Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Masa lalu Yusuf


__ADS_3

"Silahkan masuk tuan Puteri."


"Terima kasih pangeran ku."


Mereka segera berangkat karena waktunya sudah mepet. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya mereka sampai di hotel tepat waktu, rekan kerja Yusuf juga baru datang, mereka saling berkenalan lalu di lanjutkan meeting.


Setelah meeting selesai rekan kerja Yusuf berpamitan terus lanjut meeting di tempat lain.


"Terima kasih sayang kamu sudah nemenin aku hari ini, makan siang dulu yuk, resto hotel ini makanan juga enak enak loh." ujar Yusuf sembari berjalan beriringan dengan Niar.


"Boleh, aku juga udah laper mas."


Mereka berjalan menuju resto dan memesan beberapa menu, sambil menunggu makanan Niar ke toilet sebentar.


Niar ke toilet lalu ada wanita cantik mendekati Yusuf.


Wanita itu langsung duduk di sebelah Yusuf. "Mas Yusuf?"


Yusuf membulatkan matanya. "Kirana?"


Tanpa basa-basi Kirana langsung memeluk erat tubuh Yusuf.


Niar yang baru keluar dari toilet melihat pemandangan itu langsung berbalik badan lalu meneteskan air mata hatinya hancur.


Namum dia tetap bertekad mendekati mereka. "Apa apaan ini??!"


Yusuf beranjak dari kursi. "Maaf sayang dia yang memeluk aku."


"Nyatanya kamu mau di peluk dia!" ujar Niar lalu Niar langsung pulang naik taxi sambil menangis.


Yusuf mau menyusul Niar tapi tangannya di tarik oleh Kirana. "Siapa dia mas?"

__ADS_1


Yusuf menyetak tangan Kirana. "Dia istriku, paham!"


"Aku tidak yakin kamu bisa berpindah ke lain hati. Dulu kamu kan cinta mati sama aku."


"Itu dulu!"


Kirana meraih tangan Yusuf lagi. "Mas aku mau kita balikan, ceraikan istrimu dan menikahlah denganku, aku mau kita bersama seperti dulu."


Yusuf menyentak tangan Kirana lagi. "Jangan mimpi!" ujar Yusuf lalu dia pulang untuk menyusul istrinya.


Niar telah sampai rumah sambil menangis.


Ibu meraih tangan Niar yang sedang berjalan cepat menuju kamarnya. "Niar kamu kenapa nangis? Yusuf mana kok kamu pulang sendirian?"


Niar menoleh. "Mas Yusuf Bu."


Ibu mengernyit. "Yusuf kenapa? Yang jelas ngomongnya Niar."


Ibu memicingkan matanya. "Ciri-ciri wanita itu gimana?"


Niar mengingat-ingat wanita tadi. "Dia cantik, menarik, sekitar umur tiga puluha---."


Belum sempat Niar menjelaskan ciri-ciri wanita itu Yusuf keburu datang, Niar langsung naik ke atas lalu masuk kamar dan menguncinya.


Yusuf mengetuk pintu kamarnya. "Sayang, buka pintunya biar aku jelasin dulu."


Niar tidak bergeming.


Ibu menyusul Yusuf di depan pintu kamarnya. "Yusuf siapa wanita itu? Apa dia Kirana?"


"Iya Bu."

__ADS_1


Ibu membuang napas kasar. "Apa yang dia inginkan?"


"Mau ngajak Yusuf balikan Bu."


"Duh, repot ini kita berurusan sama wanita itu lagi."


"Niar gimana Bu?"


"Biar Ibu yang menjelaskan siapa tau dia bisa paham, kamu tunggu di bawah."


Yusuf mengangguk. "Iya bu, bilang sama Niar kalau aku sudah tidak mencintai Kirana lagi Bu."


Yusuf turun ke bawah lalu berganti Ibu yang mengetuk pintu. "Niar buka pintunya nak."


"Niar masih pengen sendiri Bu." sahut Niar dari dalam kamar.


Ibu kembali mengetuk pintu. "Buka pintunya biar Ibu jelaskan, nggak baik kesalahan pahaman di biarkan berlarut-larut nanti masalahnya jadi panjang."


Niar akhirnya membuka pintu. "Silahkan masuk Bu."


Ibu melangkah masuk menuju ranjang lalu duduk di tepi ranjang. "Biar Ibu jelaskan siapa wanita itu, wanita itu namanya Kirana,


dulu dia adalah tunangan Yusuf mereka hampir menikah, namun Kirana tergoda dengan laki-laki lain yang lebih kaya, memang


dulu Yusuf sangat mencintainya,


sejak kegagalan itu Yusuf menjadi trauma sama cinta, sampai-sampai Yusuf tidak bisa membuka hati untuk wanita lain, Ibu sudah mengenalkan banyak wanita.


Bersambung...


Jangan lupa like dan share ya

__ADS_1


terima kasih šŸ™ šŸ™


__ADS_2