Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Rutin kencan


__ADS_3

Niar akhirnya mengiyakan ajakan Yusuf, karena Niar memang masih butuh banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari, perawatan ayahnya, kontrol sampai sembuh total, biaya pendidikan adiknya, Niar harus bertahan menjadi wanita malam.


Namun Niar hanya menerima bokingan dari Yusuf saja seperti kesepakatan sebelumnya. Weekend pun tiba mereka kencan seperti biasa dinner, jalan-jalan, nonton bioskop, karaoke begitu seterusnya lama-lama tumbuhlah rasa cinta di antara mereka, namun Yusuf belum juga mengungkapkan kepada Niar, begitu pun Niar dia mengira kalau Yusuf hanya butuh dirinya untuk menemani kesepiannya saja.


Pada suatu malam di tempat karaoke ada temen Yusuf yang iseng sengaja menaruh obat perangsang pada minuman Yusuf dan Niar.


Kejadian itu terjadi Yusuf meniduri Niar.


Yusuf terkejut melihat dirinya tak berbusana dan Niar di sebelahnya masih tertidur pulas.


Yusuf berusaha mengingat-ingat kejadian semalam, akhirnya dia pun ingat kalau dirinya sudah benar-benar melakukannya.


Yusuf mencengkram rambutnya. "Ya Allah apa yang sudah aku lakukan?!"


Lalu Yusuf beranjak ke kamar mandi, setelah mandi Yusuf duduk di depan Niar dan memegang tangan Niar serta memandangi wajah Niar yang cantik masih tertidur pulas. "maafin aku Niar aku tidak sengaja." Bisik Yusuf.


Beberapa menit kemudian Niar bangun dan sangat shock saat melihat dirinya polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya. "Apa yang sudah kamu lakukan?!" teriak Niar frustasi dan menangis.


Yusuf menggenggam tangan Niar untuk menenangkannya. "Maafin aku Niar, aku tidak sengaja, aku tidak sadar."


Niar menghempaskan genggaman tangan Yusuf. "Setelah apa yang kamu lakukan kamu hanya bilang maaf?!"

__ADS_1


"Ok. Ok. Aku akan tanggung jawab." Ujar Yusuf pasrah.


Niar mengernyit. "Maksudnya?"


"Aku akan menikahi kamu."


"Kamu kira gampang! Aku masih berumur sembilan belas tahun! Masih banyak mimpi yang belum aku raih, dan kamu telah merusak segalanya!" Niar meluapkan emosinya.


Yusuf akhirnya memeluk Niar. "Kamu ingin aku melakukan apa? Untuk menebus semuanya. Apapun yang kamu minta akan aku melakukannya."


"Entahlah aku sendiri juga bingung, mungkin ini sudah menjadi resikoku menjadi wanita malam." lirih Niar dengan derai air mata.


"Sudah jangan menangis lagi, nanti kita cari solusinya bersama, sekarang kamu mandi dulu terus aku antar pulang." ujar Yusuf untuk menenangkan Niar.


Niar segera mandi dan siap-siap pulang.


Dalam perjalanan pulang mereka hanya diam membisu tak ada kata yang terucap, mereka sama-sama masih dalam penyesalan.


Setelah kejadian itu Niar menjadi pendiam dan murung tidak semangat kerja sering melamun. "Bagaimana jika Ayahnya tau? Adiknya tau? Orang tua Yusuf tau?." pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu berputar di otak Niar.


Hari senin telah tiba, seperti biasa Yusuf dan Niar kembali bekerja, pulang kerja Yusuf menghampiri Niar dia mau di mengantar pulang, namun Niar menolak karena memang Niar sudah membawa motor sendiri.

__ADS_1


Sepulang dari kantor Niar pergi ke danau kecil dekat kontrakkan, Niar hanya duduk melamun di pinggir danau itu.


Karena Niar tidak mau di antar pulang, akhirnya Yusuf ke kontrakan Niar.


Kurang dari satu jam Yusuf sudah sampai di kontrakan Niar.


Yusuf turun dari mobil lalu melangkah menuju pintu. Tok.. tok.. tok.. "Assalamualakum."


"Wa'alaikumsalam." jawab Ayah setelah membuka pintu.


Yusuf tersenyum ramah. "Niarnya ada pak?"


"Oh, tadi bilangnya mau jalan-jalan ke danau."


"Sebelah mana ya pak danaunya?"


Ayah menghadap ke timur serta menunjuk dengan jari telunjuknya. "Masnya lurus aja sampai mentok terus belok kiri nah di situ ada jalan setapak ikuti saja jalan setapak itu deket kok."


Yusuf mengikuti arah jari telunjuk Ayahnya Niar. "Oh, ya sudah kalau begitu saya nyusul Niar dulu ya pak."


Bersambung....

__ADS_1


Hay gayss.. kira-kira niar ngapain ya di danau??? ikuti terus kelanjutan ya jangan lupa dukung dan like aku tanks šŸ™šŸ™


__ADS_2