Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Daniel 19


__ADS_3

*


*


"Terima kasih atas pengertiannya."


Daniel menarik tangan Niar. "Sini mendekat, aku rindu padamu."


Niar menurut saja dia mendekati Daniel,


Daniel menggenggam tangan Niar kembali.


Dan Yusuf melihatnya dari luar kamar, dia cemburu dia tidak rela pria itu menyentuh istrinya.


Yusuf hampir masuk karena tidak tahan


namun tangannya keburu di tarik oleh Kayla. "Pah, jangan buat keributan ingat perjanjiannya, sebaiknya kita masuk ke kamar kak Erlang."


Yusuf dan Kayla kembali ke kamar Erlang, Yusuf duduk di kursi sambil menyederkan kepalanya dengan hati hancur.


Matanya belum terpejam namun tiba-tiba suara Erlang memanggilnya. Ternyata Erlang sudah sadar.


Erlang membuka mata perlahan melihat kanan-kirinya hanya ada Papanya dan Kayla. "Pah.." panggil Erlang pelan.


Yusuf segera mencondongkan tubuhnya. "Iya nak syukurlah kamu sudah sadar, apanya yang sakit nak?"


Erlang menggeleng lemah dia tidak menjawab pertanyaan Papanya. "Mama dimana Pah?"

__ADS_1


"Oh, sebentar biar di panggilkan adikmu." ujar Yusuf lalu dia menoleh ke arah Kayla. "Kayla tolong panggilkan Mama bilang kalau kak Erlang sudah sadar."


"Iya Pah." Kayla ke kamar sebelah lagi untuk memanggil Mamanya. "Mah, kak Erlang sudah sadar dia nyariin Mama."


"Sebentar lagi Mama kesana." jawab Niar lalu kembali menatap Daniel. "Daniel aku ke kamar Erlang dulu ya?"


"Jangan lama-lama, paling lama satu jam tidak boleh lebih!"


Tanpa mengiyakan permintaan Daniel, Niar pergi begitu saja meninggalkan Daniel menuju kamar Erlang.


Niar bejalan cepat lalu memeluk Erlang sambil menangis. "Erlang sayang kamu sudah sadar nak."


Erlang menyeka air mata di pipi Mamanya. "Sudah Mah jangan menangis lagi, Erlang sudah sembuh kok Mama jangan khawatir."


"Mama menangis karena bahagia sayang, kamu sudah sadar membuat Mama menangis bahagia."


dia kembali memeluknya. "Sayang, jangan perlihatkan kesedihanmu di depan Erlang nanti dia jadi khawatir." bisik Yusuf.


Niar membalas pelukan Yusuf. "Maaf mas aku nggak bisa menahan air mata ini." jawab Niar juga berbisik.


Yusuf mengusap punggung Niar. "Sudah, jangan menangis lagi."


Niar segera menghapus air matanya. "Erlang, jangan banyak bicara dulu ya sekarang kamu istirahat biar cepat sembuh terus kita pulang dan berkumpul lagi seperti dulu."


"Tapi Mama disini ya jangan kemana-mana!"


"Iyaa, emangnya Mama mau kemana sayang."

__ADS_1


Erlang akhirnya istirahat di temani oleh Mamanya.


Daniel mencari Niar lagi dia menelepon Niar dan memintanya kembali ke kamarnya.


Tak butuh waktu lama Niar pun masuk ke kamar Daniel. "Ada apa lagi?" tanya malas.


"Kan aku tadi sudah bilang jangan lama-lama!"


"Tapi aku disana sedang melihat keadaan anakku masa' nggak boleh lama-lama?!" protes Niar.


"Tapi disana ada suamimu!"


"Tapi aku disana juga tidak sedang bermesra-mesraan." jawab Niar.


"Okey. aku memang selalu tidak bisa menolak keinginanmu."


"Terima kasih."


"Aku minta sepulang dari rumah sakit ini kamu yang merawatku dirumah." pinta Daniel dan langsung di jawab gelengan cepat dari Niar. "Nggak bisa! Kita belum ada ikatan apa-apa, mana mungkin aku bisa tinggal bersamamu."


"Okey kalau begitu aku akan menyuruh Yusuf segera mengurus perceraian kalian." ancam Daniel lagi.


"Ya nggak gitu juga, iya ya aku akan ngurus kamu sampai sembuh." ujar Niar pasrah. "Sekarang aku boleh ke kamar sebelah lagi ya?"


"Boleh, tapi jangan lama-lama!"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2