
*
*
Yusuf menggendong Niar sampai kamar mandi lalu menyiapkan baju ganti buat istrinya.
Beberapa menit kemudian Niar keluar dari kamar mandi. "Loh bajuku sudah siap?" Niar lalu mengusap pipi Yusuf. "Kamu yang nyiapin ya? Makasih."
"Aku pakek'in sekalian ya?" tanya Yusuf sembari menaikan turunkan alisnya.
Niar menggeleng cepat. "Nggak nggak! Kalau kamu yang make'in sampai pagi juga nggak akan kelar."
"Ya enggak segitunya juga kali."
*
Beberapa hari kemudian Weekend telah tiba,
waktunya Eva berkunjung ke rumah Niar.
Pagi-pagi Niar sudah menyiapkan makanan untuk tamunya, Niar sedang sibuk di dapur,
Yusuf datang membawa handphone Niar. "Sayang, nih ada panggilan masuk."
"Oh, mungkin itu Eva." Niar meraih handphonenya dari tangan suaminya lalu menggeser icon hijau untuk menerima panggilan tersebut.
"Hallo Va, udah sampe mana?"
"Udah dekat kok, share lok ya." jawab Eva dari seberang telepon.
"Oke, aku share lok sekarang." Niar memutuskan panggilannya lalu share lok.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Eva telah sampai dirumah Niar.
"Hai Va, kamu tadi nggak nyasar kan?"
"Ya enggak lah, oya kenalin ini anakku."
"Loh, Mesya?" Niar sedikit terkejut saat melihat anak yang dikenalkan Eva.
Eva menyatukan alisnya. "Loh kalian sudah saling kenal?"
Niar lalu terkekeh. "Mesya dan anakku Kayla kan satu kelas, mereka juga akrab banget."
"Oya? Asik dong udah pada kenal."
"Eh, kok jadi ngobrol di luar ya, ayo mari-mari masuk." Niar membuka pintu lebar-lebar.
Eva dan Mesya masuk.
Eva mamasuki rumah Niar. Waow rumahmu gede sekali Yar."
"Iya mbak tunggu sebentar." sahut bibi dari dapur.
Bibi ke atas panggil anak-anak terus ke dapur bikin minuman, tak lama kemudian anak-anak pun turun.
"Mesya? Kamu kok bisa di rumahku?"
Mesya meringis. "Ternyata Mama kita juga temenan."
Kayla langsung menarik tangan Meysa. "Main ke kamarku yuk?"
Anak-anak kembali ke atas dan bermain di kamar.
__ADS_1
"Suamimu mana Yar?"
"Masih di atas." Niar segera menelepon suaminya yang masih di kamar.
"Gila kamu Yar!! Auma di atas doang pake telfon segala."
"Males naik tangga." Niar cuma nyengir.
Yusuf segera menuruni tangga lalu menyusul istrinya di ruang tamu, Yusuf mengulurkan tangannya. "Yusuf."
Eva menyambut uluran tangan Yusuf. "Eva."
Yusuf duduk di sebelah Niar lalu menatap beberapa istrinya. "Sayang, aku gowes dulu ya?"
"Jangan lama-lama!"
"Paling sampai sore, kali ini rame-rame jauh pula."
"Iyaa hati-hati."
Yusuf mengecup pipi Niar. "Oke." lalu Yusuf beralih menatap Eva. "Aku tinggal dulu mbak Eva, silahkan bernostalgia."
"Oh, iya." jawab Eva. "Andai dulu aku menikah dengan orang yang mencintaiku mungkin hidupku akan seperti Niar, bahagia bersama dan saling mencintai, tidak seperti suamiku yang sekarang dingin." batin Eva.
Yusuf pergi mereka lebih leluasa bernostalgia, hingga tak terasa sudah sore, Eva segera berpamitan untuk pulang.
Niar mengantar Eva pulang ke rumahnya dan
sampai di rumah Eva, Niar langsung pulang karena sudah sore.
Di perjalanan pulang mobil Niar oleng,
__ADS_1
Niar lalu turun mobil untuk memeriksanya, ternyata ban nya kempes. Niar baru mengeluarkan handphone untuk menelfon bengkel, namun tidak jadi karena ada mobil yang berhenti di depannya.
Bersambung...