
*
*
Sesampainya di rumah ternyata Niar sedang tidak di rumah dia pergi bersama Eva.
"Sayaang..." Yusuf memasuki rumah sembari memanggil istrinya.
"Mbak Niar sedang pergi bersama mbak Eva tuan." jawab bi Imah.
"Biar Erlang telepon Mama ya Pah." ujar Erlang lalu merogoh handphonenya yang berada di saku celana.
Yusuf segera menahannya. "Tidak usah, nanti Mamamu malah jadi khawatir, sudah kamu ke kantor lagi! Papa mau istirahat dikamar."
Erlang mengembalikan handphonenya ke dalam saku celananya. "Beneran nggak apa-apa Pah Erlang tinggal?"
Yusuf menghela nafas pelan. "Beneran nggak apa-apa cuma mimisan doang, mungkin Papa kecapek'an."
"Ya sudah kalau begitu Papa istirahat dikamar." ujar Erlang pasrah lalu dia menuntun Papanya sampai dikamar. Setelah mengantar Papanya barulah Erlang kembali ke kantor.
*
Kurang lebih satu jam Niar baru pulang, dia membuka pintu kamar dan kaget saar melihat suaminya sudah pulang, padahal ini masih siang.
Niar berjalan cepat menuju ranjang. "Loh mas kok sudah pulang? Sudah dari tadi pulangnya?" tanya Niar sembari duduk di tepi ranjang sebelah Yusuf.
"Sudah satu jam aku nungguin kamu."
__ADS_1
Niar memiringkan kepalanya. "Ada yang penting? Kok nggak telepon aku?"
Yusuf menatap Niar. "Ada dong, penting banget malah."
"Penting apa?" tanya Niar penasaran.
Yusuf menarik tubuh Niar kedalam pelukannya. "Kangen kamu."
Niar mendongak lalu mencubit pipi Yusuf. "Dasar manja!"
Yusuf terkekeh. "Manja dikit boleh dong, anak-anak kan sudah besar sekarang giliran kamu manjain aku."
"Kayaknya dari dulu aku sudah manjain kamu deh."
"Masa sih?" Yusuf menunduk hingga dahi mereka saling menempel. "I love you." bisik Yusuf.
"I love you too." jawab Niar sembari mengeratkan pelukannya. "Kamu nggak berubah ya mas, meskipun kita sekarang sudah berumur rasa cintamu kepadaku tidak pernah berkurang sedikit pun."
"Udahan gombalnya! Kamu belum jawab pertanyaanku yang pertama tadi, tumben sudah pulang jam segini?"
"Aku pulang karena masih pusing, lagian kan sekarang sudah ada Erlang yang bisa di andalkan mengurus kantor jadi ya pusing sedikit langsung pulang terus bisa mesra-mesraan deh bersama istri tercinta."
Niar melonggarkan pelukannya. "Hmm dasar manja. Sudah makan siang mas?"
"Sudah, tadi makan siang bersama Erlang di restoran."
Niar melepas pelukannya. "Ya sudah kalau sudah makan siang, sekarang kamu istirahat."
__ADS_1
"Nggak bisa istirahat."
Dahi Niar berkerut. "Kenapa? Mau minum obat? Atau minta di panggilkan Dokter kerumah?"
"Bisanya istirahat kalau di temenin kamu."
Niar menoel hidung Yusuf. "Kamu ini tambah tua malah tambah manja, ya udah aku temenin kamu istirahat."
Yusuf akhirnya istirahat di temani Niar.
*
Setelah pulang dari kantor Erlang langsung ke kamar Papanya untuk mengecek kondisi Papanya, dan kebetulan pintu kamar tidak di kunci Erlang melihat Papanya masih tidur dia sedikit lega lalu Erlang kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"Kak Erlang." panggil Kayla setelah memasuki kamar kakaknya.
"Sebentar." sahut Erlang dari dalam kamar mandi.
Akhirnya Kayla menunggu sambil rebahan di ranjang Erlang, beberapa menit kemudian Erlang telah selesai dan keluar dari kamar mandi. "Ada apa?" tanyanya to the point.
"Kita daki gunungnya kapan kak? Aku sudah nggak sabar nih." jawab Kayla.
"Sudah dapat temen belum?" tanya Erlang lagi.
"Sudah dong." jawab Kayla cepat.
Erlang berjalan lalu duduk di depan cermin. "Tapi kalau temen kamu nggak cantik aku tidak mau loh."
__ADS_1
"Idih syaratnya susah amat yak." Kayla membuka layar handphonenya lalu menyodorkannya pada Erlang. "Nih tinggal pilih kakak maunya yang mana?"
Bersambung...