
*
*
Mulai pagi itu Niar sudah tidak lagi menjadi sopir anak-anak.
Anak-anak di antar jemput sama pak sopir dan bi Imah.
Anak-anak sampai di sekolah tidak di antar Niar membuat Daniel menjadi bertanya-tanya. "Tumben anak-anak di antar sopir, Niar kenapa? Apa masalah yang kemarin masih berlanjut, atau Niar sedang sakit?" batin Daniel.
Daniel kerja tidak konsen karena memikirkan Niar. Sampai jam sekolah selesai, Daniel nekat ke rumah Niar diam-diam, untuk mengecek keadaan Niar, kenapa hari ini Niar tidak mengantar anak-anak.
Daniel menyelinap lewat loteng lalu ke jendela kamar Niar, dia harus memastikan sendiri bagaimana keadaan Niar. Daniel melihat dari jendela, ternyata Niar masih tidur siang.
__ADS_1
"Niar, maafkan aku yang telah membuat masalah di kehidupanmu, aku juga tidak mengerti dengan perasaanku, dulu aku berusaha mencintai Eva, dan berharap bisa mencintainya sepenuh hati, namun aku tidak bisa. Sekarang giliran aku tidak berharap jatuh cinta padamu, tapi cinta ini datang dengan sendirinya. Aku bisa apa? aku juga tersiksa dengan cinta ini Niar, tapi aku janji tidak akan menggangu kehidupanmu, aku akan setia menanti jandamu." gumam Daniel.
Jam istirahat Yusuf sengaja pulang untuk melihat kondisi Niar sekalian makan siang. Yusuf masuk kamar dan Daniel segera menyingkir dari jendela.
Yusuf mengecek kondisi istrinya ternyata sudah sembuh, Yusuf mau kembali ke kantor
namun dia merasa ada yang aneh di balik jendela seperti ada bayang-bayang seseorang, Yusuf membuka pintu dan ternyata benar, ada Daniel di balik jendela.
Kali ini Yusuf semakin marah, laki-laki itu benar-benar nekat. Pukulan demi pukulan di layangkan Yusuf ke wajah Daniel namun Daniel tidak berusaha membela dirinya karena dia sadar dia ada di posisi yang salah.
Niar langsung teriak begitu melihat Yusuf memukuli Daniel, Niar mencoba menahan Yusuf supaya tidak memukuli Daniel lagi. "Sudah mas hentikan! Jangan ada keributan lagi."
"Lepaskan Niar, biar orang ini sadar dengan kesalahannya."
__ADS_1
Yusuf mencoba menghempaskan tangannya yang di tahan sama Niar, namun Yusuf terlalu keras hingga membuat Niar terjatuh.
Saat itulah Daniel juga naik darah, melihat orang yang di cintainya di jatuhkan suaminya sendiri. "Kamu gila!! Kamu telah menyakiti istrimu sendiri." Daniel balik menyerang Yusuf dan perkelahian itu tak bisa di terhindarkan.
Niar terus teriak menyuruh mereka berhenti namun mereka tidak menghiraukan teriakan Niar, dan terus saling pukul dan saling dorong. Hingga Yusuf hampir terjatuh ke lantai bawah, Yusuf hanya memegangi besi pagar pelindung.
Niar yang melihat Yusuf dalam bahaya langsung teriak histeris dan berusaha meraih tangan Yusuf untuk menyelamatkannya. "Jangan lepaskan pegangannya mas, ayo pegang tanganku."
Daniel juga meraih tangan Yusuf setelah beberapa saat berusaha menaikkan Yusuf akhirnya Yusuf selamat.
"Maaf pak Yusuf."
"Ini semua gara-gara kamu! Kamu selalu bikin kacau keadaan, kamu belum puas dengan kejadian kemarin? Tolong jangan membuat aku tertekan, asal kamu tau aku sterss dengan keadaan ini. Apa itu yang dinamakan cinta? Kalau kamu benar-benar mencintai aku, tolong biarkan aku hidup dengan tenang. ujar Niar sambil terisak.
__ADS_1
"Oke, aku minta maaf telah membuatmu stress."
Bersambung....