
"Nanti lah kak kalau Andi sudah punya rumah sendiri." jawab Andi.
Yusuf menepuk pelan bahu Andi. "Ngapain nunggu punya rumah sendiri Ndi? Tinggal saja sama kita biar tambah rame."
Andi menggeleng cepat. "Enggak enak kak, lagian rumahnya juga sudah proses mungkin sebentar lagi Andi tempati."
"Jangan dulu Ndi, kak Yusuf belum selesai, kak Yusuf masih harus balik Rusia lagi."
"Iya kak, Andi akan menempatinya setelah kak Yusuf selesai, sesuai janji Andi sama almarhum Ayah."
"Terima kasih Ndi kamu adik yang baik, tapi kalau untuk menikah jangan di tunda,
segeralah menikah," ujar Yusuf lalu beralih menatap Niar. "Nanti setelah nikah kalian boleh tinggal di rumah kami, iya kan sayang?"
"Betul itu." jawab Niar singkat.
"Andi pikir matang-matang dulu kak,
sambil Andi bicarakan dulu sama pacar Andi."
"Ok. Kakak tunggu kabar baiknya."
*
*
__ADS_1
Seminggu telah berlalu waktunya Yusuf kembali ke Rusia.
Sebenarnya Yusuf masih belum rela meninggalkan putri kecilnya yang baru lahir,
dia juga merasa kasian sama istrinya kerepotan mengurus Kayla dan Erlang sendiri,
meskipun ada bi Imah yang bantuin. Tapi dia tetap harus berangkat, demi masa depan anak-anaknya.
"Sayang, besok aku berangkat ya?" tanya Yusuf sembari duduk di tepi ranjang.
Niar beringsut duduk. "Sebenarnya aku belum rela mas tapi mau gimana lagi, kalau itu demi masa depan anak-anak kita aku harus rela."
"Perusahaan kita disana sudah mulai berjalan lancar sayang, mungkin dua bulan lagi bisa di tinggal, kita bisa memantau dari Indonesia dan sesekali kesana, kalau anak kita sudah agak besar aku akan ajak kalian kesana buat liburan." ujar Yusuf membuat Niar berubah menjadi sumringah. "Beneran mas?"
"Iyaa, semua memang untuk kalian." jawab Yusuf.
Yusuf juga membalas pelukan Niar tak kalah erar. "Aku juga beruntung punya istri seperti kamu sayang, masih muda, cantik dan memberiku anak yang lucu -lucu kamu menyempurnakan hidupku."
Keesokkan harinya Yusuf terbang lagi ke Rusia. Andi masih tinggal di rumah Yusuf menjaga kakak dan keponakannya.
*
Sebulan kemudian Yusuf pulang dan Andi meminta untuk melamarkan pacarnya mumpung Yusuf di rumah, karena memang mereka tidak punya keluarga selain keluarga Yusuf.
Keluarga Yusuf pun datang ke rumah pacar Andi dan melamarkan untuk Andi dan
__ADS_1
acara akad nikah akan di adakan satu setengah bulan lagi.
Yusuf balik lagi ke Rusia dan ini untuk yang terakhir, Yusuf akan kembali sebelum acara Akad nikah Andi.
Seminggu sebelum acara Yusuf sudah pulang ke Indonesia, seperti biasa keluarga Yusuf selalu menjemput di Bandara, begitu pesawat yang di tumpangi Yusuf mendarat semua penumpang turun termasuk Yusuf,
mereka saling berpelukan melepas rindu,
setelah berpelukan mereka kembali ke rumah.
Di rumah Yusuf langsung menanyakan persiapan pernikahan Andi, Yusuf sudah menganggap Andi seperti adiknya sendiri.
"Gimana Ndi persiapan acara sudah beres?" tanya Yusuf setelah duduk di sofa.
"Sudah kak sudah 90% beres." jawab Andi.
"Andi akan menikah di rumahnya mas,
akad dan resepsi akan di adakan disana." sahut
"Papaaa." Erlang langsung gelendotan di lengan Papanya.
Yusuf tersenyum kecil lalu mencium Erlang bertubi-tubi lalu memeluknya. "Dek Kayla dimana sayang?"
"Bobo sama bi Imah di kamar." sahut Niar.
__ADS_1
Bersambung....
Terima kasih atas semua dukungan nya šš