Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Daniel 6


__ADS_3

*


*


"Malam ini kamu cantik sekali sayang." bisik Yusuf di telinga Niar lalu menggigitnya pelan membuat Niar meremang.


"Bikin anak yuk." bisik Yusuf lagi, kali ini lebih seduktif lalu Yusuf menangkup wajah Niar dengan kedua tangannya, dan mulai mencium Niar dari kening kepipi kebibir dan seterusnya.


*


Keesoknya harinya, seperti hari-hari biasanya Yusuf kerja dan anak-anak sekolah. Niar masih antar jemput anak-anaknya sekolah.


Setelah tugasnya selesai menjemput anak-anak barulah Niar siap-siap berangkat kuliah.


Sesampainya di kampus ternyata kelas belum di mulai masih satu jam lagi, sambil menunggu dia ke caffe dekat kampus sembari belajar.


Niar sedang fokus belajar tiba-tiba ada seseorang yang mencoleknya dari belakang,


Niar pun menoleh. "Pak Daniel?"


"Pak lagi!" protes Daniel.


"Maaf lupa terus, anda mau makan juga?"

__ADS_1


Daniel menarik kursi di seberang Niar lalu menduduki kursi tersebut. "Tadi habis nganter adikku ke Bandara, aku laper terus mampir ke caffe ini, eh ternyata ada bu Niar disini. Bu Niar sudah pesan makanan?"


"Saya tidak laper, hanya menunggu kelas mulai aja, jadi saya kesini dulu, silahkan kalau anda mau pesan makanan."


Daniel menyatukan alisnya. "Loh, bu Niar masih kuliah?"


"Iya pak." jawab Niar lalu tersenyum kaku.


"Bu Niar kok kayak canggung gitu kalau sama saya?"


Niar sedikit melebarkan senyumnya. "Ah, perasaan pak Daniel aja."


"Apa karena saya suami Eva?"


"Mungkin itu salah satunya, kita kan sama-sama sudah punya pasangan jadi nggak enak kalau terlalu dekat." jawab Niar hati-hati.


"Maksudnya anda?"


"Aku dan Eva akan berpisah, sudah saatnya kami mencari kebahagiaan masing-masing, Eva berhak mencari cintanya dia berhak bahagia tanpa adanya ikatan dengan saya."


Niar diam membisu tanpa tau harus menjawab apa.


"Kok diam saja?"

__ADS_1


Niar beranjak dari kursi lalu mendorongnya ke belakang. "Kelasnya sebentar lagi di mulai maaf saya tinggal ke kampus dulu."


Daniel hanya mengangguk samar dan membiarkan Niar pergi dari hadapannya.


"Kata Eva pak Daniel itu orangnya dingin, tapi kok kayaknya dia hangat ya?" batin Niar sembari terus berjalan menuju kampus.


*


"Kamu lama banget sih Yar? Sampai keriput aku nungguin kamu disini." omel Eva terhadap Niar, karena Eva sudah cukup lama menunggu Niar di parkiran.


Niar terkekeh sembari membuka pintu mobil. "Maaf, lagian kamu nggak ngomong kalau nungguin aku, ada apa nungguin aku?"


"Temenin aku ke caffe ya?"


Niar kembali menutup pintu mobil. "Bentar aku telfon suamiku dulu takutnya dia nyariin kalau aku pulang terlambat."


Niar segera menelfon Yusuf dan bilang kalau dia mau nemenin Eva dulu.


"Yuk, kita mau ke caffe mana Va?" tanya Niar setelah duduk di kursi kemudi.


Eva menoleh sesaat. "Caffe yang di dekat rumahku aja biar kamu nggak repot nganter aku pulang."


"Oke, kita berangkat sekarang."

__ADS_1


Niar melajukan mobilnya membelah jalan menuju caffe yang di maksud Eva, kurang dari setengah jam mereka telah sampai di caffe tersebut, karena kebetulan jalannya belum macet.


Bersambung...


__ADS_2