Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Niar lumpuh 2


__ADS_3

*


"Terima kasih mas, tiada laki-laki yang sebaik dirimu." ujar Niar lalu dia hendak menggerakkan kakinya karena kakinya tidak berasa apa-apa. "Mas, kok kakiku tidak bisa di gerakin ya?"


"Mungkin itu pengaruh luka di kaki kamu yang cukup parah sayang, nanti kalau luka itu sembuh pasti bisa di gerakin lagi." jawab Yusuf.


"Tapi aku ke toilet mas."


Yusuf berdiri lalu membopong Niar ke toilet serta menunggunya sampai selesai terus membopongnya kembali ke ranjang.


*


Beberapa minggu kemudian luka Niar sudah membaik dan di perbolehkan pulang.


Niar menggunakan kursi roda.


Sampai di rumah, Niar langsung mencari anak-anaknya, Niar sudah sangat rindu dengan mereka. "Erlang, Kayla Mama pulang."


Anak-anak langsung keluar dan menyambut Mamanya. "Loh, Mama kok pakai kursi roda?" tanya Erlang.


Niar merentangkan kedua tangannya. "Iya sayang kaki Mama masih sakit, sini peluk Mama dulu Mama kangen banget sama kalian." Niar memeluk Erlang dan Kayla sekaligus. "Selama Mama di rumah sakit kalian nakal nggak?"


"Enggak Mah."


"Enggak Mah."

__ADS_1


Jawab Erlang dan Kayla bersamaan.


Niar melepas pelukannya lalu mencium pipi Erlang dan Kayla bergantian. "Anak pinter."


Tok tok tok.. "Permisi." seorang suster mengetuk pintu di ambang pintu, karena pintunya memang belum di tutup semenjak Niar dan Yusuf memasuki rumahnya.


Bibi berjalan sampai pintu. "Ya, cari siapa sus?"


"Apa benar ini rumahnya pak Yusuf?"


"Benar. Ada apa sus?"


"Saya adalah suster yang akan merawat bu Niar." jawab Suster.


Suster itu akhirnya melangkah masuk hingga di depan Niar. "Selamat siang bu Niar."


"Siang Sus, ada apa ya sus kok kesini?"


Dahi Suster berkerut. "Loh, pak Yusuf belum bilang kalau saya adalah Suster yang akan merawat bu Niar?"


"Memangnya saya kenapa harus pakai suster segala?" Niar menjadi bingung dengan kedatangan Suster yang mengaku akan merawat dirinya.


"Kamu jangan marah dulu ya, biar aku jelasin sampai selesai. Kata dokter kamu mengalami kelumpuhan sementara dan harus rajin terapi, itu alasannya mengapa aku panggil suster kemari." ujar Yusuf sembari berjalan menuruni tangga untuk menjawab kebingungan Niar.


Niar langsung shock lalu menangis histeris. "Apa?!! Lumpuh?!! Aku nggak mau lumpuh mas. Kalau aku lumpuh aku nggak bisa ngurus anak-anak kita, aku nggak bisa ngurusin kamu, kenapa kamu nggak bilang mas? Kenapa kamu bohongi aku? Kamu bilangnya cuma karena luka di kakiku!"

__ADS_1


Yusuf meraih tangan Niar. "Maafin aku sayang, aku cuma nggak mau kondisi kamu waktu itu jadi drop."


"Terus aku gimana? Kalau aku mau makan, mandi, atau ambil sesuatu?"


"Kamu jangan khawatir, selama kamu nggak bisa jalan aku yang akan menjadi kakimu, kalau kamu mau apa-apa tinggal panggil aku."


"Kalau kamu kerja?"


"Selama kamu belum bisa jalan aku akan kerja dari rumah. Kamu jangan takut kalau nggak bisa jalan lagi, ada suster ada dokter yang ahli mereka akan membantu kamu, sampai kamu bisa jalan lagi."


*


Suster itu merawat Niar, membantunya belajar jalan dan setiap seminggu sekali Niar juga rutin kontrol, dan sekarang sudah bisa berdiri sendiri. perlahan Niar juga mulai melangkah sedikit demi sedikit.


Dua bulan kemudian Niar sudah bisa berjalan meskipun pelan. Saat kontrol terakhir dokternya menyatakan bahwa Niar benar-benar sembuh, tidak perlu lagi memakai suster, Niar sangat bersyukur begitu pun suaminya.


"Sayang, karena sekarang kamu sudah sembuh, aku akan ajak kalian jalan-jalan ke Rusia sekalian mengontrol perusahaan kita disana." ujar Yusuf setelah duduk di sofa, mereka baru sampai dirumah.


"Beneran mas?" tanya Niar antusias.


Yusuf mengecup kening istrinya. "Beneran dong."


Bersambung...


Terima kasih šŸ™šŸ™ Jangan lupa like dan share ya šŸ˜

__ADS_1


__ADS_2