Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Episode terakhir


__ADS_3

*


*


"Niar, aku tidak akan setega itu menyakitimu


dengan memisahkan kamu dengan suamimu


aku hanya meminjammu sebentar saja, aku juga ingin bersamamu walau hanya sesaat." jawab Daniel.


Dahi Niar semakin berkerut. "Aku semakin tidak mengerti maksudmu?"


Daniel menghela napas pelan. "Aku di Indonesia sudah beberapa bulan yang lalu tapi aku tidak menggangumu kan? Tiba-tiba Eva menghubungi aku dan bilang kalau kamu butuh bantuan dan aku bersedia membantu.


Satu ginjal itu tidak murah dan aku hanya meminjammu sebentar saja sebagai imbalannya, dimana salahnya?"


"Salahnya kenapa kamu tidak bilang dari awal!"


"Kalau aku bilang dari awal tanpa surat perjanjian, suamimu pasti tidak akan mengijinkan kamu tinggal di rumahku."


"Sekarang dimana surat itu?" tanya Niar.


"Sudah aku buang." jawab Daniel.


Niar menjadi gemas. "Daniel kenapa kamu sebodoh ini?"


"Aku memang bodoh dan ini konyol tapi ini caraku agar aku bisa merasakan bersamamu.


Sampai kapanpun aku akan sabar menanti jandamu aku ingin kamu menjadi milikku tanpa menyakitimu."


"Sudah berapa kali aku bilang carilah wanita lain Daniel! Aku sudah tidak punya cinta lagi seluruh cintaku sudah aku berikan pada suamiku."


"Saat ini kamu bisa bilang begitu tapi jika kamu sudah sendiri aku yakin kamu pasti berubah fikiran."


"Sudah jangan bahas itu lagi! Jadi kamu mau pinjam aku sampai kapan? Aku ini manusia Daniel bukan barang yang bisa kamu pinjam seenak hatimu."


"Tapi aku sudah membayarnya dengan ginjalku."

__ADS_1


Niar menghela nafas pelan. "Oke Sekarang jawab! Sampai kapan aku harus disini? Aku juga ingin bersama keluargaku, Daniel."


"Seperti kesepakatan sebelumnya, sampai aku benar-benar sembuh."


"Aku bisa mati berdiri kalau lama-lama disini."


"Okey. Sampai besok."


Niarpun bermalam dirumah Daniel lagi,


keesokkan harinya barulah Niar ke rumah sakit.


*


"Gimana mas kamu jadikan menjalani pengobatan?" tanya Niar pada Yusuf, mereka sedang berada di kursi luar kamar Erlang.


Yusuf menunduk lesu. "Sebenarnya aku maunya ke Singapura tapi aku tidak mau kesana sendirian."


Niar mengusap bahu Yusuf. "Kan ada aku mas, istrimu."


"Bagaimana dengan Daniel?"


Yusuf menoleh ke arah Niar. "Aku nggak ngerti maksud kamu?"


"Daniel tidak sungguh-sungguh memisah kita dia hanya ingin merasakan bersama denganku sebagai imbalan ginjalnya yang sudah di berikan kepada Erlang." jawab Niar.


"Dia itu waras atau tidak sih, tapi apapun itu syukurlah kita tidak jadi berpisah." ujar Yusuf lalu memeluk Niar. "Aku tidak tau kalau kita benar-benar berpisah, mungkin aku akan membiarkan penyakit ini menggerogoti tubuhku sampai aku mati."


"Jangan bilang seperti itu lagi mas aku nggak mau mendengarnya. Sekarang kita fokus dengan kesembuhan kamu, aku akan menemani kamu ke Singapure sampai sembuh."


***


Setelah Erlang sembuh Yusuf dan Niar segera berangkat ke Singapura untuk menjalani pengobatan disana.


Beberapa bulan kemudian Yusuf sudah di nyatakan sembuh dan boleh pulang ke Indonesia.


Yusuf dan Niar pulang ke Indonesia dan di sambut antusias oleh anak-anaknya dirumah. Disana juga ada Andi beserta keluarga, Eva juga beserta keluarga.

__ADS_1


Begitu sampai rumah, Yusuf dan Niar membuka pintu rumah dan ternyata mereka menyambut kedatangan Yusuf dan Niar dengan kejutan, kejutan Anniversary yang ke 20 sebenarnya sudah seminggu yang lalu namun karena seminggu yang lalu mereka masih di Singapura barulah sekarang di rayakan.


Semua berbahagia terlebih Yusuf dan Niar dua sejoli yang saling mencintai.


Pesta Anniversary telah usai dan mereka masing-masing berpamitan pulang.


Tinggallah mereka berempat.


"Kayla, kita tidur duluan yuk." ujar Erlang sambil mengedipkan matanya yang tidak kelilipan, lalu di angguki oleh Kayla.


Mereka pun masuk kamar masing-masing,


sekarang tinggallah Yusuf dan Niar berdua,


seperti kebiasaan sebelumnya Yusuf selalu membopongnya Niar menaiki tangga menuju kamar mereka.


Begitu sampai kamar, Niar langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. "Ak sudah sangat rindu sekali dengan bantal dan kasurku."


Yusuf terkekeh lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya. "Kamu ini kayak Erlang."


Niar memiringkan tubuhnya menghadap Yusuf. "Hari ini aku sangat bahagia sekali mas."


Yusuf pun melakukan hal yang sama, dia juga memiringkan tubuhnya. "Begitu pun dengan ku sayang, asalkan ada kamu disisiku rintangan apapun pasti bisa aku lewati."


Niar memeluk erat suaminya. "Aku akan selalu disisimu mas i love you so much."


Yusuf membalas pelukan istrinya tak kalah erat. "I love you too, sayangku cantikku belahan jiwaku."


Mereka saling berpelukan.


Ā 


**TAMAT**


Ā 


Perjalanan cinta mereka telah usai begitu banyak rintangan menghadang namun mereka bisa melewatinya kini mereka sudah bahagia.

__ADS_1


*Saya sebagai Author mohon maaf sebesar-besarnya selama novel ini berjalan pasti banyak kesalahan yang telah saya buat dan terima kasih banyak buat para readers yang sudah setia mengikuti cerita ini sampai akhir* šŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2