Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Niar jadi sopir?


__ADS_3

*


*


Untuk mengisi kesepiannya Niar ke salon sekedar perawatan. Habis nyalon dia menjemput Kayla di sekolahnya, sebenarnya itu tugas pak sopir dan bi Imah tapi dari pada kesepian dia ambil alih tugas pak sopir.


Sampai di sekolah jam sembilan dan ternyata Kayla jam pulangnya sepuluh, Niar harus nunggu satu jam dulu. Satu jam sudah Niar menunggu akhirnya Kayla keluar juga, dia keluar bersama temanya dan kelihatannya mereka sangat akrab sekali, Kayla kaget bercampur bahagia karena tumben Mamanya yang menjemput.


"Mama?" Kayla langsung lari memeluk Mamanya. "Tumben Mama yang jemput Kayla?"


melonggarkan pelukannya. "Emang kenapa kalau Mama yang jemput? Kayla nggak suka ya?"


Kayla kembali mengeratkan pelukannya. "Bukan gitu Mah, Kayla malah seneng banget kalau Mama yang jemput."


"Oya? Kalau begitu tiap hari biar Mama yang jemput Kayla ya?"


Kayla melepas pelukannya lalu bersorak senang. "Asiiikkkk, oya Mah kenalin temen Kayla namanya Mesya, Mesya kenalin ini Mamaku."


Mesya mengulurkan tangannya. "Hai tante namaku Mesya."


Niar meraih ukuran tangan Meysa. "Hai Mesya panggil tante Niar ya?"

__ADS_1


Mesya melepas jabatan tanganya dengan Niar lalu beralih menarik tangan Kayla. "Kayla, mamamu cantik sekali." bisik Mesya.


"Mamaku emang cantik makanya Papaku jatuh cinta." jawab Kayla juga berbisik lalu mereka tertawa.


Niar yang mendengar itupun merapatkan bibirnya menahan tawa. "Dasar anak-anak tau apa coba mereka tentang cinta?" batin Niar.


"Hayo pada ngomongin apa itu?"


"Eh enggak Mah, yuk kita pulang." jawab Kayla.


"Kita tidak langsung pulang sayang, tapi kita jalan-jalan dulu. Sambil nunggu jam pulang kak Erlang, nanti kita pulangnya bareng kak Erlang." ujar Niar dan di angguki Kayla dengan antusias. "Asikkk jalan-jalan."


"Mesya boleh ikut tante?"


"Sebentar tante." Mesya segera lari menuju seorang pria yang sedang berjalan menuju ke ruang kantor sekolah. dan ternyata pria itu adalah Papanya dia menjabat sebagai Kepala Sekolah di situ.


Meyda menarik ujung jas Papanya. "Pah, Mesya mau ikut Kayla jalan-jalan boleh ya?"


Daniel mengernyit. "Sama orang tua Kayla?"


"Iya Pah, itu Mamanya Kayla ada di depan, nanti Papa nyusul."

__ADS_1


Daniel mengusap puncak kepala anaknya. "Iya ya Papa akan nyusul, tapi nanti setelah selesai kerja." Daniel memberikan sebuah kartu nama kepada Mesya. "Ini kartu namanya di kasih ke Mamanya Kayla ya! Suruh Mamanya Kayla menghubungi Papa, oke? Papa masuk dulu sudah di tunggu guru yang lain."


Mesya mengacungkan ibu jarinya. "Oke Pah."


Mesya lari lagi dan menghampiri Niar. "Tante, ini kartu nama Papa Mesya, nanti tante di suruh menghubungi nomor itu."


Niar meraih kartu nama yang di berikan Meysa lalu menyimpannya ke dalam tas. "Siap yuk berangkat."


Mereka masuk mobil dan berangkat, mereka ke taman yang tidak jauh dari sekolah. Niar juga sudah membawa bekal makanan untuk mereka.


Baru sekitar satu jam bermain rupanya mereka sudah lapar dan mereka pun makan bersama, di lanjut bermain kembali.


Sambil nunggu mereka bermain lagi Niar duduk di sebuah kursi, dan menghubungi nomor yang ada di kartu nama itu dan share lok.


"Selamat siang apa benar anda Mamanya Kayla?"


Suara seorang pria mengagetkan Niar lalu menoleh. "Oh, iya benar pak."


"Boleh saya duduk?"


Niar menggeser tubuhnya. "Silahkan pak."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2