
*
*
Di saat Niar menatap jauh ke pantai tiba-tiba
Yusuf memeluknya dari belakang, tangan Yusuf melingkar di pinggang dan dagunya menempel di bahu Niar. "Good morning sayaang, kok jam segini sudah bangun? Sudah mandi pula."
Tangan Niar terangkat ke belakang untuk membelai rambut Yusuf. "Tadinya mau ngebangunin kamu sekalian tapi nggak jadi, kasian kamu mas semalam mimpi buruk dan bisa tidur lagi setelah menjelang pagi."
Yusuf tersenyum menyeringai. "Aku mimpi buruk mungkin karena aku belum jadi balas dendam sama kamu tapi kamunya keburu tidur."
Niar mengernyit bingung. "Balas dendam apa?"
Yusuf membalikkan badan Niar lalu menoel hidungnya. "Ih.. pura-pura lupa, yang kemarin sore itu loh."
Niar mencoba melarikan diri namun yusuf segera menarik tangannya. "Jangan lari dong sayaang, tubuh indahmu, kulit halusmu, aroma wangi tubuhmu, bibir manismu membuat aku kecanduan."
Yusuf pun memulai aksinya menciumi Niar dari kening, pipi, bibir dan seterusnya.
*
__ADS_1
Tok tok tok "Erlang, Kayla ayo sarapan sayang."
"Sebentar tuan anak-anak baru ganti baju, habis mandi." jawab bi Imah setelah membuka pintu kamar hotel tersebut.
Beberapa menit kemudian mereka telah siap
dan sarapan bersama. Setelah sarapan mereka kembali ke kamar dan siap-siap lagi untuk melanjutkan jalan-jalan.
Karena kemarin sore sudah ke pantai,
kali ini tujuan mereka mau ke taman safari,
biar menambah ilmu dan pengetahuan anak-anak.
mereka membeli beberapa oleh-oleh khas Bali untuk Andi dan istrinya, juga untuk pembantu di rumah.
Setelah seharian jalan-jalan, sorenya mereka kembali ke hotel dan beristirahat. Istirahat sejenak dan malam yang di tunggu Yusuf telah datang, Yusuf telah menyiapkan kejutan untuk istrinya tercinta. Dinner romantis di dekat pantai.
Anak-anak sama bi Imah di hotel.
Yusuf dan Niar siap-siap. Yusuf sudah siap duluan dan tinggal menunggu Niar yang sedang memoles wajahnya, dia menunggu di sofa sambil nonton televisi, beberapa menit kemudian Niar kelar juga.
__ADS_1
"Ayo mas, aku sudah siap."
Suara Niar membuat Yusuf mengalihkan pandangannya dari televisi beralih menatap istrinya. "Kamu cantik sekali sayang."
Niar sangat cantik mengenakan gaun yang indah, dan polesan make-up di wajah sangat rapih dan sempurna.
Yusuf segera memposisikan tangannya agak di tekuk siap di gandeng Niar dan Niar pun segera menggandeng suaminya. Mereka segera berangkat menggunakan jasa sopir, beberapa menit kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan karena jaraknya tidak terlalu jauh.
Setelah sampai sekarang giliran Niar yang terpana dan takjub dengan kejutan yang di berikan oleh suaminya, pemandangan yang sungguh indah. Meja kursi yang telah di hias sedemikian rupa, lilin-lilin kecil berceceran di mana-mana dan setangkai bunga mawar tersedia di meja.
Mata Niar berbinar-binar. "Sayang, ini indah sekali, aku suka banget dengan kejutannya."
Yusuf menarik kursi untuk istrinya. "Silahkan duduk tuan Puteri."
Niar pun duduk. "Terima kasih pangeranku."
Yusuf jongkok di depan Niar beserta setangkai bunga mawar di tanganya. "Setangkai bunga mawar yang cantik untuk istriku yang paling cantik."
Niar meraih bunga mawar dari tangan suaminya lalu menghirup aroma bunga mawar tersebut. "Terima mas atas semua yang sudah kamu berikan untukku, aku tidak tau harus bilang apalagi selain terima kasih."
Bersambung...
__ADS_1
terima kasih šš