Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Restu ibu masih merah


__ADS_3

"Marah atau tidak aku juga belum tau,


tapi kamu nggak usah pikirin itu, biar ibu menjadi urusan aku." ujar Yusuf.


Tok tok tok "Tuan, ini makan malamnya sudah siap."


"Ya bi." sahut Yusuf dari dalam kamar. "Ayo sayang temenin aku makan."


"Kalau makanannya yang di bawa ke sini aja gimana?"


"Oke, sebentar aku ambil makanannya dulu ya."


Yusuf beranjak dari ranjang lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil makanan.


*


*


"Yusuf, darimana saja kamu sampai malam begini baru pulang?"


Suara Ibu dari ruang tengah, menghentikan langkah Yusuf. "Kan tadi Yusuf sudah bilang, kalau Yusuf sedang di rumah sakit nungguin Niar."


Ibu beranjak dari sofa. "Berapa kali ibu harus bilang sama kamu, tinggalkan wanita itu! carilah wanita yang baik."


"Yusuf juga harus bilang berapa kali sama ibu, kalau Yusuf tidak akan pernah ninggalin Niar Bu, Niar sekarang sedang mengandung cucu Ibu."


Ibu berjalan mendekati Yusuf. "Ibu tetap tidak percaya!"


"Terserah Ibu, Yusuf capek ngomong sama Ibu." ujar Yusuf pasrah.


"Ibu heran sama kamu, kamu itu sudah di guna-guna ya sama wanita itu?"


Yusuf tidak menanggapi omongan Ibunya lagi, dia menaiki tangga menuju kamarnya, dia mandi dan menyelesaikan pekerjaan di rumah karena tadi seharian dia tidak masuk kantor, saking capeknya dia ketiduran di meja ruang kerjanya.

__ADS_1


*


Pagi-pagi Yusuf turun sudah siap berangkat kerja, lagi-lagi ibunya membahas tentang Niar membuat Yusuf kehilangan semangat di pagi hari.


"Yusuf dimana wanita itu?"


Yusuf mengernyit. "Siapa bu?"


"Siapa lagi kalau bukan wanita malam itu!"


"Niar di tempat yang aman tidak ada seorang pun yang tau." jawab Yusuf.


"Katakan dimana dia Yusuf? Ibu mau ketemu sama dia!"


Yusuf memicingkan matanya. "Ngapain Ibu mau ketemu Niar?"


Ibu terdiam sejenak. "Ibu hanya mau bilang sesuatu sama dia."


"Enggak. Ini urusan perempuan."


"Ya sudah kalau begitu Ibu tidak usah tau. Sudah bu, Yusuf berangkat dulu sudah siang."


Ibu menatap Yusuf jengkel. "Ini baru jam setengah enam!"


Yusuf mencium punggung tangan Ibunya. "Yusuf kerja dulu bu."


Yusuf berangkat, tanpa ia sadari ibunya mengikutinya sampai apartemen.


Ibunya membiarkan Yusuf masuk ke dalam


dia menunggu Yusuf sampai dia berangkat kerja.


Setelah yusuf berangkat kerja giliran ibunya yang masuk apartemen.

__ADS_1


*DRAMA KOREA PUN DI MULAI*


Ibu Yusuf menggedor-gedor pintu apartemen. "Niar.. Niar..."


"Ada apa bu?" tanya bi Imah setelah membuka pintu.


Ibu langsung nyelonong masuk. "Dimana Niar?"


"Sebentar saya panggilkan."


Ibu menghentakkan kaki kanannya. "Cepetan!!"


Bi Imah langsung lari lalu masuk ke kamar Niar. "Nyonya ada tamu ibu-ibu yang mencari nyonya."


Niar terkekeh. "Aduh bi, jangan panggil nyonya dong kesannya kok tua banget gitu loh, panggil mbak saja lebih enak di dengar."


Bi Imah menunduk. "Baik mbak."


Niar beranjak dari ranjang lalu melangkah keluar kamar menuju ruang tamu. Betapa terkejutnya Niar saat melihat yang datang ternyata adalah ibunya Yusuf. "Ada apa Bu mencari saya?"


Ibu langsung beranjak dari sofa. "Masih bisa nanya ada apa! Kamu sudah guna-guna anak saya ya? Sampai-sampai Yusuf nempel terus sama kamu, dasar wanita murahan!!"


Niar menggeleng. "Demi Allah Bu, saya tidak ngasih guna-guna mas Yusuf, kami memang tulus saling mencintai."


Ibu tersenyum miring. "Siapa yang percaya dengan cintanya wanita malam? cinta wanita malam hanya pada dompetnya saja!"


Niar menarik napas panjang lalu menghembuskan perlahan guna mencari kesabaran. "Bu, tolong percaya sama saya. Saya tidak seperti itu Bu."


"Saya sama sekali tidak percaya dengan omong kosongmu. Sekarang gini saja berapa nominal yang kamu inginkan? agar kamu menjauhi anak saya. Sebutkan saja?"


Bersambung...


Terima kasih sudah mengikuti karya saya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2