Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Romantis


__ADS_3

Niar datang dia habis mandi. "Kalian ngomongin apaan sih?" tanya Niar.


"Biasa urusan cowok, kamu cantik sekali sayang, habis mandi?"


"Hallah lebay!" jawab Niar.


Yusuf menggeser tubuhnya lalu menepuk sisi sebelahnya. "Duduk sayang! kita ngobrol-ngobrol."


Andi lalu beranjak dari kursi. "Andi lanjutin kemas-kemas Kak, silahkan kalau mau ngobrol-ngobrol."


Niar akhirnya duduk di samping Yusuf.


Yusuf mengecup kening Niar. "Hari ini kamu cantik sekali sayang." ujar Yusuf sembari membelai rambut Niar.


"Gombal! Hari ini cantik emang biasanya aku jelek?"


"Emang." jawab Yusuf santai.


Niar merengut. "Kalau aku jelek kenapa kamu mau pacaran sama aku?"


"Aku kan kasian sama kamu." jawab Yusuf asal.


Niar mengernyit. "Kasian kenapa?"


"Kalau bukan aku, siapa lagi yang mau jadi pacar kamu." jawab Yusuf sambil tertawa.


Niar mencubit pinggang Yusuf. "Awas kamu ya! Besok kalau kamu kesini aku nggak mau bukain pintu buat kamu!"


"Bercanda sayang."


Niar memalingkan wajahnya. "Aku nggak mau maafin kamu!"

__ADS_1


Yusuf menoel-noel pipi Niar dari samping. "Ngambek nih?"


Niar menyingkirkan tangan Yusuf. "Apaan sih!!"


Yusuf merangkul bahu Niar. "Ok. Ok. Udahan bercandanya, kamu nggak ngidam sayang? biasanya kalo wanita hamil kan suka ngidam."


Niar menggeleng. "Enggak sih, mungkin belum kan masih 1,5 bulan."


Yusuf mengusap lembut perut Niar lalu mencondongkan tubuhnya. "Hai anak Papa, kamu lagi ngapain? mainan ya? sehat-sehat ya nak."


"Gimana mas kapan kamu nikahi aku?"


Yusuf menegakkan tubuhnya. "Mungkin setelah anak kita lahir."


Niar membulatkan matanya. "APA??!!"


"Ibu bilang kita harus bisa membuktikan dulu kalau anak yang kamu kandung ini benar-benar darah dagingnya, dan kita bisa melakukan tes DNA setelah anak kita lahir." ujar Yusuf.


"Jangan!!" Yusuf langsung memeluk tubuh Niar dari samping. "Jangan lakuin itu sayang aku sangat menginginkan anak kita, anak yang terlahir dari rahim wanita yang aku cintai."


Niar melepas pelukan Yusuf. "Apa? Menginginkan? Nyatanya sampai sekarang kamu belum juga bertanggung jawab!"


Yusuf diam tidak bisa berkata apa-apa karena dia menyadari dirinya memang salah.


Andi keluar kamar dan ikut nimbrung. "Pada ngomongin apa sih? serius amat."


Yusuf merasa tertolong dengan kehadiran Andi. "Oh. Itu Kakakmu katanya pengen makan pizza." jawab Yusuf seadanya.


Niar melebarkan matanya. "Siapa? Kamu kali yang mau makan pizza!"


"Kok nggak di beliin Kak? Ngidam kali, awas nanti anaknya ileran loh kalau nggak di turutin."

__ADS_1


"Kak Yusuf maunya kita makan di tempatnya."


"Ya sudah kalian berdua aja, nanti aku di bungkusin ya!" ujar Andi.


Yusuf beranjak dari kursi lalu menarik tangan Niar. "Ok. Ayo sayang berangkat sekarang."


Padahal Niar tidak minta, itu cuma akal-akalan Yusuf supaya bisa jalan-jalan dan nyenengin bumil agar tidak stress terus.


"Iya bentar aku ambil tas dulu." ujar Niar pasrah.


*


Mereka jalan-jalan, ke mall, makan bareng.


sampai tidak terasa sudah larut malam waktunya mereka pulang.


"Kita pulang yuk mas, aku udah capek." keluh Niar.


Yusuf tersenyum. "Siappppppp.."


Mereka akhirnya pulang, Niar yang kecapekan sampai tertidur di mobil, sesekali Yusuf mengusap wajahnya, membelai rambutnya, memandanginya, begitu besar cinta Yusuf namun mereka belum bisa bersatu, masih terhalang restu Ibunya, yang belum juga mereka dapatkan.


Akhirnya mereka sampai di kontrakan tapi Niar belum bangun, Yusuf membopong Niar masuk kamarnya membaringkan Niar di ranjangnya serta menyelimutinya.


Yusuf kembali mengusap wajah Niar, mengecup keningnya dan bibir mungilnya. "Aku pulang dulu sayang."


Bersambung....


Oh..... so sweet ya gayss😍😍


terima kasih sudah mengikuti karya saya jangan lupa like aku🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2