Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
BAB 10 Ka Anton (pergilah... )


__ADS_3

Gia pergi ke kamar dan meninggalkan Risa bersama Anton merapikan kartu kartu yagn mereka mainkan. setelah rapi Anton bermaksud untuk pamit pulang,namun dia masih merindukan wanita yang ada di depannya ini.


"aku pulang ya Ris..."


"hemm..."


"jangan merindukan ku! " ucap Anto percaya diri membuat Gia melotot, " hahahaha... satuy dong... bercanda aku."


"serius juga gak apa apa" ucapnya dalam hati.


saat sudah dekat pintu, Anton menarik tangan Risa dan memeluknya,Anton sempat merasa ada balasan pelukan dari Risa, namun itu hanya samar tapi Anton merasakan itu. "sepertinya kesempatan ku masih ada" ucapnya dalam hati.


"maaf..." Anton melepas pelukannya.


Risa diam tak bersuara, ingin sekali wanita itu meminta jangan melepasnya,namun Risa kembali di sadarkan jika orang yang berada di depan nya ini hanya seorang pria beristri yang dia temui saat sedang menjual diri dan dia anggap sebagai tan curhat nya.


setelah kepergian Anton, Risa Menangis Tanpa Suara" Terima kasih Tuhan, kau Izinkan saya bertemu lagi dengannya, pria yang sengaja melindungiku dari bahaya. "


Ya Tuhan, Apakah aku benar-benar Jatuh cinta padanya? dia adalah satu-satunya laki-laki yang memperlakukan aku tidak seperti seorang wanita yang sedang menjual diri; tapi dia memperlakukanku layaknya seorang sahabat yang sudah mengenal cukup lama. Namun jika dia sudah ada yang punya biarkan dia tetap bahagia bersama pilihan yang sudah menemanimu selama ini.


...****************...


setelah hari itu,Anton jadi selalu menghabiskan akhir pekannya dengan bermain bersama Gia dan Risa, awalnya sedikit canggung,hingga akhirnya suasana itu cair dengan sendirinya,Risa dan Anton mulai bercanda layaknya teman baik. hari demi hari berlalu semua berjalan seperti biasanya,bahkan beberapa kali mereka pergi bersama,hanya untuk sekedar piknik atau berbelanja.


suatu hari di penghujung pekan Gia sedikit di kejutkan dengan kehadiran Anton,padahal hari itu masih cukup sore.


"haaiii ka..."


"hei... kamu kenapa pulang telat? tumben" Risa menjawab Sapaan nya.


"iya ka... aku ada keliru kembalian orang"


"kamu kecapean itu... sini duduk"


Gia duduk di kanan Anton dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi,reflek Anton mengambil air yang ada di depan nya dan memberikannya pada Gia.


"kalian ga kerja? " tanya nyanpada mereka.


"aku ga" jawab Risa dan Anton bersamaan.


"hhheemmm...cocok... saangat cocok" ucap Gia melihat kedua orang itu yang salah tingkah saat menjawab bersamaan. "aku bersih bersih dulu ya ka...nanti aku keluar lagi, ka Risa ga boleh nakal 😄"


"apa sih..." Risa membela diri.


setelah kepergian sang adik mereka meneruskan pembicaraan mereka,pembicaraan itu cukup serius membuatnya mereka tidak sadar l dengan kehadiran adiknya tadi.


"saya ga mau,sering nya mas Anton disini bikin mas jadi jauh sama keluarga mas sendiri! "


"tergantung jauh seperti apa yang kamu maksud!"


"mas Anton itu pria beristri mas... ada baiknya mas sendiri menghabiskan waktu dengan keluarga mas, saya gak mau nanti ada seorang wanita yang datang ke sini dan mengusik kehidupanku dan Gia di sini! "


"buang pikiran itu jauh jauh... status ku saat ini dalam masa perceraian,jadi jangan pernah percaya jika ada yang mengatakan jika dirinya adalah pacar ku, karna pacarku saat ini ada didepanku?!" jawab Anton tegas.

__ADS_1


"jangan asal kalau bicara,nanti Risa dengar dia akan salah paham. saya hanya ingin hidup lebih baik bersama adikku, tanpa digangu siapapun."


"jadi... ka Anton benar sudah punya istri??" Gia yang baru selesai bebersih mendengar pembicaraan mereka.


kedua orang itu langsung berdiri menyambut sang adik yang terkejut,benar saja pembicaraan mereka terlalu serius hingga tidak sadar kehadiran Gia di sana.


"de... biar mas jelasin ya... biar ade lebih paham posisinya" Anton berusaha menjelaskan.


"gak mas... ga usah... mas pulang aja!" usir Gia pada Anton.


"Gi... " tegur Risa


"kakak mau biarin dia disini? terus tahu tahu istrinya datang salahin kakak??? dah gila ya..."


"de... mas cerai!"


"cerai setelah bertemu ka Risa?? lalu ka Risa aka di salahkan saat kau bercerai!!" Gia marah,karena Anton membohongi nya, dia tidak mengatakannya dari awal jika dia akan bercerai,jika tahu dari awal Gia pasti tidak akan memberi info apapun.


kejadian malam itu membuat Gia memblokir semua akses Anton pada ponselnya,namun dia tidak melakukan pada ponsel Risa, buat Gia ponsel adalah privasi,itu menjadi hak Risa mau di blokir atau di biarkan.


semenjak Gia mengusirnya,dia tak lagi datang dan dia tak dapat kabar apapun lagi tentang Risa,sebenarnya itu membuatnya sedikit kesal dan mood nya jadi berubah ubah, akhirnya pekerjaan nya banyak yang terbengkalai.


sama hal nya dengan Anton,hal itu juga yang terjadi pada Risa, bahkan dia sempat di maki maki karena sang pelanggan tidak puas, karena Risa jadi lebih banyak melamun,Gia sebenarnya tidak tega,memisahkan dia orang yang sedang jatuh cinta,tapi Gia lebih tak ingin jika Risa di maki maki orang, padahal orang orang itulah yang mendatangi Risa.


suatu malam saat Gia sedang mulai menjajakan dirinya di gelapnya langit jakarta, ada seorang wanita yang menghampirinya, tanpa basa basi menarik rambut Risa yang memang saat itu dia gerai.


"masih belum juga loe lepas laki gw!!"


wanita itu mendekat dan menarik dagu Risa dengan kasar, "coba lu liat gw yang bener!!! lu yakin gak ingat gw?!?" tanya nya lagi.


setelah hampir 10 menit akhirnya dia mengingat wanita yang di depannya ini. "gimana? udah inget??" tanya nya lagi.


"iya mba... saya ingat! maaf mba, ada apa lagi ya? "


"udah gila ya ini perempuan... laki gue lu sembunyiin dimana?? kenapa dia gak pulang 2 minggu ini!!"


"saya kurang tahu mba...saya sudah tidak pernah bertemu beliau lagi"


"loe mau bego begoin gue??!! Gak usah pura pura! terus dia sama siapa kalau bukan lu?"


"saya kurang tahu mba... permisi..." Risa beranjak,namun wanita itu sudah lebih dulu menahannya, namun di tepis oleh Risa, dia tidak takut tapi dia bukan type orang yang suka berdebat, apalagi untuk hal kecil.


wanita itu di hampiri Ladies, salah seorang wanita malam yang menjajakan dirinya juga. "jangan bikin ribut disini mba! mending pergi, disini bukan tempat loe!" ancam Ladies kesal.


melihat sekeliling nya yang menatap dirinya seakan marah, membuat nyali Wanita itu ciut dan akhirnya beranjak dari hadapan mereka.


semenjak hari itu Risa jadi jarang bekerja,kadang dua hari sekali, tiga hari sekali, bahkan seminggu sekali. malam ini setelah bantu Gia memasak, Risa berjalan ke arah pintu karena ada yang mengetuk,betapa terkejutnya Risa saat melihat orang yang ada disana.


" untuk apa kau kesini?? "


"Risa... aku ingin bicara, denganmu dan Gia" mohon Anton, awalnya Risa ragu namun akhirnya dia membuka pintu lebih lebar, mengijinkan Anton masuk.


"apa yang kau lakukan di sini??" omel Gia saat melihat Anton.

__ADS_1


"de... tolong,jangan gini..." ucap Anton sambil mendekati nya.


"hei hei... jangan coba coba" bentaknya melihat Anton beranjak kearahnya.


"de... aku sedang proses perceraian dan aku pikir itu bukan sesuatu yang penting,karena yang aku lihat kalian tidak mau terlalu ikut campur urusan orang lain"


"cukup... jika kau memang mau mendekati ka Risa kenapa tidak bilang dari awal posisimu saat itu?? kenapa kau seperti berusaha menutupinya??"


"aku tidak menutupi nya! Risa tahu hal ini!!"


kata kata itu membuat Gia melihat ke arah sang kakak dan meminta penjelasan,ka Risa sempat terlihat membuang napas dengan berat,lalu menghampiri dua orang kesayangan nya itu.


"duduklah... bicarakan inj tenang dan dengan baik!" ucapnya menengahi perdebatan itu.


Setelah duduk bersama,akhirnya Risa menceritakan semua versi Risa, dia memang pernah membicarakan hal ini dengan Anton, tentang status Anton yang saat itu masih suami orang,Anton pun menceritakan jika dirinya akan bercerai.


"namun perceraian itu prosesnya cukup lama sehingga istrinya lebih dulu menghampiriku dan menuduhkan yang bukan bukan padaku!" cerita Risa membuat Anton dan Gia menoleh bersamaan,mereka tidak tahu jika Deasy ternyata mendatangi Risa,mereka baru tahu hal itu. "dia sudah mendatangiku lebih dari tiga kali,namun aku hanya diam dengan harapan Anton akan menyelesaikan masalahnya,namun bukan nya selesai,malah makin di persulit. itu sebabnya aku meminta mu untuk menyelesaikan dulu urusan mu..." sambung Risa lagi.


"kenapa kau tidak mengatakan padaku jika dia menghampirimu?"


"aku rasa itu sudah tidak penting saat ini... mungkin memang ini yang harusnya terjadi, ini yang harus kita lewati. jika dia sampai menghampiri ku berarti ada sesuatu yang belum selesai di antara kalian"


"tapi Ris... aku... aku akan tetap sama kamu ris... aku mau sama kalian"


"sudahlah mas... pergilah... lupakan kami,istrimu mungkin lebih butuh kau di sampingnya!" ucap Risa


Anton masih tidak terima dia masih mau berusaha bicara pada Risa dan Gia namun dua wanita itu menolak, mereka kembali ke kamar meninggalkan Anton seorang diri.


Anton memutuskan untuk menunggu dua wanita itu di ruang tamu, walaupun dia tahu hasil yang akan dia dapat namun yang terpenting dia sudah mencoba menjelaskan duduk perkaranya.


...****************...


"benarkan yang aku katakan! dia pasti ada di sini" deasy yang saat itu sudah ada di depan kontrakan Risa dan melihat mobil suaminya di sana.


Deasy masuk ke rumah itu tanpa permisi dia langsung mendapati suaminya sedang duduk sendirian di ruang tamu. "sayang... " panggilnya manja.


" Apa yang kau lakukan di sini?"


" jemputmu sayang apalagi??"


"pergilah... dan jangan ganggu mereka! "


"ayo pulang bersama ku! "


"tidak! kita dalam proses perceraian saat ini! tolong biarkan aku sendiri! "


"kau benar benar akan menceraikan ku untuk ****** mu itu??"


"tutup mulut mu des! kau jauh lebih ****** darinya! pergi sekarang atau kau akan kehilangan semua milikmu saat ini! " ancam Anton.


pertengkaran itu didengar oleh dua wanita yang ada di dalam kamar, hancur...Risa sangat hancur mendengar semua penuturan istri Anton tersebut, padahal dari awal dia sama sekali tidak merebut Anton bahkan dia selalu meminta Anton untuk kembali ke rumahnya dan kembalinya Anton ke rumah pun berkat bujukan Risa,Risa juga yang memintanya untuk menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin, tidak kasar dan tidak mengancam.


Deasy yang telah di ancam langsung angkat kaki dari situ, biar bagaimanapun kesuksesan Risa saat ini adalah campur tangan suaminya, itulah yang membuatnya tak ingin melepas suaminya itu, namun bodohnya dia malah mengkhianati suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2