Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku
Caraku Menemukanmu


__ADS_3

kenapa aku sangat senang mendengar cerita tentang dia?? apa aku benar benar jatuh cinta padanya? kenapa apapun tentangnya membuatku penasaran..." batin Rian


Rian sudah memutuskan untuk mencari tahu sendiri semua tentang Gia,agar dia bisa mendekati Gia.


...****************...


waktu terus berjalan,makin hari Gia makin disibukkan dengan kegiatan sekolahnya terlebih pihak sekolah memintanya untuk mengajar komputer pada siswa lain,awalnya Gia menolak tapi karna kedua kakak nya sangat mendukung akhirnya dia setuju dan kegiatan-kegiatan itu buat Rian semakin tidak bisa menemuinya. Rian berusaha datang sepagi mungkin ke kedai tapi hasilnya Gia sudah berangkat,sesuai dengan perintah Bagus 'tidak ada sama sekali yang membocorkan keberadaan Gia'


tapi tidak dengan hari ini,Dewi fortuna seperti sedang berpihak pada Rian karna saat dia sampai bertepatan dengan Gia keluar dari kedai dan dia memutuskan membuntuti Gia dan kegiatan Gia di hari itu sampai selesai.


saat Gia hendak menunggu angkutan umum,Rian sengaja balik agar terkesan tidak sengaja bertemu.


"hai cantik... dari mana? mau bareng?" tanya Rian membuka kacanya


"ga... makasih"


"ayolah Gi ini udah malem lho..."


"ga ka makasih"


"Astaga Gia! aku Rian temen nya Bagus,aku ga mungkin apa apain kamu!" balas Rian dengan kesal karna Gia tidak mau ikut di mobilnya.


tanpa menjawab apapun Gia memberhentikan angkutan umum yang lewat dan langsung naik tanpa memperdulikan Rian yang sudah ngomel karna dia tidak mau ikut bersamanya.


aaahhhh.... gila bener! disaat semua cewek mau gw anter... dia doang yang nolak mati Matian.... di saat semua cewek seneng gw ajak kenalan,dia doang yang ogah! salah nya si Bagus nih,punya Ade yang unik kaya gini... bisa bisa nya dia nolak seorang Rian.


keesokkan harinya Risa minta Gia untuk menemui orang yang akan memesan catering di tempat mereka untuk test food karna mereka akan memesan dalam jumlah yang banyak,Gia yang memang hari itu libur menyanggupi permintaan Risa tanpa bertanya siapa yang akan di temuinya.

__ADS_1


"selamat Siang mba saya dari kedai 'RI&GI' ingin melakukan test food" ucap Gia saat sampai di kantor yang tadi di sebut Risa.


"atasan kami masih meeting mba... tapi katanya mba bisa langsung nunggu di ruangannya saja,mari saya antar" ucap si resepsionis.


"kenapa jadi di ruangan nya??" batin Gia. "maaf mba... bukannya kalau test food itu di ruang meeting atau di pantry?" tanya Gia pada si resepsionis.


"biasanya emang Gitu mba tapi bos kami ingin ikut mencicipi nya,bukankah mba diminta membawa dua test food? yang satu prasmanan yang satu VIP." jelas resepsionis tersebut


"iya sih mba..."


sampai di depan ruangan mereka bertemu dengan Dolly asisten direktur,yang super seksi.


"ada apa nih?" tanya Dolly


"ini Gia mba dari kedai RI&GI ingin test food,tadi saya dititip pesan oleh pak Halim untuk membawa ke ruangan direktur, permintaan Direktur" jelas Caca si resepsionis pada Dolly.


"direktur ga nitip pesan apapun pada saya"


"mba gia... apa ada yang mba perlukan?" tanya Caca setelah dalam ruangan direktur.


"seperti nya tidak ada mba... saya siapin ini dulu nanti saya..." belum selesai bicara pintu sudah terbuka dan ada seorang OB yang datang.


"mba Gia... yang prasmanan bisa mba Gia titip di dia biar dia yang menyiapkan nya di pantry" ucap nya pada Gia.


"tapi mba... saya nunggu dimana?


"mba tunggu di sini aja,biar bisa langsung dapat jawabannya dari direktur" ucap Caca lalu menunduk memberi hormat dan pergi menyusul si OB.

__ADS_1


"ca... kok kayanya spesial banget dia sampe langsung masuk?" ucap Dolly saat melihat Caca keluar dari ruangan direktur.


"ga tahu ya mba! tanya pak Halim aja" ucapnya sambil berlalu dan tersenyum sinis.


"ye... gimana sih lu! lu yang dititipin masa ga tahu! sengaja lu kan mau bikin gw penasaran" teriak Dolly karna kesal dengan Caca.


Dolly dan Caca memang tidak pernah satu pendapat karna Caca tahu Dolly bermuka dua,Caca juga tahu kalau Dolly menyukai si direktur dan melakukan apapun demi mendapatkan sang Direktur walaupun itu mengorbankan orang lain.


sedangkan Halim butuh orang orang berani seperti Caca,apalagi untuk menghadapi orang orang bermuka dua macam Dolly. kalau bukan karna Halim dan Rian yang membutuhkan otak Dolly untuk perkembangan perusahaan mereka ke depannya,mungkin Dolly sudah tidak ada di antara mereka.


Halim adalah tangan kanan Rian,orang yang paling Rian percaya,soal pekerjaan ataupun pribadi. kedua pria tampan ini paling disegani tapi Halim bisa 2x lebih galak dan dingin dibanding Rian. jadi seluruh karyawan sangat menghindari berurusan dengan dua orang tersebut.


...****************...


"selamat siang mba Gia... saya Halim" sapa seseorang yang masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu hingga membuat Gia terkejut.


"selamat siang pak! saya dari kedai RI&GI.... saya membawa makanan untuk test food" ucapnya dengan hangat dan sopan.


bukan menjawab Halim malah tersenyum melihat sikap Gia, "pantas si bos mengejarnya, ternyata dia sangat manis dan hangat" batin Halim.


"iya mba.. saya tahu tapi yang mau coba bukan saya tapi direktur,beliau sedang terima telpon sebetar lagi akan masuk" ucap Halim lagi,lalu duduk di samping Gia.


"baik pak..."


"Anda belum minum? mau saya pesan kan?" tanya Halim hangat.


"tidak pak. terima kasih" senyumnya

__ADS_1


"astaga... senyum itu... seandainya dia bukan milik bos ku,hahaha" batin Halim.


Halim tetap meminta OB untuk membuatkan minuman untuk Gia,tak lama pintu terbuka tanpa di ketuk, Rian menatap tajam Halim yang duduk di samping wanita yang dia inginkan. namun dia tidak melihat tatapan terkejut yang melihat kearahnya,saking kesal karna melihat Halim berada persis di samping 'calon wanitanya' Halim yang sadar dengan tatapan itu langsung segera beranjak.


__ADS_2