
Epilog
Elza menidurkan kakaknya di kursi belakang mobilnya. Ia merasa kasihan melihat kakaknya seperti ini. Ia sangat geram dengan kedua sahabat kakaknya. Padahal kakaknya sangat baik pada mereka.
“Mbak, bangun mbak. Elza menepuk pipi Elva namun tak ada respon. Ia langsung berinisiatif untuk membawa pulang kakaknya. Mesin mobil menyala Elza bergegas menancapkan gas dengan cepat. Lalu lalang kendaraan di jalan raya membuat sedikit lambat laju mobil. Jika ada celah Elza langsung menyalip mobil-mobil yang membuat lambat laju jalannya.
Sesampainya dirumah Elza langsung menggendong Elva menuju ruang tamu.
“Bunda, bunda...”. Elza memanggil bundanya kemudian ia letakkan Elva di sofa ruang tamu.
“Lho, mbak Elva kenapa Za?”. Tanya bunda sambil berjalan menghampiri anaknya.
“Ini gara-gara 2M”. Jelas Elza.
“Maksudnya apa? 2 milyar?. Kakakmu kena tipu atau apa?”. Tanya bunda semakin khawatir.
“Bukan bunda. Itu si 2M munafik dan murahan”.
“Siapa sih? Yang jelas dong bicaranya Za”. Bunda semakin gemas dengan ucapan Elza.
“Richard dan Maria beneran selingkuh Bun”.
Bunda hanya menarik nafas dan lebih memilih untuk membangunkan Elva. Bunda memberikan aroma therapy di dekat hidung Elva supaya Elva segera sadar.
Suara isakan tangis Elva membuat Ayudia dan Elza terkesiap mendekat. Di belainya pucuk rambut Elva sambil pelan-pelan menyuruhnya untuk bangun. Ayudia memberikan Air putih yang di suapi dengan sendok ke mulut Elva. Tak lama kemudian Elva membuka matanya masih dengan kondisi terisak.
“Bunda.....”. Suara Elva lirih.
“Iya sayang, bunda sudah tau. Biarkan mereka, ikhlaskan saja. Kamu itu cantik dan berprestasi masih banyak laki-laki yang pantas untuk bersanding denganmu”. Ayudia mencoba menenangkan Elva.
“Elva mau ke kamar bun”. Pinta Elva.
“Yuk bunda antar”. Ayudia mengantar Elva sampai kamarnya. Dirasa Elva sudah sedikit tenang Ayudia pergi keluar kamar tersebut.
Didalam kamarnya Elva masih terisak. Ia masih mengingat-ingat apa yang tadi ia dengar percakapan dua insan di restoran mewah itu. Ia tidak menyangka jika semuanya akan seperti ini. Ia sangat sakit hati dan kecewa dengan mereka berdua.
*Ku menangis membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku kau duakan cinta ini kau pergi bersamanya
Ku menangis melepaskan kepergian dirimu dari sisi hidupku harus selalu kau tau akulah hati yang telah kau sakiti*
Rossa – Hati yang kau sakiti
Tiga hari kemudian
Pagi hari Elva beranjak keluar untuk jogging. Biasanya ia sangat malas sekali berolahraga. Terlebih sudah dua hari ia mengurung diri dikamar. Tapi hari ini ia sangat bersemangat untuk membugarkan badannya.
Ia memakai kaos lengan pendek berwarna biru muda di padukan dengan celana training hitam panjang Lis biru. Tak lupa ia memakai topi berwana hitam senada dengan celananya.
Ia berlari menuju taman yang tak jauh dari komplek rumahnya. Bukan hanya Elva ternyata banyak orang yang berolahraga di akhir pekan. Sepanjang jalan ia melihat beberapa hilir mudik pasangan yang berlari kecil sambil berbincang, mengingatkannya kembali pada Richard mantan kekasihnya. Tapi ia tak ingin menangis lagi untuk pria brengsek sepertinya. Ia harus kuat dan tegar. Ini adalah pelajaran untuknya supaya kedepannya ia bisa lebih berhati-hati lagi dan tidak mudah untuk percaya.
“Hmmm.... Baru lari dari rumah ke taman gini saja sudah capek banget. Mana aku lupa tidak bawa air minum lagi”. Gumamnya
__ADS_1
Elva langsung bergegas mencari pedagang minuman botol terdekat. Ia membeli satu botol air mineral dingin dan dua buah roti isi cokelat.
Ia mencari tempat yang nyaman untuk istirahat dan memakan roti.
“Glek Glek Glek”. Rupanya Elva sangat haus ia meminum airnya sampai setengah botol.
“Aaahhh..... Segar sekali”. Ucapnya lalu ia membuka roti cokelat pertama dan langsung habis hanya dalam waktu satu menit.
“Ini roti kecil sekali. Aku beli dua mana cukup”. Gumamnya kemudian ia membuka roti cokelat yang kedua. Sama seperti yang tadi, ia pun lahap dan langsung habis dalam hitungan satu menit saja.
“Glek Glek Glek” . Elva menghabiskan minumnya. Tapi ia merasa belum kenyang juga.
“Apa patah hati membuat nafsu makan meningkat?”. Tanyanya dalam hati. Oh iya, ia teringat dua hari yang lalu ia hanya makan satu hari sekali. Itu pun hanya sedikit. Mungkin ini adalah hari pembalasan hutang makan yang kemarin tidak masuk ke dalam perut.
Ia ingin membuang sampahnya. Ia melihat di sisi kiri ada tempat sampah yang terbuka. Karena malas melangkah ia hanya melempar botol minumnya dari kejauhan berharap akan masuk dengan tepat.
“PLETAKK”
“Aduh”. Suara rintihan dari seorang yang terkena botol Elva.
“Oh my God!”. Elva terkejut botolnya mengenai seseorang yang tidak ia kenal. Ia terpaku di tempat melihat dan mendengar makian orang tersebut.
“APA KAKIMU TIDAK BERFUNGSI SEHINGGA HARUS MEMBUANG BOTOL DENGAN CARA MELEMPAR?”. Pria tadi yang terkena botol langsung menghampiri Elva. Sepertinya ia sangat murka.
“Maaf.... Maaf tuan, aku tidak sengaja”. Elva menundukkan kepalanya. Ia tidak berani melihat wajah pria tersebut.
“Hmmm.... Tidak sengaja bagaimana. Kamu melempar botol itu dengan sengaja. Untuk apa kakimu itu jika masih berfungsi tidak digunakan untuk melangkah ke tempat sampah yang jaraknya tidak jauh dari tempatmu berdiri”.
Keduanya saling memandang dan hening seketika. Satu menit berlalu baru mereka sadar dan akhirnya pria tersebut meninggalkan Elva sendiri. Elva hanya terdiam melihat kepergian pria dewasa itu.
Dasar om om galak. Gumam Elva setelah pria tersebut tak terlihat. Kemudian bergegas ia pulang sambil membuang plastik roti ke tempat sampah yang sedari tadi ia pegang.
Elva membuka pintu rumahnya. Ia nampak terkejut melihat ayah, bunda, dan juga adiknya berkumpul di ruang tamu.
“Ayah, bunda sama Eza kenapa kalian semua berkumpul disini?". Elva terlihat santai menanyakan mereka. Ia tidak tahu jika mereka sedang mencarinya.
“Dari mana kamu pagi sekali sudah tidak ada dirumah”. Tanya ayah.
“Aku habis jogging yah. Tadi di depan aku tidak melihat pak Aris (security). sepertinya ia sedang di kamar mandi”. Jawab Elva.
“Serumah ini khawatir denganmu Elv, karena dua hari kemarin kamu tidak keluar kamar”. Tutur Ayudia.
“Elva minta maaf semuanya”. Elva tersenyum bahagia karena keluarganya sangat menyayanginya.
“Yasudah, kita sarapan”. Ayah langsung mengajak mereka bertiga menuju ruang makan.
“Pagi ini sarapannya roti sama susu saja ya, bunda tidak sempat masak”. Ucap Ayudia
“Oke”. Elva dan Elza menjawab kompak.
Mereka menikmati sarapan akhir pekan dengan roti dan selai kacang serta susu rendah kalori.
__ADS_1
Selesai sarapan Hermawan kembali ke ruang kerjanya, sedangkan Ayudia beserta anak-anaknya pergi ke ruang televisi.
“Bun, jalan-jalan yuk. Sudah lama kita tidak holiday bareng. Mumpung semua ada di rumah kita ke mana gitu”. Ajak Elza pada Ayudia.
“Kamu Za, biasanya kamu tidak mau di ajak jalan-jalan bareng kita”. Timpal Elva.
“Ya bunda sama mbak ngajaknya shooping mulu dikira eike bences lagi shooping bareng ciwi-ciwi”.
“Hahahaha.... Kamu bisa saja Za. Nanti bunda bilang ayah dulu ya”. Jawab bunda.
Bunda pergi meninggalkan Elva dan Elza di ruang tv. Sedangkan mereka berdua pun pergi ke kamar masing-masing karena merasa bosan tidak ada tontonan yang menarik menurut mereka.
Jalan-jalan dadakan akhirnya pun jadi. Mereka memilih untuk berlibur ke taman wisata alam. Elva, Elza dan orangtua mereka sedang bersiap untuk keperluan liburan tersebut.
Sepanjang perjalanan dalam mobil, mereka berbincang di selingi gelak tawa. Elza kali ini yang mengendarai mobil sedangkan Elva di sampingnya. Hermawan dan Ayudia tentunya duduk di kursi belakang.
“Bunda, Elza, Elva. Besok malam kosongkan jadwal kalian, karena besok malam kita di undang klien ayah untuk makan malam”. Ucap ayah.
“Dimana yah?”. Tanya Elza.
“Ayah belum dapat info alamatnya dari Gino. Ya mungkin tidak jauh masih sekitaran kota ini”. Jawab ayah.
“Apa om Gino juga akan ikut yah?”. Tanya Elva.
“Sepertinya tidak. Karena beliau hanya mengundang keluarga ayah saja”.
“Wah, nasib nasib om Gino. Sudah mengabdi tapi tidak di anggap keluarga”. Ucap Elza.
“Hahahahaha....”. Mereka tertawa bersama.
“Kamu bisa saja Za”. Ucap Ayudia.
Perjalanan yang ditempuh dengan jarak waktu satu jam akhirnya sampai juga. Mereka antri di pintu masuk safari journey. Setelah membayar tiket, mobil melaju pelan menyusuri alam wisata tersebut. Nampak banyak sekali hewan berkeliaran selama berkendara. Tak lupa mereka memberi makan hewan melalui celah kaca mobil. Ada wortel dan sayur-sayur lainnya yang mereka dapat diluar untuk memberi makan hewan-hewan tersebut.
Tak lupa Elva membawa kameranya untuk mengabadikan momen liburan ini sebagai kenangan. Baru di awal saja keluarga ini sudah sangat senang sekali. Karena memang beberapa bulan kemarin Hermawan sedang sibuk dengan bisnisnya , Elva sibuk dengan kuliah dan kekasihnya dan Elza dengan teman-temannya. Hanya Ayudia yang memiliki banyak waktu luang selain jam arisan bersama teman sosialitanya.
Various Animals Show adalah tempat kedua yang mereka pilih. Disana mereka disuguhkan penampilan dari beberapa binatang yang sudah terlatih untuk menampilkan sesuatu yang menakjubkan dan menggemaskan bersama team profesional terlatih tentunya.
Setelah mereka puas bersenang-senang di taman wisata ini, Restoran Caravan lah yang mereka pilih untuk mengakhiri liburannya kali ini. Restoran dengan pemandangan alam yang sejuk dan rindang membuat kesan nyaman tersendiri bagi pengunjung yang datang.
Di pesannya berbagai makanan dan minuman yang akan mereka nikmati bersama setelah merasa lelah dan lapar mengelilingi taman wisata tersebut. Mereka sangat lahap dengan suguhan yang ada di atas meja mereka. Terutama Elva, Rupanya ia sangat lapar hingga memesan nasi porsi lebih.
“Yah, sering-sering dong begini holiday bareng keluarga kan lebih seru”. Ujar Elza.
“Lha kamu Za, kayak gak tau ayah aja sibuknya gimana”. Timpal Elva.
“Ayahkan cari uang untuk kalian juga, kalian adalah tanggung jawab ayah. Ayah tidak mau istri dan anak-anak ayah tidak tercukupi kebutuhannya”. Jawab Hermawan
“Iya, yang ayah kalian bilang itu benar. Kalau pun ayah sedang tidak bekerja kan meluangkan waktunya untuk kalian”. Ujar Ayudia.
Elva dan Elza hanya tersenyum dan mengangguk dengan apa yang ayah dan bundanya ucapkan tadi. Dan mereka kembali melanjutkan makannnya.
__ADS_1
Bersambung