
*
*
Erlang meraih handphone dari tangan adiknya lalu memilih beberapa teman Kayla, karena
nantinya juga ada beberapa teman Erlang yang ikut.
"Ngomongin apa sih seru banget?"
Suara Niar membuat keduanya menoleh ke arah pintu.
"Mah, Kayla boleh ikut muncak bersama kak Erlang ya?"
Niar menuju ranjang lalu duduk di tepi ranjang. "Nggak boleh!! Kak Erlang saja yang cowok Mama sebenarnya keberatan apalagi kamu cewek, dari pada muncak mending kita ke salon." rayu Niar pada putrinya.
"Tapi Kayla pengen banget Mah, sekali ini saja." pinta Kayla sambil mengerjabkan matanya lucu.
"Sekali enggak tetep enggak titik!" kekeh Niar.
"Nggak apa-apa sayang, biar nambah pengetahuan." sahut Yusuf dari ambang pintu.
Kayla langsung bersorak senang. "Asikkkk Papa ngijinin."
"Tapi mas..."
Yusuf melangkah menuju ranjang, menyusul Niar dan Kayla yang sudah lebih dulu duduk disana. "Nggak apa-apa, mereka kan sudah besar pasti bisa jaga diri, lagian mereka mendaki juga rame-rame."
__ADS_1
"Ya sudah." ujar Niar pasrah. "Tapi jujur Mama sebenarnya keberatan."
*
Beberapa minggu kemudian akhirnya mereka jadi berangkat, mereka mendaki bersama sekitar sepuluh orang.
"Mah Pah kita berangkat dulu."
Niar memeluk kedua anaknya sekaligus. "Kalian hati-hati ya, Erlang jaga adiknya!
Dia perempuan dia juga belum pernah kesana, jangan sampai terpisah disana dan
Kayla yang nurut sama kak Erlang
jangan sampai nyasar disana." pesan Niar panjang lebar pada anaknya dan di angguki oleh keduanya.
"Kapan berangkatnya kalau Mamanya nggak melepas pelukannya." sahut Yusuf.
Setelah keberangkatan anak-anak, Yusuf merangkul Niar. "Yuk masuk, serasa jadi pengantin baru lagi nih."
"Kamu ini."
*
Erlang dan Kayla berangkat ke rumah teman
Erlang dulu karena mereka akan berangkat bersama menggunakan kendaraan lain.
__ADS_1
Setelah sampai di basecamp temannya dan semua anggota sudah berkumpul, mereka berangkat menggunakan mini bus
dan berangkat rame-rame.
Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di lereng gunung, semua anggota turun dan siap-siap mendaki, perlengkapan telah di siapkan dan mereka mulai mendaki.
Kayla belum pernah mendaki dia terpesona dengan pemandangan alam yang indah yang tidak dapat ia temukan di kota.
"Kok nggak dari dulu kak Erlang ngajak Kayla daki gunung sih, kalau tau pemandangannya seindah ini Kayla pasti selalu ikut." ujar Kayla sembari terus melangkah.
"Ini belum seberapa nanti kalau sudah sampai puncak pasti kamu lebih kagum lagi."
"Oh ya? Kayla jadi penasaran."
Mereka terus berjalan menuju puncak gunung, hampir sampai puncak namun Kayla sudah capek dan tidak kuat berjalan lagi, padahal jalannya sudah tidak terlalu menanjak.
Akhirnya Erlang yang menggendongnya sampai tempat tujuan.
Mereka mendirikan dua tenda, satu untuk cewek dan satu untuk cowok. Mereka juga menyiapkan makanan dan minuman seadanya, karena mereka akan bermalam disana.
Malam telah tiba udara semakin dingin hingga menusuk tulang dan lagi-lagi Kayla tidak tahan dengan udara sedingin itu. Salah satu teman Kayla memanggil Erlang karena badan Kayla sampai menggigil.
Erlang segera masuk dan memeriksa adiknya,
kemudian dia keluar lagi untuk membuat minuman hangat untuk Kayla.
Setelah minuman telah siap, Erlang kembali lagi kedalam tenda. "Kayla ayo kita keluar kita duduk di dekat api unggun biar badan kamu hangat kakak juga sudah buatin minuman hangat buat kamu."
__ADS_1
Kayla menurut dengan kakaknya mereka duduk di dekat api sambil minum minuman hangat, Erlang juga memeluk erat adiknya supaya lebih hangat.
Bersambung....