
Yusuf beranjak dari sofa sembari membopong Erlang. "Kita ke kamar yuk."
"Yuk." jawab Niar sembari mengikuti langkah suaminya menuju kamar.
Setelah sampai kamar Yusuf menurunkan Erlang di ranjang lalu Yusuf membuka kopernya dan memberikan setangkai bunga mawar merah yang dia bawa dari Rusia khusus untuk istri tercinta, meskipun sudah agak layu. "Sayang, aku punya oleh-oleh buat kamu."
Niar meraih bunga mawar dari tangan suaminya lalu menghirup aroma bunga mawar tersebut. "Terima kasih mas, kamu romantis sekali kayak orang baru pacaran saja."
Yusuf mengecup kening Niar. "Dulu kita memang tidak sempat pacaran, tapi aku ingin di sisa hidup kita adalah masa pacaran, aku akan selalu romantis sama kamu sampai kakek nenek."
Niar memeluk suaminya erat, Yusuf pun membalas pelukan istrinya penuh kasih sayang, mereka saling melepaskan rasa rindu yang selama ini terhanan.
"Mah, Pah Erlang mau turun."
suara Erlang membuat mereka melepas pelukannya lalu menoleh ke belakang. "Ayo turun sama Mama."
Niar mengangkat tubuh Erlang lalu menurunkannya dari ranjang, Erlang langsung lari menuju kamar Kayla.
*
*
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, hari ini adalah hari pernikahan Andi.
__ADS_1
Sejak pagi mereka mulai siap-siap. Yusuf mengenakan kemeja batik senada dengan Erlang, Niar mengenakan pakaian kebaya senada dengan Kayla, dan Kayla terlihat sangat lucu dan menggemaskan mengenakan kebaya kecil.
Ibu juga mengenakan pakaian kebaya.
setelah mereka sudah siap lalu berangkat menuju rumah Andi.
Butuh waktu agak lama untuk sampai dirumah Andi, setelah sampai mereka segera turun karena acara akan segera di mulai.
Andi dan calon istrinya sudah siap di depan penghulu. Acara pun di mulai, dengan lancar Andi mengucap Ijab Qobul dan mereka telah sah menjadi suami istri.
*
*
Erlang tidur di kamar sebelah kanan orang tuanya, sedangkan Kayla tidur di sebelah kiri kamar orang tuanya di temani bi Imah.
Yusuf dan Niar masuk kamar dan segera mandi karena badan mereka sudah lengket.
Yusuf menarik lengan Niar hingga jatuh di pangkuannya lalu Yusuf membuka laci serta mengambil sebuah kotak dari dalam laci tersebut dan memberikan kotak kecil itu pada Niar.
Niar menyatukan alisnya. "Ini apa mas?"
"Buka dong!"
__ADS_1
Niar membuka kotak itu dan ternyata isinya sebuah kalung berlian yang sangat indah. "Mas ini cantik sekali." ujar Niar dengan mata berbinar.
Yusuf meraih kalung dari tangan Niar. "Sini aku pakai kan."
Yusuf memakaikan kalung itu di leher Niar dan hasilnya 'Waow' sangat cocok sekali di pakai Niar.
Niar menyentuh kalung di lehernya. "Terima kasih mas aku sukaa banget kalungnya cantik sekali."
Yusuf mengusap lembut pipi Niar. "Apa yang aku berikan itu tidak seberapa sayang di banding apa yang sudah kamu berikan kepadaku."
"Aku tidak pernah memberi apa-apa untukmu mas, karena aku memang tidak punya apa-apa."
Yusuf mencubit pipi Niar. "Siapa bilang? Kamu telah memberi segala yang aku butuhkan."
Niar tersenyum. "Aku sangat bahagia menjadi istrimu mas, laki-laki dewasa yang berhati lembut."
"Aku juga bahagia memiliki istri seperti kamu, kamu sudah melengkapi hidupku."
Niar tersenyum manis, dan Yusuf pun mengecup senyum manis itu.
Bersambung...
Jangan lupa klik jempol, love, dan share terima kasih šš
__ADS_1