
Assalamu'alaikum ... reader ku semua? semoga kalian semua kabar baik ya.
Jika ada dalam keadaan sulit! semoga Allah memudahkan dan jika dalam keadaan sempit! semoga Allah melapangkan.
Bila dalam keadaan sakit! semoga Allah segera mengangkat penyakit yang kalian derita. Aamiin, Aamiin ya Allah yarabbal'alamin. 🤲🤲🤲🤲
...---...
Aku mau promosikan karya baru nih, yang berjudul "Gadis Satu M"
Semoga karya ku yang ini mampu bahkan lebih menarik hati masyarakat penikmat novel, walau recehan. Namun setidaknya diterima dengan baik.
Melebihi karya ku yang lainnya. Walau kadang aku down, tidak semangat atau apalah dalam menulis sehingga semakin menghambat membuat karya. Terkadang otak mandeg, speechless tak punya kata-kata untuk dituangkan menjadi cerita. Jari kaku tak mampu mengetik.
Namun aku selalu berusaha untuk berkarya walau belum semakhir penulis mahir lain atau senior.
Mohon maaf bila tulisan ku terlalu monoton🙏 belum ada perkembangan yang signifikan. Aku masih harus banyak belajar demi kalian yang selalu mendukung ku🙏 terimakasih banyak reader ku semua?
Kalianlah yang buat aku terus belajar berkarya, jangan sungkan tegur aku bila banyak typo nya. Kritik aku bila banyak tulisan yang amburadul atau tidak sesuai.
__ADS_1
Dan aku juga bahagia dengan komentar kalian yang selalu aku tunggu, komentar yang membangun atau sebuah dukungan.
Dan sekali lagi aku meminta maaf atas segala kekurangan ku🙏🙏
...---...
"Rasya? pijit saya! main melintas saja. Pesawat juga bukan main lintas saja." panggil Sam dengan suara yang lumayan kencang.
Mendengar itu, Rasya melangkah mundur mendekati pintu kamar Sam yang memang terbuka. Setelah tepat depan pintu barulah memutar tubuhnya. Dan perlahan masuk.
Sam tengah duduk di tepi tempat tidur. Membuka membuka kancing kemeja nya, membuka sepatu dan melemparkannya ke sembarang tempat.
Sedikit mencibirkan bibirnya, Rasya berjalan mendekat. "Mau apa?"
"Mau apa? apa tidak kau dengar aku minta kau pijit saya. Buruan? saya dah ngantuk!" Sam membuka celana panjang dan menyisakan celana pendek saja.
Rasya sontak menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Tu-Tuan ma-mau apa? membuka itu?" gelagapan.
Sam tidak menjawab melainkan kini membuka bajunya dan dilempar ke atas sofa. Kemudian membaringkan tubuhnya telungkup di atas tempat tidur yang ukuran king size itu.
__ADS_1
Beberapa lama Sam menunggu pergerakan dari Rasya yang terdengar hening. Sam menoleh dan melihat ke arah Rasya. "Dasar gadis bodoh. Cepetan?"
Rasya yang melamun melihat Sam tanpa baju, tersentak dengan suara Sam. "I-iya, Tuan."
Rasya pun naik ke atas tempat tidur, duduk berlutut. Di dekat kaki Sam yang panjang itu. "Kaki mu panjang sekali. Berbulu lagi, panjang-panjang juga bulunya. Mendingan ini utuh kulitnya! coba kalau kulit hitam pasti sama dengan gorila." Ha ha ha ... Rasya tertawa sendiri.
Mendengar rasa malah tertawa, Sam bangun dan melotot dengan sempurna ke arah Rasya. "Kau menyamakan saya dengan gorila, ha? mau saya isap darah kamu itu sampai habis ha?"
"Hem, emangnya anda vampir penghisap darah apa tuyul?" tanya Rasya dengan polosnya.
"Iya, saya penghisap darah. Apalagi melalui bagian dada saya sangat suka sampai habis. Tuyul kan menghisap dada wanita." Sam menatap dada Rasya yang berisi dan ******* bibirnya dengan lidah sendiri.
Membuat Rasya menciut ketakutan, menutupi dadanya dengan tangan bahunya bergidik. "Iiy ... pahit-pahit, pahit."
Sam menunduk menyembunyikan senyum lucu nya. Merasa lucu melihat ekspresi dari Rasya. "Makanya buruan turuti perintah saya."
"I-iya, Tu-tuan. Tapi jangan hisap darah saya." Rasya mengangguk dengan wajah yang tampak sedikit pucat ....
__ADS_1