
Ibu sudah mengenalkan Yusuf sama banyak wanita, namun semua di tolak.
Sampai di umurnya yang menginjak 35 tahun dia belum menikah, namun setelah Yusuf kenal kamu ibu sudah melihat kalau dia sudah bisa membuka hatinya lagi.
Jadi tolong percayalah Niar kalau Yusuf benar-benar mencintai kamu, kamu harus tau sejak berpisah denganmu Yusuf hancur, terpuruk dan perusahaan hampir bangkrut karena tidak ada yang mengelola.
Ibu bilang kalau kalian bertemu Ibu akan memberi restu kepada kalian
barulah dia bisa bangkit.
Ibu jamin Yusuf tidak akan berpindah ke lain hati apalagi wanita itu adalah Kirana,
seseorang yang jelas-jelas telah menyakiti hatinya."
Niar memeluk mertuanya. "Maafin Niar bu, Niar sudah cemburu tak jelas."
Ibu mengusap punggung Niar. "Itu wajar, Ibu ngerti kok, sana temui Yusuf dia menunggumu di bawah."
Niar akhirnya keluar kamar lalu turun menuju sofa serta duduk di sebelah Yusuf. "Maafin aku mas."
Yusuf mengecup kening Niar lalu memeluknya. "Tidak apa-apa sayang, cemburu kan tanda cinta."
Niar membalas pelukan suaminya erat.
Yusuf melonggarkan pelukannya lalu menatap Niar. "Sekarang semua sudah jelas, permasalahan selesai, aku balik ke kantor lagi ya? Tidak apa-apa kan?"
Niar tersenyum tipis. "Iya mas sekali lagi aku minta maaf."
"Sudah, tidak ada yang perlu di maafkan karena memang tidak ada yang salah di antara kita semua hanya salah paham."
__ADS_1
Ibunya memantau dari kejauhan. "Duh repot ini harus berurusan sama Kirana lagi, orangnya nekat" batin Ibu.
*
Yusuf akhirnya kembali ke kantor dan rupanya Kirana sudah ada di kantor sedang duduk di sofa ruang kerja Yusuf. "Kamu dari mana mas? kok baru balik?"
"Bukan urusanmu!" jawab Yusuf sembari duduk di kursi putarnya.
Kirana beranjak dari sofa. "Hei, yang menjadi urusanmu itu juga urusanku."
"Aku dari rumah kenapa?" jawab Yusuf malas.
"Gitu saja istrimu ngambek? Hahaha istri macam apa itu!"
"Jangan pernah menjelekkan istriku! Ada urusan apa kamu kesini?"
Kirana tersenyum miring. "Ya mau ketemu kamu lah."
Kirana masih berada di tempatnya. "Tapi aku mau balikan sama kamu mas, aku sudah bercerai dari suamiku."
"Terus kamu pikir aku mau? Mikir pakai otak! Kamu sudah mencampakkan aku, kamu kira itu tidak menyakitkan!"
"Makanya aku mau balikan untuk menebus semua kesalahanku dulu."
"Itu tidak akan terjadi! Aku sudah bahagia bersama istri dan anakku."
"Aku masih yakin di lubuk hatimu yang paling dalam kamu masih menyimpan cinta untukku."
"Hentikan omong kosongmu! Pergilah atau kamu mau aku mengunakan kekerasan!" Yusuf sudah mulai emosi dia sudah menggunakan nada tinggi.
__ADS_1
"Ok. Aku akan pergi tapi aku akan datang dan datang lagi sampai kamu jatuh dalam pelukanku lagi."
"Khayalanmu ketinggian!"
"Kita lihat saja nanti!"
Kirana akhirnya pergi.
Namun diam-diam dia mencari tau tentang Niar, mencari sisi kelemahannya untuk memisahkan mereka.
*
Keesokkan harinya seperti biasa Yusuf kerja dan Niar di rumah.
"Niar, Niar, keluar kamu!" Kirana berteriak dari luar rumah.
Bi Imah membuka pintu. "Maaf anda siapa? Datang-datang bikin ribut rumah orang."
"Diam kamu dasar pembantu! Dimana Niar? Suruh dia temui saya sekarang juga."
Niar yang mendengar keributan itu keluar untuk memeriksa apa yang terjadi di luar.
Kirana tersenyum puas. "Keluar juga kamu wanita malam, dasar wanita murahan!"
"Mau apa anda kesini?"
"Mau merebut suamimu, ups salah lebih tepatnya calon suamiku."
Bersambung...
__ADS_1
Maaf apabila masih banyak kata yang salah šš terima kasih banyak atas kunjungan,
jangan lupa like dan share ya šš