
aku tidak tahu harus ku sebut apa rasa ini,tapi aku begitu takut kehilangannya,aku pun takut menyakiti nya,aku juga takut mengecewakannya. apa kah ini yang dinamakan cinta? sudah sangat lama aku tidak merasakannya.....
batin Rian
...****************...
"dimana Gia?" tanya Rian dengan wajah panik saat tiba.
"ga ada" jawab Bagus singkat sebelum sang istri menjawabnya.
"kok..." belum sempat Rian meneruskan kalimatnya Risa sudah menunjuk ke arah luar.
"itu dia... panjang umur kan..."
"God... thx..." guman nya yang terdengar jelas oleh Bagus.
"abis lu apain dia sampe lu sebegitu lega nya liat dia?" tanya Bagus curiga.
"apaan sih! gapapa... sensi bgt lu !" sahut Rian cuek. "hai..." sapa nya lembut saat Gia sudah di depannya.
"hai..." jawabnya ceria bahkan sambil tersenyum.
"ehem..." deham Risa yang membuat dua orang itu menoleh. "diajak duduk Riannya" sambung nya lagi.
"ga usah Ris... mau ijin keluar sebentar" ucap Rian pamit.
"jangan" Bagus langsung menjawab
"apaan sih kamu tuh! ga di ajak ngomong juga!" omel Risa. "jalan aja! ga usah dengerin dia! yang penting inget waktu, hati hati di jalan ya..." ucapnya lagi memberi izin.
Gia menoleh pada mas nya yang cemberut karna Risa memberi izin Rian. "mas..." panggilnya.
__ADS_1
"udah jalan aja sana!"
malam itu Gia tidak banyak bicara seperti biasanya, tapi biasa mereka saling bertukar cerita walaupun harus selalu Rian yang memulai,hal ini sebenarnya membuat Rian sedikit bingung karna sikap Gia dari tadi biasa saja jadi Rian pikir dia tidak melihat keberadaan Hanna dengan dirinya tadi makanya Rian pun tidak berusaha menjelaskan.
Gia meminta Rian langsung mengantar ke kontrakan,Gia merasa lelah,sangat lelah bersembunyi di balik topeng nya. dia sudah menelpon kedua kakak nya kalau dia akan langsung pulang dan tidak mampir lagi di kedai.
"Gi... are you oke?" tanya Rian saat Gia akan keluar dari mobilnya.
Gia yang kaget dengan pertanyaan itu langsung menoleh, "apa sangat terlihat jika aku menutupi sesuatu?" ucapnya dalam hati.
"ga apa apa kok pak! saya cuma lelah"
"boleh aku meminta sesuatu?"
"boleh" berusaha tersenyum
"ubahlah panggilan mu dan jangan terlalu formal padaku"
"okey..."
"mall itu cukup besar pak... eh...Rian maksudnya! sudah ya,aku masuk dulu"
"Gi... jika suatu saat ada sebuah kesalahan yang ku lakukan,bisa kah kau membicarakannya pada ku? untuk mendapat penjelasan dariku? agar tidak ada orang lain yang bicara tentang aku"
Gia tidak menjawab,dia hanya tersenyum lalu keluar dari mobil itu dan pergi ke kamarnya,bahkan tidak menyapa Ika yang sedang menonton TV karna hari ini jadwalnya dia off jadi dia ada di rumah.
"Eet... bocah ya,kaga ada sopan santun nya amat!" Ika ngedumel melihat Gia yang masuk tanpa permisi bagai maling.
...****************...
di dalam kamar...
__ADS_1
"aaahhhh.... kenapa aku pengen banget dia jelasin tentang siapa perempuan itu? kenapa sih sakit banget liat dia sama orang lain! kenapa dia juga ga mencoba bilang tentang perempuan itu! kenapa sesakit ini sih bahkan cuma melihat dering hpnya pun membuatku sakit!" Gia bicara sendiri di balik selimut nya.
flashback on
"aku ke ATM dulu ya Gi" ucap Rian saat sedang keluar bersama tadi.
saat sedang menunggu Rian mengantri ATM ponsel Rian yang berada di mobil berdering,Gia mencari asal suara itu dan mengambilnya dan betapa terkejutnya Gia karna foto si penelpon terpampang dengan jelas di ponsel itu dengan baju yang sangat minim.
"HANNA" tertulis di sana.
wajahnya sama persis seperti yang tadi di mall,Gia menghela napas berat untuk meredam rasa sakit yang dia rasakan. dia ingin menanggis tapi sekuat tenaga dia menahannya,karna tidak ingin terlihat lemah,dia terbiasa menahan semua airmatanya.
"mau kemana kita?" tanya Rian saat sudah kembali.
"ouh... itu pak... ke danau aja..."
"danau?" tanya Rian lagi dan Gia mengangguk.
sepanjang jalan hanya ada sebuah keheningan yang tercipta,mereka memang bukan orang yang sering bicara tapi mereka orang yang sering bercanda,tapi kali ini hanya di isi keheningan.
"setahuku dia akan ke pantai jika dia sedang merasa sedih... seding yang tidak bisa di ungkapkan" batin Rian, "seperti dia lupa pernah menceritakan ini padaku!"
ta
tak ada pembicaraan apapun hanya sebuah genggaman tangan yang seolah menguatkan padahal dia sendiri dalang di balik kesedihan itu,sampai akhirnya Gia mengajaknya pulang.
flashback off
__ADS_1
kembali lagi ke kamar....
"kenapa harus sesakit ini sih? apa sebenarnya yang aku rasakan,kenapa aku marah aku kan belum menjadi siapa pun dalam hidupnya. apa ini yang di namakan cinta?? karna aku tidak suka melihatnya mendekat dengan wanita lain"