
*
*
Yusuf sedang memangku Niar di tepi ranjang. "Sayang, besok sore kita ke danau, mau nggak?" tanya Yusuf sembari mengecup pipi Niar.
"Tapi besok pagi anterin aku belanja keperluan rumah dulu!"
Setelah mengecup pipi Niar Yusuf beralih memainkan rambut Niar. "Iyaa, nggak sekalian ke salon?"
"Enggak ah, sudah cantik kok." jawab Niar sekenanya.
"Sampai tua pun kamu pasti tetap cantik." Yusuf menimpali.
"Nggak usah gombal!!"
Yusuf mencubit pipi Niar. "Kapan aku gombalin kamu? Jawab!"
"Aoww.. sakit tau." protes Niar.
"Maaf sini aku obatin." Yusuf mengecup pipi Niar yang di cubitnya tadi.
"Obatnya kurang." rajuk Niar.
Kecupan Yusuf pindah kepipi sebelahnya lagi.
"Sedikit lagi."
__ADS_1
Yusuf beralih ke bibir Niar, kali ini bukan hanya kecupan, Yusuf menghisap bibir Niar lembut, Niar membalas ciuman mesra Yusuf dan mendorong pelan suaminya yang tadi memangku dirinya, kini dia berada di atasnya
satu persatu kancing baju Yusuf di buka oleh Niar.
*
Pagi menjelang Yusuf dan Niar bangun lalu mandi dan sarapan bersama anak-anak.
Erlang hari ini libur ngantor dia mau mendaki gunung, karena itu hobinya, melihat sunset dari puncak gunung menikmati udara segar bebas polusi dan pemandangan alam yang menyejukkan mata memang sangat menyenangkan baginya. Segala keperluan sudah di siapkannya sejak tadi malam.
"Pah Mah hari ini Erlang muncak ya? Sekarang ke rumah dulu nanti sore baru berangkat."
niar menghela nafas pelan. "Mama sebenar khawatir kalau kamu daki gunung gitu, tapi kalau kamu happy ya terserah kamu."
"Biarlah sayang, namanya juga anak muda masa' di suruh ngantor terus lama-lama dia bisa bosan, biarkan dia mencari hiburan dan pengalaman baru, dia kan laki-laki pasti bisa jaga diri." ujar Yusuf dan di setujui oleh Erlang.
"Iya ya Mama ijinin tapi kamu hati-hati ya disana!" ujar Niar pasrah,
"Erlang, hati-hati disana." ujar Yusuf lalu di angguki oleh Erlang, lalu Yusuf beralih menatap Niar. "Katanya mau belanja keperluan rumah sayang, yuk berangkat sekarang."
"Kayla ikut Mah masa' Kayla dirumah sendirian, nanti mampir nyalon sekalian ya?"
"Iyaa.." jawab Niar.
Erlang berangkat ke rumah temannya,
Yusuf Niar Kayla berangkat belanja.
__ADS_1
Yusuf menunggu di caffe daerah mall
Niar dan Kayla belanja sekalian perawatan di salon.
*
"Nanti sore jadi ke danau mas?" tanya Niar sembari merebahkan tubuhnya di ranjang, dia capek setelah mengelilingi mall dan ke salon.
"Jadi dong." jawab Yusuf cepat. "Tapi sekarang kita tidur siang dulu sebentar."
Mereka tidur siang sejenak barulah
sorenya mereka mandi lalu siap-siap ke danau.
Kayla membuka pintu orang tuanya lalu kepalanya nyembul di balik pintu. "Papa Mama kok sudah rapi mau kemana?"
"Jalan-jalan dong." jawab Yusuf santai.
"Ini nih sudah tuwir juga gayanya melebihi anak muda malming segala." cibir Kayla.
"Biarin dari pada kamu anak muda tapi malmingnya sama bi Imah." balas Yusuf.
"Biarin." Kayla kembali menutup pintu.
Mereka berangkat ke danau, sampai di danau Niar berdiri menikmati udara sejuk dan mengenang masa-masa mudanya.
Yusuf memeluk Niar dari belakang. "Tempat ini indah ya sayang, pantes kamu suka sekali tempat ini."
__ADS_1
Niar menoleh. "Iya mas, sejak kecil kan aku memang hidup di daerah sini jadi tempat ini sudah menyatu dalam diriku."
Bersambung.....