Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
102. Ganguan 2


__ADS_3

Rian menyelesaikan mandi nya karena mendengar suara bel,di kamarnnya"siapa yang datang malam malam begini" guman Rian heran. dengan cuek dia hanya mengunakan lilitan handuk di pinggangnya membuka pintu, Rian sempat terkejut karena yang datang Hanna yang langsung melihatnya dengan liur ingin menetes, bagaimana tidak tubuh Rian makin atletis setelah menikah.


"ada apa? " tanya Rian membuyarkan lamunan Hanna, bukannya menjawab Hanna malah menghambur ke pelukkan Rian dan tanpa Rian sadari ada yang memotret nya dari kejauhan.


"apa yang kau lakukan Hanna" Rian setengah membentak.


"aku merindukanmu"


"tolong lepaskan! aku tidak ingin ada yang melihat" baru saja Rian mengatakan itu seseorang lewat melihat mereka sambil senyum senyum membuat Rian menutup matanya, sedangkan Hanna malah menempelkan kepala nya pada dada Rian sehingga terlihat seperti sedang mengecup dada itu, Rian tukang mengetahui yang lewat itu adalah orang yang mengambil foto untuk Hanna.


"berjanjilah makan malam dengan ku besok, agar aku melepasnya" ujar Hanna.


"tidak! Terima kasih, aku masih mampu membeli makanan ku sendiri"


"berarti kau minta aku terus memelukmu begini terus"


"baiklah besok malam"


"Terima kasih sayang" ucapnya lalu mengecup bibir Rian dan itupun tertangkap kamera.


Rian langsung mendorong nya hingga jatuh! "jaga sikapmu Hanna! aku rekan kerjamu saat ini, bukan pasanganmu."


Rian masuk ke dalam dengan kesalnya membanting pintu dan langsung merebahkan diri di kasur, dia melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 23.10 "apa dia sudah tidur... " gumamnya. dia mencoba menelpon istrinya tapi tidak di angkat, dia mencoba sekali lagi, tapi bukan suaminya melainkan Risa yang mengangkatnya.


"Risa?? kenapa Gua?? "


"ada dia tertidur" ucap Risa mengalihkan ke panggilan video dan memperlihatkan Gia yang tertidur di sofa bersama tumpukkan nota dan pembukuan kedai.


"astaga... kenapa dia tertidur disitu? "


" mana aku tahu, aku juga baru keluar dan melihatnya disini"


"bisa tolong bangunkan? "


"baiklah... " Risa membangunkan Gia dan mengatakan jika Rian menelponnya, Gia langsung terkejut dan buru buru mengambil hpnya dari Risa dan berlari ke kamar. dia membalik hpnya dan melihat kalau panggilannya sudah di angkat. "ka Risa... kenapa ga bilang sih kalau udah di angkat" ucapnya dalam hati.


"kenapa tidur di sofa? " tanya Rian saat melihat wajah istrinya.

__ADS_1


"aku ketiduran"


Rian menarik napas pelan lalu menghembuskan nafas kasar "aku merindukanmu" Ucap Rian lembut dan itu membuatnya terkejut karena beberapa hari ini Rian tidak menghubunginya karena dia bersama Bagus saat malam hari.


"aku juga mas... kamu kapan pulang?"


"sebenarnya empat hari lagi, tapi.... " Rian menggantung kalimatnya.


"selesaikan dulu pekerjaanmu, supaya kamu tidak bolak balik" sergahnya.


"aku belum selesai Gia... aku mau bilang sebenarnya empat hari lagi tapi jika besok aku tidak bisa menahan rindu ku pada mu, aku akan pulang detik itu juga" gombalnya dan itu membuat istrinya malu.


mereka berbincang hingga pukul 3 dini hari bahkan Rian sempat menolak menutup ponselnya karena rindu nya belum terobati, "selesaikan pekerjaanmu dengan cepat, agar rindu mu hilang" ucap Gia lalu menutup ponselnya, dia senang Rian kembali berbincang dengannya, dari kemarin dia sempat bingung dengan diamnya Rian.


siang itu Gia kembali ke kedai, dalam keadaan mengantuk, bagaimana tidak jika setelah berbican dengan suaminya dia tidur hanya tiga jam, suaminya menelpon nya lagi pukul enam pagi dan memintanya mandi bers*m* dan sedikit membantu suaminya menuntaskan sesuatu yang tertahan.


"ka Gia ngantuk? " tanya Ika melihat nya tidak berhenti menguap


"banget... "


"istirahat aja ka, mumpung sepi"


Gia ke ruangannya untuk istirahat, dia butuh menutup matanya walau hanya sebentar. sementara itu di Surabaya Rian sedang fokus membahas pekerjaannya, tiba tiba tangan Hanna mengenggam tangannya.


"nanti malam jadi kan? "


"singkirkan tanganmu atau kelakuanmu akan membatalkan kontrak besar ini" tegas Rian.


Hanna sedikit tersentak dan melepaskan tangannya,dia makin terkejut saat Rian bangun dari duduknya dan mencuci tangannya, kembali ke meja dan berkata. "jangan pernah menyentuhku" ucapnya dengan tegas.


makan siang Rian sambil video call dengan sang istri di mejanya, sedangkan Hanna ada di sofa di ruangan yang sama bersama Jordan dan asistennya sendiri. kesal melihat tingkah Rian yang begitu lembut dengan Gia, "padahal aku jauh lebih cantik dari pada istrinya itu." batin Hanna. Jordan menangkap pandangan yang di lemparkan Hanna.


"maaf jika direktur menganggu makan siang kalian... dia memang begitu menyayangi nona Gia" ucapnya melirik ke arah Hanna.


"tidak masalah... begitulah pengantin baru Pak Jordan" ucap Sally asisten Hanna.


"boss mu saja terlalu berlebihan! padahal istrinya tidak cantik sama sekali! " Hanna ketus.

__ADS_1


"Terima kasih bu Hanna, tapi direktur melihat hatinya yang tulus dan bersih, tidak seperti orang sebelumnya" sindir Jordan.


sementara itu di ruangannya Gia sedang membuka beberapa pesan yang masuk saat dia sedang melakukan video call dengan suaminya, ternyata pesan itu adalah foto, kurang lebih enak foto kebersamaan suami dengan mantan tunangannya Hanna. sakit?? ya... pasti sangat sakit... "Tuhan... apalagi ini??? " ucapnya saat melihat sebuah foto yang cukup intim antara suaminya dan Hanna, dimana Hanna berasa di dada suaminya dan Rian yang memejamkan mata seakan menikmati keintiman itu


foto itu membuat Gia tidak fokus bekerja, memberi kembalian salah, memberikan pesanan ke meja yang salah, saat dia beralih membantu di dapur banyak barang yang dia jatuhkan. "Gi... abang aja yang kerjain, kamu istirahat" ucap bang Didi salah satu chef yang di rekrut Gia dan Risa dari awal pembukaan kedai. Gia pergi ke ruangannya membawa teh hijau hangat dengan niat menenangkan pikirannya tapi sampai di sana dia melihat ponselnya berkedip kedip, ada pesan dari Rian dan beberapa panggilan tak terjawab, Gia membuka pesan dari no tak di kenal lainnya, mereka mengirimkan video dimana Hanna sedang merapikan dasi Rian dan membersihkan jas nya, lalu tangan itu beralih ke pipi Rian dan dua buah foto kebersamaan Rian dan Hanna di sebuah gedung yang Gia yakini gedung kantor disana, ada beberapa staf dan Jordan.


"aaahhh... " teriak Gia melempar gelas yang ada di tangannya hingga jatuh berkeping-keping, entahlah... moodnya sangat bombastis, biasanya dia bisa kontrol semuanya tapi kali ini seperti tidak tertahankan.


"ada apa ka?" Yuni masuk buru buru saat mendengar teriakkan Gia dan barang pecah.


"aku terpeleset, bisa tolong beresin Yun? aku kayanya butuh tidur"


"ada apa? " Ika menyusul Yuni, "kakak gak apa apa? " tanyanya beralih ke Gia karena melihat pecahan gelas, yang di tanya hanya tersenyum.


"aku beresin ini dulu ka" ucap Yuni


"aku balik ya, badannya gak enak" pamitnya pada Ika dan Yuni.


setelah kepergiannya Ika segera menghubungi Risa memberitahu kejadian ini, lalu dia mengirim pesan pada Rian.


*mas... ka Gia mood nya kayanya lagi jelek, tadi dia salah kasih kembalian, salah kasih pesenan, jatuhin pesenan orang, bikin dapur berantakan dan sekarang pecahin barang barang dalem kantor. *


Rian yang membaca pesan itu dari Ika buru buru membuat panggilan video pada Ika dan melihat kantor istrinya yang berantakan dengan pecahan beling, dia beralih melakukan panggilan pada sang istri tapi sayang istrinya tidak menjawab sama sekali panggilannya hingga dia mengulang panggilan itu sebanyak 22 kali.


Gia tidak mengangkat panggilan Rian hingga matahari hampir terbenam, setelah pulang dia menaruh ponselnya begitu saja, lalu dia menenggelamkan dirinya dengan merapikan rumah, padahal ada bi'inah dan ponakannya teh tuti yang datang dua kali sehari dan hari ini memang jadwal nya mereka datang, Gua malam membantu mereka membersihkan rumah, lalu mengajak mereka memasak, menghabiskan bahan makanan di kulkas dan membagikannya setelah makanan itu matang.


...****************...


tiinngg...


*aku sudah di restoran, ingat janjimu!*


sebuah pesan masuk ke ponsel Rian.


Rian mendesah membaca pesan itu, dia mengkhawatirkan Gia saat ini, terakhir Gia bicara padanya saat makan siang tadi, setelah itu dia menghilang, tidak angkat telpon atau menghubunginya kembali,bahkan Rian menghubungi kakak nya pun dia tidak ada disana, begitu pula menghubungi rumahnya. bi'inah dan teh tuti memang di minta berbohong pada bu boss nya dengan alasan dia ingin membuat surprise untuk suaminya.


*aku makan malam bersama klien, kamu jangan lupa makan malam dan jangan dulu tidur karena aku ingin menghubungi*

__ADS_1


pesan itu dari Rian, Gia membacanya tapi tidak membalasnya, Gia juga tidak tahu kenapa dirinya uring uringan seperti ini, bahkan dia lebih mudah meledak tidak seperti biasanya, dia sudah mencoba mengkontrol nya tapi tidak berhasil.


__ADS_2