Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Daniel 4


__ADS_3

*


*


Yusuf dan Niar ke kamar lalu mandi di lanjut makan malam, dan istirahat karena besok hari Senin mereka akan menjalani rutinitas seperti biasa.


Yusuf berjalan menuju ranjang sembari menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya. "Sayang, aku punya sesuatu buat kamu."


Niar beringsut duduk. "Apa itu mas?"


Yusuf memperlihatkan sesuatu yang ia sembunyikan tadi. "Setangkai bunga mawar untuk istriku tercinta."


Niar menerima bunga pemberian suaminya lalu menghirupnya. "Makasih sayang, kamu selalu perhatian sama aku, ini metik di mana bunganya?"


"Rahasia dong."


"Nyolong ya?"

__ADS_1


"Hus!!! Bukan, masa aku di kira nyolong, itu tadi aku petik di pinggir jalan waktu perjalanan pulang."


Niar mengangguk. "Ohh gitu, sekali lagi makasih mas bagiku kamu adalah laki-laki paling sempurna di dunia ini."


Yusuf tersenyum. "Bagiku kamu juga istri yang paling sempurna, yaa meskipun kadang-kadang masih kayak anak kecil sih."


Niar membulatkan matanya. "Apa? Kayak anak kecil?!"


Yusuf mengedikkan bahunya lalu tertawa kecil.


Satu cubitan mendarat di pinggang Yusuf. Yusuf meraih tangan Niar yang sedang mencubit pinggangnya, mendorong pelan tubuh Niar sampai menempel di kepala ranjang. Yusuf semakin mendekat lalu mengecup setiap inci wajah Niar tak terlewat sedikit pun dan kecupannya berakhir di bibir istrinya, Yusuf meraupnya serta menghisapnya lembut atas bawah bergantian. Tangannya pun ikut bekerja, Yusuf menangkup wajah Niar dan sedikit menariknya supaya ciuman mereka semakin dalam. Perlahan Niar membuka mulutnya, Yusuf segera menelusupkan lidahnya dan lidah mereka saling berbelit di dalam sana. Semakin lama ciuman mereka semakin panas, semakin turun dan semakin menuntut.


*


Sambil menunggu anak-anaknya pulang dia belajar, setelah jam pulang sekolah Niar kembali ke sekolah jemput anak-anak.


Jam pulang sekolah Kayla lebih awal dari pada Erlang, karena Kayla masih kelas satu, sedangkan Erlang kelas lima.

__ADS_1


Saat jam pulang sekolah Kayla, Niar agak telat jemputnya karena terjebak macet. Niar sampai di sekolah ternyata hampir semua murid sudah pulang. Akhirnya Niar masuk ke sekolah dan bertemu Daniel yang sedang duduk di bangku. "Selamat siang pak, apakah Kayla sudah pulang?"


"Pak lagi!! Kayla sedang beli es krim bersama Mesya, kita tunggu disini dulu, tumben anda telat?"


"Iya, tadi terjebak macet." jawab Niar sembari duduk di kursi.


Setelah anak-anak beli es krim lalu mereka makan es krim sambil berjalan dan nyebrang tidak melihat kanan-kiri dulu, ada mobil ngebut. Daniel yang melihat mobil itu dari kejauhan dia langsung teriak dan lari menyelamatkan anak-anak.


Kayla dan Daniel terjatuh ke pinggir jalan tapi Mesya, dia terlepas dari pegangan Papanya dia terpental cukup jauh.


Sontak Daniel langsung histeris. "Mesyaaaa...." setelah terpental cukup jauh Mesya tergeletak di tengah jalan Daniel langsung lari mendekati Mesya. "Mesyaaaa..."


Niar segera membantu Kayla berdiri lalu memeriksa lukanya, setelah Niar memeriksa luka Kayla yang lecet-lecet dia segera menuntun Kayla mendekati Daniel dan Mesya. "Kita bawa ke rumah sakit sekarang pak."


Daniel langsung mengangkat tubuh Mesya yang sudah berlumuran darah lalu membawanya ke rumah sakit terdekat.


Mesya langsung mendapat penanganan Dokter. Daniel menunggu diluar dengan gelisah dan tetesan air mata, sampai lupa mengabari Eva istrinya, Mamanya Mesya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2