
Bibi mengantar makanan untuk Yusuf namun sampai siang pun dia tidak menyentuh makanan itu.
Ibu akhirnya masuk lagi ke kamar Yusuf, dan Yusuf masih di posisi yang sama. "Yusuf sayang, kamu jangan seperti ini dong."
"Ibu sendiri yang membuat Yusuf seperti ini?"
"Ingat janji kamu dan amanah ayahmu."
"Yusuf tidak lupa, makanya sampai sekarang Yusuf masih di sini bersama Ibu."
"Kantor membutuhkan kamu sayang,
ayolah berangkat ke kantor dan cari hiburan lain supaya kamu tidak stress."
"Tolong tinggalkan Yusuf sendiri bu!"
Mau tidak mau akhirnya Ibu keluar kamar lagi.
*
*
__ADS_1
Waktu terus berjalan, sudah satu bulan Yusuf tidak berangkat ke kantor. Perusahaan mulai goyah dan di ambang kebangkrutan.
Ibu yusuf sudah tidak tau lagi harus bagaimana, akhirnya dia menemui Yusuf untuk membicarakan tentang masalah perusahaan. "Yusuf, sekarang kita sudah di ambang kehancuran perusahaan mulai bangkrut, kamu masih ingin tetap seperti ini? kamu ingin kita semakin terpuruk lagi sampai jadi gembel?"
"Terserah. Mau jadi gembel juga tidak apa-apa yang penting kan aku selalu bersama Ibu menepati janji Ayah."
"Ayah kamu juga tidak akan suka kamu seperti ini sayang."
"Ayah juga tidak akan suka Ibu seperti ini, Ibu merenggut kebahagiaan anaknya." Yusuf membalikkan kata-kata Ibunya.
Ibu menepuk pundak Yusuf. "Yusuf, ayolah bangkit ibu janji kalau kalian bertemu ibu akan merestui kalian maafin ibu."
"Entahlah Bu, Yusuf tidak bersemangat menjalani hidup tanpa Niar, Yusuf cuma mau Niar."
suatu saat jika kalian bertemu, kalian hidup bersama kamu akan bisa memenuhi kebutuhan keluargamu kan? Coba bayangin kalau kalian bertemu dan kamu jadi gembel nggak punya apa-apa, bagaimana kamu bisa membahagiakan Niar. Pikirkan itu banyak baik-baik!" ujar Ibu lalu dia keluar dari kamar Yusuf.
Yusuf masih terdiam dia sedang mencerna semua kata-kata Ibunya.
*
Keesokan harinya Yusuf mau mengurusi kantor lagi dan memperbaiki semua masalah yang ada di kantor. Dia mulai bangkit dari keterpurukan. Dia juga masih sering ke danau tempat favorit Niar. Mengenang masa indah mereka dan berharap suatu saat Niar akan datang ke danau itu, untuk menemuinya.
__ADS_1
*
Sedangkan Niar, sekarang dia bekerja di perkebunan teh dekat Villa, meskipun sedang hamil dia tetap bekerja untuk menghidupi dirinya dan bi Imah yang selalu setia menemani Niar.
Sebulan sekali dia juga dapat kiriman dari adiknya Andi, dia tabung untuk biaya persalinan nanti.
Enam bulan telah berlalu kini Niar sudah cuti dari pekerjaannya sudah waktunya persalinan.
Dan hari yang di tunggu akhirnya datang juga, Niar melahirkan anak laki-laki yang tampan mirip sekali sama papanya, bernama "Erlangga Samudra"
Namum Niar tidak memberi tau Yusuf kalau anak mereka sudah lahir, Niar memutuskan untuk membesarkan anaknya sendiri, dia lebih nyaman hidup seperti sekarang.
Waktu cuti sudah habis kini waktunya Niar kembali bekerja, dia bekerja dan Erlang di Villa bersama bi Imah.
Dua tahun telah berlalu, anak Niar tumbuh menjadi anak yang pintar, lucu dan menggemaskan.
Juna kini telah menemukan tambatan hati pada wanita lain, dia mengirimkan undangan untuk Niar.
Niar sebenarnya masih enggan untuk datang ke kompleks daerah kontrakannya yang dulu,
datang kesana sama seperti membuka luka lama, dimana dulu dia hina, dia masih trauma kalau sampai bertemu Ibunya Yusuf yang telah menyakiti hatinya.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa selalu dukung dan like aku tanks šš