Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Staff OB nakal 2


__ADS_3

*


*


Yusuf memeluk Niar. " Kamu tidak apa-apa kan sayang? Kamu sudah di apain sama dia?"


"Aku tidak apa-apa mas, tapi aku masih takut, dia menyentuh-nyentuh aku dan kalau ingat itu aku jijik."


Yusuf mengusap punggung Niar. "Sudah, lupakan yang tadi jangan di ingat-ingat lagi sayang."


"Mulai besok aku di rumah aja ya?


Kamu kan sudah sembuh."


Yusuf melepas pelukannya. "Iyaa, memang sebaiknya kamu di rumah jagain anak-anak. Yuk kita pulang."


"Loh tapi kan ini masih jam kerja mas."


"Tidak apa-apa."


Mereka akhirnya pulang.


*


"Erlang, Kayla, Papa Mama pulang." teriak Yusuf setelah memasuki rumahnya.


"Anak-anak di belakang tuan sedang berenang sama bi Imah." jawab bibi.


Niar menarik tangan Yusuf. "Ikut renang yuk mas."


"Oke, siapa takut."


Mereka memasuki kamar lalu ganti baju renang dan menyusul anak-anak.


"Erlang, Kayla papa iku---."

__ADS_1


Yusuf belum selasai bicara namun Niar langsung mendorong Yusuf ke kolam dan Byuurrr..!!! Yusuf terjebur.


Karena istrinya iseng, Yusuf juga membalas keisengan Niar, dia pura pura tenggelam. "Erlang, Kayla tolongin papa, papa belum bisa berenang tangannya masih sakit."


Niar yang melihat Yusuf hampir tenggelam langsung menceburkan diri dan menolong Yusuf lalu membawanya ke pinggir kolam.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?


Maafin aku ya, aku nggak bermaksud nyelakain kamu." tanya Niar panik.


"Tidak apa-apa, berenang lagi yuk." jawab Yusuf santai.


"Berenang?" Niar bingung.


Yusuf berenang kembali. Niar baru sadar ternyata dirinya sedang di kerjain suaminya. "Awas kamu ya berani ngerjain aku, tunggu pembalasanku!"


Yusuf tertawa puas. "Kan biar impas satu satu."


Mereka berenang bersama anak-anak sampai sore, anak-anak sudah capek dan laper.


Beberapa menit kemudian bibi dan bi Imah datang membawa makanan dan minuman.


Mereka masih memakai handuk karena belum bilas di kamar mandi. Mereka makan bersama di dekat kolam, sambil bercanda, menikmati kebersamaan, makanan pun menjadi lebih nikmat.


Setelah makan mereka mandi terus istirahat,


capek. Yusuf dan Niar tidak tidur karena masih sore mereka rebahan di ranjang sambil ngobrol-ngobrol.


"Sayang, bikin anak lagi yuk?"


"Maksudnya?"


"Yaa, bikin adik lagi buat Erlang dan Kayla biar tambah rame."


Niar menggeleng cepat. "Enggak. Aku tidak setuju, emang kamu kira gampang apa dari hamil sampai melahirkan. Susah payah tau!"

__ADS_1


"Kali ini aku janji akan temenin kamu terus." kekeh Yusuf.


Niar membuang napas kasar. "Beneran mas, aku sudah tidak sanggup kalau kita nambah anak lagi."


"Ya sudah!" ujar Yusuf pasrah.


Niar menoel pipi Yusuf. "Jangan ngambek dong mas, dua anak cukup kan?"


"Tapi aku maunya punya anak banyak dari kamu."


"Tapi aku maunya dua aja, sudah cukup." tolak Niar.


"Beneran dua? Kalau kamu tiba-tiba hamil gimana?"


"Itu tidak mungkin mas."


"Ah, sudah tidak usah di bahas lagi!"


Niar tersenyum manis. "Maaf ya mas."


Yusuf pun mencium senyum manis istrinya,


Niar juga membalas ciuman Yusuf dengan mesra.


Baru sesaat bermesraan namun terganggu dengan suara ketukan pintu kamarnya.


Tok tok tok


"Iya sebentar." sahut Niar dari dalam kamar.


Niar berjalan menuju pintu lalu membukanya.


"Ada apa bi?"


"Di bawah ada tamu yang mencari Tuan Yusuf."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2