
Yusuf tidak bangun malah menarik tubuh Niar sampai jatuh di pelukannya. "Aku masih ngantuk sayang, sebentar lagi ya?"
"Terus anak-anak gimana?"
Mau tidak mau akhirnya Yusuf bangun. "Ya sudah aku ganti baju dulu, bajuku sudah siap kan?"
"Sudah dari tadi."
Yusuf mengecup bibir merah Niar. "Terima kasih."
Niar pun menahan kecupan Yusuf dengan ciuman mesra.
Yusuf melepas pagutan mereka lalu terkekeh kemudian mencubit pipi Niar. "Nakal kamu ya."
*
Di pantai semua bisa tertawa lepas, seperti tanpa beban. Mereka bermain pasir, bermain air, kejar-kejaran, sampai lupa waktu. Hari mulai gelap dan perut mereka juga sudah minta di isi.
Bersambung...
__ADS_1
Mohon maaf apa bila masih banyak kata yang kurang tepat šš
terima kasih buat semua yang sudah setia mengikuti kelanjutan ceritanya ššš