Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Orang ketiga 3


__ADS_3

Kamu cuma mimpi buruk sayang.


"Aku takut mas."


"Sudah, kamu jangan takut lagi ini kan cuma mimpi."


"Tapi kalau nanti mimpi itu jadi kenyataan gimana?"


"Itu tidak akan terjadi sayang, kamu tau sendiri kan betapa aku sangat mencintaimu dan Erlang. Kamu harus yakin bahwa apapun yang terjadi aku tidak akan ninggalin kalian."


Niar mengangguk. "Terima kasih mas, aku pegang janjimu."


Yusuf mengecup kening Niar. "Ya sudah sekarang kamu sudah tenang, aku mau balik ke kantor lagi, tidur lagi aja."


Niar menggeleng cepat. "Aku tidak mau tidur lagi masih takut."


"Mainan saja sama Erlang."


"Betul, aku mainan sama Erlang saja ngilangin stress."


Mereka turun ke bawah, Yusuf berangkat kembali ke kantor dan Niar ke kamar Erlang.


*


Menjelang sore Yusuf sudah pulang, dia sengaja pulang lebih awal, dia mau mengajak istrinya jalan-jalan berdua saja agar sedikit melupakan tentang kehadiran Kirana.


"Loh mas jam segini kok udah pulang?" tanya Niar setelah mengambil alih tas kerja Yusuf.

__ADS_1


"Iya sayang aku mau ajak kamu jalan-jalan." ujar Yusuf sembari menaiki tangga bersama Niar.


Niar menoleh. "Kemana?"


"Mengenang masa lalu, mengenang masa indah kita, dulu kalau kamu sedang sedih kamu selalu kesana." jawab Yusuf.


"Aku tau, ke danau kan?" tebak Niar.


"Betul, gimana mau ya? Kita jalan-jalan, makan malam, nonton bioskop."


"Kamu berani bayar berapa? Tugasnya banyak sekali loh."


"Kamu mintanya berapa?"


Niar berpikir sejenak. "Emmm enaknya berapa ya? Lima ratus juta gimana?"


"Ok. Dalam sehari aku akan cium kamu lima ratus juta kali." jawab Yusuf membuat Niar gemas lalu mencubit lengan Yusuf.


"Biar dirumah saja, kan ada Ibu, bi Imah, dan pembantu lain, di luar juga ada satpam


jadi tidak usah khawatir."


Niar mendorong tubuh Yusuf ke arah kamar mandi. "Ya sudah sana kamu mandi dulu!"


Yusuf mandi dan siap-siap, kurang lebih satu jam mereka sudah siap lalu berangkat menuju danau.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya mereka sampai di danau tempat penuh kenangan itu, Niar berdiri di pinggir danau dan Yusuf di belakangnya sambil memeluk Niar. "Sayang, lepaskan semua beban yang ada di pikiranmu, rilexlah sejenak, aku tau akhir-akhir ini kamu stress kan semenjak kehadirannya Kirana."

__ADS_1


Niar menyadarkan kepalanya di dada Yusuf. "Iya mas, semenjak kehadiran Kirana aku sering stress dan tertekan."


"Makanya aku ajak kamu kesini supaya bisa lebih tenang melupakan semua masalah."


Niar menoleh lalu mengecup pipi Yusuf. "Terima kasih mas kamu selalu perhatian sama aku, aku sangat beruntung memiliki kamu."


Yusuf mengecup singkat kening Niar. "Pasti sayang, semua akan aku berikan untukmu termasuk nyawaku."


Mereka menikmati indahnya danau di sore hari anginnya juga tenang membuat hati terasa damai.


"Sudah mulai gelap sayang, kita makan dulu atau nonton dulu?"


"Nonton dulu aja mas, aku belum lapar."


"Siap bos."


Mereka meninggalkan danau lalu menuju bioskop. Mereka nonton film romantis yang bikin baper, habis nonton mereka dinner sampai larut malam.


*


Keesokan harinya Yusuf sudah berangkat kerja. Niar, Erlang dan bi Imah jalan-jalan pagi di sekitar komplek.


Disitulah wanita itu datang lagi, pertengkaran itu terjadi lagi dan Kirana sampai mendorong Niar ke tengah jalan mobil berhenti mendadak hampir menabrak Niar, Kirana langsung kabur melarikan diri. Yang mengendarai mobil itu ternyata Yusuf yang putar balik karena di telepon Ibunya karena ada yang ketinggalan, Yusuf langsung turun. "Sayang, kamu tidak apa-apa kan? Apanya yang sakit?" tanya Yusuf sembari memeriksa keadaan Niar.


Niar meraih tangan Yusuf. "Mas aku takut wanita itu muncul lagi, dia mau mencelakai aku, dia mau menyingkirkan aku."


"Kamu tenang dulu, aku tidak akan membiarkan itu terjadi."

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan share ya terima kasih šŸ™šŸ™


__ADS_2