Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Daki gunung 3


__ADS_3

*


*


Setelah beberapa saat di depan api unggun Kayla sudah merasa lebih baik, namun Erlang masih memeluk adiknya.


Kayla melepas pelukan mereka. "Kayla sudah baikan kak."


"Bener?? Kamu tuh di bilangin jangan ikut tapi ngeyel. Sekarang tau sendiri kan di gunung itu tidak enak nggak kayak di rumah." omel Erlang.


"Tapi seru kok kak, Kayla suka apalagi sunset tadi sungguh indah."


"Kalau sudah baikan kamu cepet tidur di tenda, besok kan kita perjalanan lagi menuruni gunung, nanti capek lagi kak Erlang lagi yang gendong." ledek Erlang.


Kayla meringis. "Enggak, kan jalannya turun."


Erlang melepas jaketnya. "Nih jaket kakak kamu pakai juga biar hangat!"


Kayla menggeleng cepat. "Nggak usah kak ini sudah cukup kok, nanti di dalam tenda biar di peluk temen-temen kan jadi hangat lagi."


Mereka akhirnya beristirahat semua hingga pagi.

__ADS_1


*


Pagi-pagi Kayla sudah bangun dia membuka tenda dan terpesona lagi dengan pemandangan yang sungguh indah, udara sejuk banyak bunga-bunga liar yang bermekaran dan matahari terbit menambah ke indahan pemandangan.


Kayla dan teman-temannya yang cewek


menyiapkan sarapan dan yang cowok membongkar tenda.


Setelah sarapan siap mereka sarapan bersama di lanjut siap-siap menuruni gunung.


Semua telah siap kembali menempuh perjalanan jauh menuruni gunung. Mereka berjalan berbaris satu per satu, Kayla di depan dan Erlang di belakang mengawasi adiknya. Mereka melewati jalan setapak dan samping kanan kirinya jurang terjal harus ekstra hati-hati dan fokus jika melewati jalan tersebut.


Erlang terlalu fokus mengawasi adiknya


sampai dia terperosok masuk jurang. Kayla yang mendengar suara orang jatuh dia langsung menoleh dan melihat kakaknya jatuh dan tersangkut di batang pohon tepi jurang.


Detik itu juga Kayla teriak histeris sekencang-kencangnya. Teman-temannya mencoba untuk menolongnya namun jurang itu terlalu dalam dan peralatan juga tidak memadai, beberapa teman yang cowok memutuskan turun duluan dan meminta bantuan di posko.


Beberapa jam kemudian temannya sampai di posko dan pihak posko juga menghubungi Tim Sar meminta bantuan untuk menyelamatkan Erlang.


Setelah semua sudah siap Tim Sar dan temannya kembali menaiki gunung untuk menyelamatkan Erlang.

__ADS_1


Kayla menangis tiada henti melihat kakaknya di tepi jurang tersangkut di batang pohon.


Tim Sar segera berupaya menyelamatkan Erlang. Butuh waktu berjam-jam untuk menyelamatkan Erlang. Setelah beberapa jam akhirnya Erlang bisa di selamatkan, dia sudah pingsan.


Tim Sar segera membawa Erlang menuruni gunung, setelah sampai di posko Erlang masuk ambulance yang telah di persiapkan oleh Tim penyelamat.


Kayla juga ikut masuk ambulance dan menuju rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit Erlang di tangani dokter dan Kayla baru menghubungi Papa Mamanya.


Niar menangis tiada henti sejak di telepon Kayla.


Yusuf dan Niar telah menempuh perjalanan jauh, akhirnya sampai di rumah sakit.


"Kayla, kakakmu dimana?" tanya Niar sembari memeluk Kayla.


"Masih di dalam Mah, Dokter belum keluar." jawab Kayla sambil menangis di pelukan Mamanya.


Yusuf mengusap punggung Kayla untuk menenangkan anaknya. "Kenapa bisa sampai seperti ini Kayla?"


Kayla melepas pelukannya lalu menatap Papanya. "Kak Erlang tidak memperhatikan jalan di depannya Pah dia ngawasi Kayla terus.


"Mama sejak awal kan sudah tidak setuju kalau kalian muncak."

__ADS_1


Kayla kembali menangis, rasa penyesalan hinggap di hatinya. "Maafin Kayla Mah, Kayla yang salah."


bersambung.....


__ADS_2