Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Ayah meninggal


__ADS_3

*


*


Akhirnya Dokter memasuki ruangan Niar lagi.


"Ibu Niar sudah siuman jadi sudah boleh pulang hari ini." ujar Dokter lalu berjalan ke arah meja. "Sebentar saya buatkan resepnya dulu."


Yusuf beranjak dari kursi menuju meja Dokter. "Baik Dok."


Dokter menyerahkan kertas resepnya. "Ini resep vitaminnya silahkan tebus di apotik, jangan lupa perbanyak makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, jangan capek capek dan jangan stress."


Yusuf menerima resep tersebut. "Baik dok, terima kasih banyak dok."


Dokter tersenyum ramah. "Sama-sama semoga lekas sembuh ya bu."


Yusuf segera menebus obat dan pulang.


*


*


Setelah sampai di kontrakan mereka masuk


Niar langsung mencari Ayahnya "Ayah... Ayah..." teriak Niar.


Ayah langsung membuka pintu saat mendengar teriakkan anak sulungnya. "Ada apa nak?"


Niar menyenggol lengan Yusuf. "Ngomong mas!"


Ayah mengernyit. "Ada apa ini? kalian bertengkar?"


Yusuf menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. "Sebelumnya saya minta maaf pak saya--" Yusuf menjeda kalimatnya. "Saya... saya telah menghamili putri bapak."


Ayah Niar shock dan memegangi dadanya yang terasa sangat sakit lalu pingsan.


Yusuf segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Ternyata Ayah sudah kritis.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Ayahnya sadar dan mencari kedua anaknya dengan suara tercekat di tenggorokan. "Niar... Andi..."


Niar dan Andi segera mendekati Ayahnya.


Ayah menggenggam tangan Andi. "Andi kamu kan laki-laki kamu harus jaga kakakmu ya, kalian yang akur."


Andi mengangguk cepat. "Baik yah Andi janji akan jagain kak Niar."


Ayah beralih menatap Yusuf "Nak Yusuf."


Yusuf ikut mendekat. "Iya pak."


"Tolong kamu bertanggung jawab dan segera menikahi Niar." ujar Ayah dengan suara lirih hampir tidak terdengar.


Yusuf mengagguk pasti. "Baik pak saya akan sesegera mungkin menikahi Niar."


"Saya pegang janji kamu, nitip Niar jaga dia baik-baik dan jangan sakiti hatinya!" ujar Ayah semakin tak bersuara.


"Insya Allah, saya akan berusaha menepati janji saya."


"Dokterrr!!! Dokter!!!" teriak Niar histeris.


Dokter pun datang beserta Suster yang mendampinginya.


Niar meraih tangan Dokter. "Dok tolong ayah saya dok." ujar Niar sambil terisak.


"Baik, kami akan berusaha semaksimal mungkin, sekarang tolong anda keluar dulu."


Dokter masuk dan memeriksa ayah Niar tak lama kemudian dokter keluar lagi.


"Dok gimana ayah saya?" tanya Niar panik


"Maaf, Ayah anda sudah meninggal" jawab Dokter.


Niar dan Andi menangis histeris.


"Ayah... Ayah... jangan tinggalin Niar, Niar sayang Ayah, Niar butuh Ayah, Niar belum sempat membahagiakan Ayah." tangisan Niar terdengar begitu pilu bagi Yusuf.

__ADS_1


Yusuf memeluk tubuh ringkih Niar. "Sudah sayang, kamu yang ikhlas ini sudah menjadi kehendak Allah."


Niar melepas pelukan Yusuf. "Ini semua salah kita mas."


"Sudah kak, tidak ada yang salah ini semua kehendak Allah, yang harus kita lakukan saat ini ikhlas dan berdo'a semoga Ayah di terima disisinya." ujar Andi untuk menenangkan Kakaknya.


Niar memeluk Andi. "Sekarang kita cuma berdua Ndi kita tidak punya siapa-siapa."


"Masih ada aku, aku yang akan jagain kalian,


lebih baik sekarang kita bawa jenazah Ayah pulang, jenazah Ayah harus segera kita makamkan." ujar Yusuf.


*


*


Ayah Niar sudah dimakamkan, sekarang Niar dan Andi hanya tinggal berdua, mungkin sebentar lagi Andi juga akan pergi dia sedang menunggu panggilan kerja di luar kota.


Seminggu telah berlalu Niar masih sedih, Niar jadi pendiam, sering melamun dan menyendiri.


Setiap pagi dan sore sebelum berangkat atau pulang kerja Yusuf selalu mampir ke kontrakan Niar membawa makanan dan kebutuhan lainnya.


Sore ini seperti biasa Yusuf mampir ke kontrakan setelah pulang kerja.


"Kak Niar ada Ndi?" tanya Yusuf pada Andi yang berada di teras.


"Kak Niar di danau kak, biarin aja dulu mungkin dia masih butuh waktu untuk menerima semua ini." jawab Andi.


"Aku nyusul sekarang aja." Yusuf khawatir dengan kondisi Niar.


"Ya terserah kak Yusuf."


Yusuf menemui Niar yang sedang berdiri sendiri di pinggir danau dan mendekati Niar.


Bersambung....


Hay gayss.. kira-kira Niar ngapain lagi di danau ya??? mau tau jawabannya terus ikuti kelanjutan ceritanya ya tanksπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2