
Yusuf membaringkan Niar di ranjang pengantin yang persiapkan ibunya. "Sayang kamu mau mandi dulu atau langsung gass nih?"
Dahi Niar berkerut. "Emang mau sekarang?
Kakimu masih sakit loh."
"Nggak apa-apa cuma sakit sedikit."
Niar beringsut duduk. "Aku mandi dulu biar wangi."
"Jangan lama lama!"
Niar menuruni ranjang lalu melangkah menuju kamar mandi. "Iyaa."
Sementara menunggu Niar mandi, Yusuf menaiki ranjang lalu duduk bersandar di kepala ranjang.
Setelah kurang lebih setengah lima belas menit Niar keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk sebatas dada.
Yusuf diam mematung memandangi istrinya yang cantik, rambutnya di ikat ke atas, kulitnya bening mulus, lekuk tubuhnya terlihat jelas, membuat yusuf tidak bisa menahan lagi ingin segera memakannya.
Niar berjalan mendekati ranjang. Ternyata Niar juga pemberani, biasanya dia tenang, anggun kali ini berubah menjadi nakal. Niar mencondongkan tubuhnya lalu mengecup bibir Yusuf lalu membuka kancing baju Yusuf satu persatu sampai terbuka semua.
Di awali dari pelukan, ciuman mesra dan akhirnya saling memuaskan. Setelah sama sama puas mereka tertidur sampai sore.
Tok.. tok.. tok.. "Mbak Niar, ini Erlang nyariin."
"Sebentar bi." sahut Niar dari dalam kamar.
Niar segera memakai pakaiannya kembali dan Yusuf ke kamar mandi.
__ADS_1
Niar membuka pintu kamar. "Ada apa sayang? tadi beli apa?"
"Es krim buat Mama sama Papa." ujar Erlang sembari memperlihatkan beberapa es krim di tangannya.
Niar menoel hidung Erlang gemas. "Terima kasih sayang."
Niar mengambil alih es krim dari tangan Erlang lalu menyerahkannya pada bi Imah. "Bi tolong es krimnya taruh di kulkas dulu ya! Kita makan besok saja."
Bi Imah mengangguk. "Baik mbak."
Niar membopong Erlang masuk kamar lalu memangkunya di tepi ranjang. Tak berselang waktu lama Yusuf keluar dari kamar mandi lalu mencondongkan tubuhnya untuk mencium anaknya. "Hai anak papa yang ganteng, kok sudah pulang?"
"Kangen Mama." jawab Erlang.
"Kangen Mama doang? Sama Papa nggak kangen? Papa nangis loh."
Yusuf melirik Niar seolah bertanya dan Niar mengangguk sebagai jawabannya.
Yusuf mengacak rambut Erlang. "Iyaa sayang kita bobo bersama."
Erlang bersorak. "Horee....."
"Sekarang kita makan malam dulu, Oma pasti sudah menunggu kita di ruang makan, nanti setelah makan malam baru kita bobo."
Mereka turun lalu makan malam sambil membicarakan acara resepsi, resepsi akan di adakan seminggu lagi di hotel yang kemarin di cancel.
*
*
__ADS_1
Seminggu telah berlalu hari yang di tunggu telah tiba, acara resepsi di gelar.
Yusuf mengenakan jas berwarna coklat muda gold yang membuatnya terlihat semakin tampan. Niar juga mengenakan gaun warna senada dengan suaminya, dengan riasan makeup para ahli membuat Niar semakin cantik, anggun.
Mereka duduk di pelaminan menjadi raja dan ratu sehari.
Acara sangat meriah banyak tamu yang datang, dari teman-teman, rekan kerja Yusuf juga datang memberi ucapan selamat, semua berjalan dengan lancar, tinggal acara yang terakhir yaitu dansa.
Semua tamu yang datang berpasangan di wajibkan ikut dansa, termasuk pasangan pengantin.
Di iringi alunan musik yang romantis mereka berdansa begitu pun dengan Yusuf dan Niar
mereka larut dalam kemesraan.
Mereka saling memandang, saling melempar senyuman sampai berpelukan.
Malam terasa indah, waktu serasa berjalan begitu cepat, malam semakin larut acara dansa pun selesai, sebelum acara di bubarkan, masih ada satu acara lagi yaitu lempar bunga.
Semua tamu undangan bersiap-siap menangkap bunga dari pengantin.
Dalam hitungan mundur tiga dua satu.
Pasangan pengantin melempar bunga ke belakang dan yang berhasil menangkapnya adalah Andi.
Bersambung...
Apa Andi juga segera menikah ya gayss??
jangan lupa like dan share ya terima kasih ššš
__ADS_1